• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 21 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Karhutla 2026: Kemenkes Terjunkan 848 Nakes

Editor
Senin, 31 Agustus 2026 - 06:59
Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono merespons karhutla dengan menerjunkan tenaga kesehatan.(Foto: Humas Kemenkes)

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono.(Foto: Humas Kemenkes)

JAKARTA – Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan direspon Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan  cepat. Upaya dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan serta perlindungan dari risiko kesehatan akibat paparan asap.

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan perkembangan penanganan dampak kesehatan Karhutla dalam media briefing yang berlangsung di Gedung Adhyatma, Lantai 5, Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

RelatedPosts

Buronan Penipu Bawa Kabur 138 Ekor Hewan Kurban Milik Pedagang di Tasikmalaya, Ditangkap di Jakarta

Senator Jabar Agita: Pemerataan Sekolah dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Harus Perhatikan Kebutuhan Masyarakat

Kebakaran KMP Batumandi, Menhub: Sedang Diinvestigasi

Berdasarkan Situation Report Kemenkes per 27 Agustus 2026, Karhutla berdampak pada tujuh provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Total penduduk terdampak mencapai 10.674.201 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat 123 orang mengalami luka berat atau menjalani rawat inap, serta 2 orang mengalami luka ringan atau menjalani rawat jalan. Hingga laporan tersebut diperbarui, tidak tercatat korban meninggal maupun pengungsi.

“Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat. Karena itu, kita perlu memastikan masyarakat terlindungi dan pelayanan kesehatan tetap siap,” ujar Prof. Dante melalui keterangan resmi.

Dampak kesehatan yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan. Data Kemenkes menunjukkan terdapat 4.082 kasus ISPA pada 27 Agustus 2026, dengan total kumulatif mencapai 13.449 kasus. Kasus tersebut dilaporkan dari 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi terdampak Karhutla.

Asap Karhutla dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain ISPA, batuk, sesak napas, radang tenggorokan, asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), serta iritasi mata dan kulit. Paparan asap juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, terutama pada kelompok rentan.

“Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan,” Lanjut Prof. Dante.

 

Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Sangat Tidak Sehat

Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak juga menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 27 Agustus 2026 pukul 16.26 WIB, beberapa wilayah tercatat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, dengan PM2.5 sebagai parameter kritis.

Pontianak, Kalimantan Barat, tercatat memiliki nilai ISPU 328 atau kategori berbahaya. Sementara Kabupaten Tebo di Jambi memiliki nilai 287, Barito Selatan Kalimantan Tengah 274, Katingan 258, dan Kabupaten Pali Sumatera Selatan 255 yang seluruhnya berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Untuk memperkuat pelayanan di wilayah terdampak, pemerintah daerah bersama Kemenkes telah melakukan mobilisasi tenaga kesehatan. Hingga 27 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB, tercatat 848 tenaga kesehatan telah dimobilisasi di tujuh provinsi terdampak Karhutla. Tenaga tersebut terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, analis, tenaga farmasi, epidemiolog, sanitarian, hingga tenaga pendukung lainnya.

Dukungan logistik kesehatan juga terus diperkuat. Dari pemerintah daerah, telah dimobilisasi 394.385 masker, 56 unit oksigen konsentrator, 1.000 pasang handscoon, 103 tabung Oxycan, 40 dus PMT, 36 face shield, dan 8 APD.

“Sementara itu, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes telah mendistribusikan 432.000 masker, 169 unit oksigen konsentrator, 40.000 pasang handscoon, 4.900 APD, serta tiga unit air purifier ke sejumlah wilayah terdampak,” Jelas Prof. Dante.

Kemenkes juga memastikan kesiapan pelayanan melalui penyiapan 1.691 Puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, dan 87 Labkesmas, serta kesiapsiagaan Public Safety Center (PSC) 119 dan Tenaga Cadangan Kesehatan di kabupaten/kota.

Di Provinsi Riau, dampak kesehatan akibat Karhutla hingga 27 Agustus 2026 telah meluas ke 12 kabupaten/kota. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, tercatat sekitar 3.293 kasus ISPA, dengan kasus tertinggi berada di Kota Pekanbaru sekitar 900 kasus, disusul Kabupaten Pelalawan sekitar 600 kasus dan Kabupaten Kampar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak terus diperkuat melalui seluruh fasilitas kesehatan. Dinkes Riau juga telah mengaktifkan Emergency Medical Team (EMT) di 244 Puskesmas serta menyiagakan dukungan oksigen di wilayah terdampak.

“Untuk tindakan preventif, kami sudah membagikan sekitar 69.000 masker di 12 kabupaten/kota, khususnya di Pelalawan kami sudah dropping 28.000 masker. Kami juga memberikan dukungan makanan tambahan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, dan balita. Kami mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk meminimalkan aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus keluar,” ujar Zulkifli.

Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak Karhutla untuk terus memantau kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata. Masyarakat juga diminta menjaga hidrasi dengan cukup minum serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata, Kemenkes mengimbau agar segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan kualitas udara, surveilans penyakit, penguatan pelayanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta memastikan ketersediaan obat-obatan, oksigen, masker, dan logistik kesehatan di wilayah terdampak.

BACA JUGA: Kemkomdigi: Operator Dilarang Hapus Sisa Kuota Internet!

Tags: Dante Saksono Harbuwonokarhutlawakil menteri kesehatan

Related Posts

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Ade Papa Rihi.(Foto:Istimewa).

Buronan Penipu Bawa Kabur 138 Ekor Hewan Kurban Milik Pedagang di Tasikmalaya, Ditangkap di Jakarta

Editor
21 Oktober 2026

SATUJABAR, TASIKMALAYA--Terbuai janji manis pelaku penipuan, seorang pedagang hewan kurban di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, harus rugi besar. Korban kehilangan...

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti (depan tengah).(Foto: Istimewa)

Senator Jabar Agita: Pemerataan Sekolah dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Harus Perhatikan Kebutuhan Masyarakat

Editor
21 Oktober 2026

BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti menyoroti...

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.(Foto: Humas Kemenhub)

Kebakaran KMP Batumandi, Menhub: Sedang Diinvestigasi

Editor
21 Oktober 2026

CILEGON - Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak mengalami insiden kebakaran di alur masuk...

Dewan Gubernur Bank Indonesia, 21 Oktober 2026.(Foto: Bank Indonesia)

BI-Rate Tetap 5,75%, Perkuat Stabilitas, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Editor
21 Oktober 2026

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Oktober 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% dan suku...

Penyerahan barang rampasan negara dari Kejaksaan Negeri Kota Bandung kepada Pemkot Bandung di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Rabu, 21 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kejaksaan Serahkan 6 Unit Properti Kebun Binatang ke Pemkot Bandung

Editor
21 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima penyerahan enam bangunan yang merupakan barang rampasan negara dalam perkara tindak pidana korupsi...

Pembersihan vandalisma di simpang lima Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Vandalisme Bekas Demo di Kota Bandung Dibersihkan

Editor
21 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membersihkan vandalisme di sejumlah titik. Di antaranya di Simpang Lima, Jalan Braga, Pendopo Kota...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.