• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 3 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Atep Bratasena, Dalang Muda Pelestari Wayang Golek Modern

Editor
Selasa, 28 Januari 2025 - 09:40
Atep Bratasena

Atep Bratasena.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

BANDUNG – Atep Bratasena (30), seorang dalang muda asal Lingkung Seni Cipta Pujangga, Dusun Kojengkang, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, berhasil menarik perhatian masyarakat lokal maupun mancanegara melalui keahliannya dalam mendalang dan membuat wayang golek. Selama lebih dari 15 tahun, Atep telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni tradisional ini dengan berbagai inovasi yang memadukan unsur modern.

Ketertarikan Atep terhadap seni wayang golek dimulai dari kecintaannya pada cerita-cerita tradisional yang sarat makna. “Awalnya saya hanya menonton, tetapi semakin lama rasa ingin tahu saya semakin mendalam. Akhirnya, saya belajar langsung dari beberapa dalang senior, termasuk almarhum Dalang Eka Supriadi dari Karawang, yang sangat menginspirasi saya dalam penyampaian cerita dan penggunaan bahasa yang sederhana namun mendalam,” ungkap Atep.

RelatedPosts

Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Sempat Jabat Kepala BGN

Pojok Carita di Kiara Artha Park, Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

Sungai Purba di Paparan Sunda,  Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal

Dalam setiap pementasannya, Atep memiliki ciri khas yang membedakannya dari dalang lainnya. Selain tetap mempertahankan teknik mendalang tradisional, Atep juga menambahkan unsur modern, seperti efek suara dan visual, termasuk penggunaan ledakan kecil di atas panggung. “Saya mencoba memadukan tradisi buhun dengan budaya modern agar lebih menarik bagi generasi muda. Misalnya, ada adegan yang lebih dramatis dan teknik pementasan yang lebih hidup,” jelasnya.

Tak hanya mendalang, Atep juga memproduksi wayang golek secara mandiri. Dengan menggunakan bahan kayu albasia, ia mengolahnya dari bahan mentah hingga finishing untuk menghasilkan wayang berkualitas tinggi. Wayang golek buatannya dipasarkan mulai dari harga Rp300.000 hingga Rp5.000.000 per buah dan sudah dipasarkan hingga ke luar negeri, seperti Belgia dan Belanda. “Pesanan dari luar negeri rutin datang setiap bulan,” tambahnya dengan bangga.

Namun, Atep mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam melestarikan seni wayang golek adalah persaingan dengan produk murah yang kualitasnya kurang terjamin. “Harga murah memang lebih menarik bagi pembeli, tetapi saya tetap fokus pada kualitas,” katanya.

Untuk memperkenalkan seni wayang golek kepada generasi muda, Atep aktif mengadakan workshop di berbagai daerah. “Acara terakhir kami adakan di Cibeureum. Saya ingin anak-anak muda mencintai seni ini, karena kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” ujar Atep. Selain itu, ia juga memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Facebook untuk mempromosikan karya-karyanya agar lebih banyak orang yang mengenal dan tertarik dengan wayang golek.

Atep berharap seni wayang golek tetap hidup di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. “Wayang adalah warisan leluhur yang tidak boleh hilang. Saya ingin generasi muda tetap mencintai dan melestarikan seni ini,” tutupnya.

Sumber: Humas Pemkab Sumedang

Tags: Atep BratasenaWayang Golek

Related Posts

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.(Foto:Istimewa).

Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Sempat Jabat Kepala BGN

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Dadan Hindayana, lahir 10 Juli 1967 di Garut Jawa Barat, adalah birokrat Indonesia dan pakar entomologi ahli...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyepatkan diri untuk hadir di pameran Pojok Carita pada Minggu, 31 Mei 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pojok Carita di Kiara Artha Park, Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

Editor
1 Juni 2026

Pojok Carita menjadi bukti bahwa Kota Bandung konsisten menjaga identitasnya sebagai kota kreatif yang memberikan ruang ekspresi seni. SATUJABAR, BANDUNG...

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.(Image: BRIN)

Sungai Purba di Paparan Sunda,  Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal

Editor
29 Mei 2026

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada...

Bonita yang menyandang status difabel yang menurunkan rasa cinta Persib Bandung kepada anak-anaknya.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Egalitarianisme Persib dan Kisah Wanita Difabel Pecinta Persib

Editor
25 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Siapun dan dalam kondisi apapun boleh menjadi fans Persib, mencintai klub sepenuh hati. Seperti Bonita yang menyandang...

Aksi bersih-bersih kolam ikan dewa di Kuningan>(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Aksi Bersih-bersih di Kolam Ikan Dewa, Merawat Warisan Budaya Kuningan

Editor
24 Mei 2026

Dulu, peristiwanya sempat viral. Ribuan ikan dewa mati. Tepatnya sebanyak 1.200 ekor. Peristiwa itu cukup mengejutkan dan mengundang rasa prihatin....

Bupati Sumedang, jajaran Pemkab dan Warga Sumedang nonton bareng Persib vs Persijap Sabtu sore 23 Mei 2026.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Ketika Bupati Sumedang Semringah Persib Juara Liga

Editor
24 Mei 2026

Euforia kemenangan menyelimuti halaman parkir di area Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang saat Bupati Sumedang  Dony Ahmad Munir bersama...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.