• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Senator Agita: DTSEN Agar Diperbaiki agar Bantuan Pendidikan dan Kesehatan Tepat Sasaran

Editor
Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:34
Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti (Kanan).(Foto: istimewa)

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti (Kanan).(Foto: istimewa)

BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti mendorong pemerintah mempercepat pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar masyarakat yang masih membutuhkan bantuan tidak kehilangan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan akibat perubahan status desil.

Hal tersebut disampaikan Agita dalam kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah Komite III DPD RI di Bandung, Senin (19/10), dalam rangka inventarisasi materi pengawasan penggunaan DTSEN untuk bantuan pendidikan dan kesehatan.

RelatedPosts

Konflik Harimau dan Manusia di Pelalawan, Petugas Pasang Boxtrap

Karhutla 2026: Kemenhut Sanksi Administratif 32 Perusahaan, 125 Subyek Jalani Proses Pidana

Kemenhut Selamatkan Orangturan Korban Perdagangan Satwa dari India

Agita menilai, dinamika kondisi ekonomi masyarakat harus diimbangi dengan sistem verifikasi data yang lebih cepat dan akurat. Proses perubahan desil yang membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu, bahkan lebih, berisiko membuat siswa kehilangan kesempatan memperoleh bantuan karena pendaftaran telah ditutup.

“Data memang dinamis karena kehidupan masyarakat juga berubah-ubah. Orang yang sebelumnya bekerja bisa terkena PHK sehingga kondisi ekonominya ikut berubah. Karena itu, sistem harus bisa mengikuti perubahan tersebut. Verifikasi dan survei perlu dilakukan lebih cepat agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar Agita.

Dalam pembahasan Program Indonesia Pintar (PIP), Agita juga menyoroti dugaan praktik sekolah yang menahan kartu ATM dan buku tabungan siswa penerima bantuan serta menyerahkan dana hanya sebagian. Ia meminta Dinas Pendidikan memperkuat pengawasan agar dana PIP diterima dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan pendidikan siswa.

“PIP itu untuk kebutuhan sekolah anak. Jangan sampai kartu ATM dan buku tabungannya dipegang sekolah, kemudian uang yang diberikan kepada anak hanya sebagian. Ini perlu menjadi perhatian dan harus ada pemantauan dari Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Agita turut meminta agar hak siswa atas buku tabungan dan kartu ATM tetap dipenuhi ketika mereka tidak lagi bersekolah di satuan pendidikan tersebut, sehingga tidak menghambat kebutuhan administrasi maupun pengajuan bantuan berikutnya.

Sementara itu, dalam pembahasan bantuan kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan BPJS Kesehatan, terungkap bahwa penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) masih menjadi persoalan bagi masyarakat miskin dan rentan yang membutuhkan layanan kesehatan.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, penonaktifan PBI JKN di Jawa Barat pada Januari–September 2026 mencapai 2.776.742 peserta, dengan jumlah terbesar terjadi pada Februari, yakni 1.964.472 peserta.

Dinas Kesehatan Jawa Barat menjelaskan bahwa peserta yang masih membutuhkan bantuan dapat mengajukan reaktivasi melalui Dinas Sosial setempat. Namun, proses tersebut memerlukan koordinasi lintas sektor dan waktu hingga kepesertaan kembali aktif.

Agita menegaskan bahwa pemutakhiran data harus disertai mekanisme verifikasi dan penanganan yang responsif agar masyarakat yang secara faktual masih membutuhkan bantuan tidak kehilangan perlindungan.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi, mempercepat koreksi data yang tidak sesuai, serta mengevaluasi mekanisme perubahan status penerima bantuan. Dengan demikian, DTSEN tidak hanya menjadi instrumen penetapan penerima, tetapi juga mampu merespons perubahan kondisi masyarakat tanpa mengabaikan keberlanjutan pendidikan dan akses layanan kesehatan.

“Harapannya, data semakin akurat, proses verifikasi semakin cepat, dan masyarakat yang memang membutuhkan bantuan bisa difasilitasi secara tepat,” pungkas Agita.

Tags: Agita NurfiantiDTSEN

Related Posts

Harimau Sumatera.(Foto: Humas Kemenhut)

Konflik Harimau dan Manusia di Pelalawan, Petugas Pasang Boxtrap

Editor
20 Oktober 2026

PEKANBARU - Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau terus melakukan pemantauan dengan cara pemasangan camera trap...

Pemasangan papan peringatan di area Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Karhutla 2026: Kemenhut Sanksi Administratif 32 Perusahaan, 125 Subyek Jalani Proses Pidana

Editor
20 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kehutanan terus melakukan giat penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melalui multi instrumen baik...

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau Rocky, orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang menjadi korban perdagangan ilegal satwa liar lintas negara dari India ke Indonesia.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Selamatkan Orangturan Korban Perdagangan Satwa dari India

Editor
20 Oktober 2026

DELI SERDANG - Kementerian Kehutanan berhasil memulangkan satu individu orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang menjadi korban perdagangan ilegal satwa liar...

Trade Expo Indonesia 2026

Bango Dukung S’RASA Perkuat Peluang Ekspor Bumbu Indonesia di TEI ke-41

Editor
20 Oktober 2026

TANGERANG - Nasi goreng sapi dan ayam goreng kecap menjadi sajian dalam kegiatan demonstrasi memasak di Paviliun S’RASA (Rasa Rempah...

Tanaman herbal lidah buaya

Lidah Buaya Gunungkidul: Ubah Keterbatasan Karst Jadi Potensi Ekspor Bernilai Tinggi

Editor
20 Oktober 2026

TANGERANG - Angin sore berembus pelan menyapu lanskap bebatuan karst yang membentang di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suatu area...

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Amankan Stok BBM di Bali, Bahlil: Tujuh Kapal Dikerahkan

Editor
20 Oktober 2026

DENPASAR - Pemerintah menaikkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari untuk mempercepat pemulihan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.