• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Lidah Buaya Gunungkidul: Ubah Keterbatasan Karst Jadi Potensi Ekspor Bernilai Tinggi

Editor
Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:58
Tanaman herbal lidah buaya

Tanaman herbal lidah buaya (pexels)

TANGERANG – Angin sore berembus pelan menyapu lanskap bebatuan karst yang membentang di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suatu area yang kerap disangka menyimpan keterbatasan, justru menyembunyikan rahasia kesuburan tersendiri. Di antara kontur tanah berbatu dan terik mentari yang menyengat, deretan daun lidah buaya berdiri tegar, memantulkan kilau hijau segar yang menyejukkan pandangan.

Gagasan ini berawal dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat setempat, yang sering kali kesulitan mendapatkan pemasukan memadai saat musim kemarau panjang melanda. “Saya mencoba riset mandiri untuk mencari dan memilih tanaman yang tangguh dan sanggup berkembang optimal saat kemarau sekaligus memiliki nilai ekonomi. Lidah buaya jadi jawaban yang potensial untuk diekplorasi lebih lanjut,” ucap sang founder, Alan Efendhi.

RelatedPosts

Konflik Harimau dan Manusia di Pelalawan, Petugas Pasang Boxtrap

Karhutla 2026: Kemenhut Sanksi Administratif 32 Perusahaan, 125 Subyek Jalani Proses Pidana

Kemenhut Selamatkan Orangturan Korban Perdagangan Satwa dari India

Di sinilah langkah kaki PT Mount Vera Sejati berpijak sejak 2014. Merajut asa untuk membuktikan bahwa kearifan lokal mampu diolah sedemikian rupa untuk hadir dengan ragam bentuk: dari isian sehat minuman dan mangkok camilan hingga menjadi bagian dari rantai produksi industri obat dan kecantikan yang jauh lebih kompleks.

Keindahan dari jenama Rasane Vera ini terletak pada jalinan kemitraan yang hangat bersama masyarakat lokal. Tidak berjalan sendirian, PT Mount Vera Sejati merangkul lebih dari 125 petani kecil di atas lahan membentang sekitar dua hektare. Dari tangan terampil para petani mitra inilah, pelepah-pelepah lidah buaya segar dipanen dengan penuh kepedulian, menghubungkan sumber daya alam perdesaan dengan rantai nilai bernilai tinggi.

Pemberdayaan masyarakat ini bergerak lebih jauh. “Rasane Vera membentuk kelompok perempuan tani dan kami latih untuk mengolah dan menciptakan produk bernilai tambah lain, seperti dodol lidah buaya. Hasil karya tangan mereka kemudian kami serap untuk dijual di Aloe Land, sebuah kawasan agrowisata di bawah naungan PT yang sama. Ini menjadi penyemangat bagi warga untuk berkreasi menghasilkan produk unik dan inovatif hasil dari lidah buaya,” tutur Alan.

Setiap jengkal proses pengolahan lidah buaya di sini dirawat dengan standar dedikasi yang tinggi. Dimulai dari tahap persiapan melalui pemilahan pelepah secara teliti untuk mendapatkan grade terbaik, dilanjutkan dengan proses higienis yang menjaga standar dan nutrisi tanaman. Seluruh operasionalnya turut menerapkan prinsip ekonomi sirkular, misalnya dengan mengolah bagian pelepah lidah buaya yang tidak terpakai menjadi pupuk organik dan eco-enzyme guna mengembalikan kebaikan ke tanah tempatnya tumbuh.

Tahapan kontrol kualitas yang ketat serta pengemasan yang aman memastikan kebaikan alam Gunungkidul tetap terjaga utuh hingga sampai ke tangan konsumen dan mitra bisnis. “Kami menyasar B2C dan B2B. Untuk konsumen akhir, kami hadirkan aneka produk siap santap yang penuh serat dan menyehatkan, seperti Nata de Aloe Vera dan Aloe Vera Cube Drink. Di segmen B2B, kami tambahkan pilihan berupa Pure Aloe Vera Slice dan Liquid Gel yang menjadi bahan baku strategis bagi industri makanan, minuman, kosmetik, hingga farmasi,” jelas Alan.

Kualitas produk dan kapasitas produksi yang tinggi ini lantas memikat perhatian pengunjung asing selama gelaran Trade Expo Indonesia 2026, salah satunya ketika calon buyer asal Swedia menaruh ketertarikan besar untuk membeli produk mereka, lengkap dengan permintaan khusus berupa potongan lidah buaya dalam ukuran yang lebih kecil. Pengalaman ini makin menegaskan bahwa fleksibilitas Rasane Vera dalam memenuhi preferensi mitra bisnis menjadi keunggulan tersendiri.

Melalui positioning yang strategis, penerapan ekonomi sirkular serta pemberdayaan masyarakat, fleksibilitas dalam suplai, dan penguasaan tentang seluk beluk lidah buaya membawa Rasane Vera pada sederet penghargaan, salah satunya terpilih menjadi Young Ambassador Agriculture 2023. Dengan semangat “Local Strength. Flexible B2B Potential”, Rasane Vera kini memiliki target ekspor ke sejumlah negara tujuan, antara lain Persatuan Emirat Arab (PEA), Jepang, Korea Selatan, dan Inggris. Kebaikan alam Gunungkidul ini siap melangkah lebih jauh, menembus pasar internasional dan menginspirasi dunia bahwa tempat yang terkesan gersang sekalipun, potensi ekonomi tetap dapat diciptakan.

 

Sumber: Kemendag

Tags: Ekspor Lidah BuayaGunung KidulGunungkidulLidah buaya

Related Posts

Harimau Sumatera.(Foto: Humas Kemenhut)

Konflik Harimau dan Manusia di Pelalawan, Petugas Pasang Boxtrap

Editor
20 Oktober 2026

PEKANBARU - Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau terus melakukan pemantauan dengan cara pemasangan camera trap...

Pemasangan papan peringatan di area Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Karhutla 2026: Kemenhut Sanksi Administratif 32 Perusahaan, 125 Subyek Jalani Proses Pidana

Editor
20 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kehutanan terus melakukan giat penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melalui multi instrumen baik...

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau Rocky, orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang menjadi korban perdagangan ilegal satwa liar lintas negara dari India ke Indonesia.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Selamatkan Orangturan Korban Perdagangan Satwa dari India

Editor
20 Oktober 2026

DELI SERDANG - Kementerian Kehutanan berhasil memulangkan satu individu orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang menjadi korban perdagangan ilegal satwa liar...

Trade Expo Indonesia 2026

Bango Dukung S’RASA Perkuat Peluang Ekspor Bumbu Indonesia di TEI ke-41

Editor
20 Oktober 2026

TANGERANG - Nasi goreng sapi dan ayam goreng kecap menjadi sajian dalam kegiatan demonstrasi memasak di Paviliun S’RASA (Rasa Rempah...

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Amankan Stok BBM di Bali, Bahlil: Tujuh Kapal Dikerahkan

Editor
20 Oktober 2026

DENPASAR - Pemerintah menaikkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari untuk mempercepat pemulihan...

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi ke Daerah Diperkuat

Editor
20 Oktober 2026

DENPASAR - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.