• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Bango Dukung S’RASA Perkuat Peluang Ekspor Bumbu Indonesia di TEI ke-41

Editor
Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:07
Trade Expo Indonesia 2026

Trade Expo Indonesia 2026

TANGERANG – Nasi goreng sapi dan ayam goreng kecap menjadi sajian dalam kegiatan demonstrasi memasak di Paviliun S’RASA (Rasa Rempah Indonesia) pada hari terakhir Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Minggu (18/10). Menggunakan Kecap Bango, demonstrasi memasak ini menghadirkan Chef Ragil Wibowo bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi dan Analis Perdagangan Ahli Utama Kementerian Perdagangan, sekaligus Kurator S’RASA, Ari Satria. Pada kesempatan ini, ketiganya membahas peran produk bumbu Indonesia dalam memperkenalkan cita rasa Nusantara sekaligus membuka peluang pasar global.

“Promosi melalui pengalaman kuliner dapat membantu memperkenalkan produk Indonesia secara lebih dekat ke calon mitra bisnis. Melalui S’RASA, kami ingin memperlihatkan bahwa potensi ekspor kuliner Indonesia tidak hanya terletak pada hidangan yang disajikan, tetapi juga pada produk bumbu dan bahan pangan yang digunakan. Kolaborasi dengan mitra seperti Bango menjadi bagian penting untuk menghubungkan promosi tersebut dengan peluang kerja sama dan perluasan pasar,” ujar Puntodewi.

RelatedPosts

Konflik Harimau dan Manusia di Pelalawan, Petugas Pasang Boxtrap

Karhutla 2026: Kemenhut Sanksi Administratif 32 Perusahaan, 125 Subyek Jalani Proses Pidana

Kemenhut Selamatkan Orangturan Korban Perdagangan Satwa dari India

Kementerian Perdagangan melalui Ditjen PEN menghadirkan S’RASA pada TEI ke-41 yang berlangsung pada 14—18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. S’RASA merupakan gerakan promosi kuliner Indonesia di pasar global melalui restoran Indonesia di luar negeri. Program ini mendorong kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat promosi, memperluas penggunaan produk bumbu dan pangan Indonesia, serta membuka peluang ekspor yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan mitra industri, S’RASA menghubungkan promosi kuliner Indonesia dengan peluang pemanfaatan produk makanan, bumbu, dan rempah nasional oleh restoran serta pelaku industri kuliner di luar negeri. Bango sendiri merupakan salah satu mitra pendukung S’RASA sejak program ini diluncurkan pada 28 Agustus 2025.

Chef Ragil Wibowo bersama Dirjen Puntodewi dan Ari Satria memasak nasi goreng sapi dan ayam popcorn dengan menggunakan Kecap Bango sebagai bumbu utamanya. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperlihatkan bagaimana produk bumbu Indonesia dapat digunakan dalam hidangan Nusantara dan berpotensi menjadi bagian dari menu restoran Indonesia di mancanegara.

Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk., Yohannes Hendra Setyastanto menyampaikan, kolaborasi dengan S’RASA merupakan bentuk perayaan atas kekayaan cita rasa Indonesia sekaligus upaya memperkenalkan kuliner Nusantara kepada masyarakat yang lebih luas. Kolaborasi ini mempertemukan semangat, kreativitas, dan cita rasa Indonesia dalam pengalaman kuliner yang istimewa. “Bagi kami, cita rasa yang baik tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga memiliki cerita yang layak dibagikan. Melalui kolaborasi S’RASA dan Bango, kami ingin turut memperkenalkan kekayaan cita rasa Indonesia serta mendorongnya agar makin dikenal di pasar global,” terang Yohannes.

Chef Ragil Wibowo menambahkan, bumbu dan kecap memiliki peran penting dalam membentuk karakter cita rasa masakan Indonesia. Menurutnya, demonstrasi memasak dapat memberikan gambaran langsung mengenai penggunaan produk Indonesia dalam menu yang dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan pasar. “S’RASA jadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan rasa Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa produk bumbu Nusantara dapat digunakan secara praktis untuk menghadirkan hidangan khas Indonesia. Pendekatan ini dapat membantu restoran dan pelaku usaha kuliner di luar negeri mengenal lebih dekat produk Indonesia,” jelas Chef Ragil.

Melalui program S’RASA, Bango telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Interaromat BV, importir makanan dan bumbu asal Belanda, dengan estimasi nilai kontrak sebesar USD 120 ribu per tahun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa promosi produk melalui S’RASA berpotensi berlanjut menjadi penjajakan kerja sama komersial untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar luar negeri.

Pada hari kelima aktivasi S’RASA di TEI ke-41, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawang Goreng Mbrebes Mili dan I Am F&B Group juga dilaksanakan dengan estimasi total nilai transaksi sebesar USD 5 juta. Penandatanganan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan produsen Indonesia dengan mitra bisnis untuk memperluas peluang pemasaran produk kuliner nasional.

Sumber: Kemendag

Tags: bango

Related Posts

Harimau Sumatera.(Foto: Humas Kemenhut)

Konflik Harimau dan Manusia di Pelalawan, Petugas Pasang Boxtrap

Editor
20 Oktober 2026

PEKANBARU - Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau terus melakukan pemantauan dengan cara pemasangan camera trap...

Pemasangan papan peringatan di area Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Karhutla 2026: Kemenhut Sanksi Administratif 32 Perusahaan, 125 Subyek Jalani Proses Pidana

Editor
20 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kehutanan terus melakukan giat penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melalui multi instrumen baik...

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau Rocky, orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang menjadi korban perdagangan ilegal satwa liar lintas negara dari India ke Indonesia.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Selamatkan Orangturan Korban Perdagangan Satwa dari India

Editor
20 Oktober 2026

DELI SERDANG - Kementerian Kehutanan berhasil memulangkan satu individu orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang menjadi korban perdagangan ilegal satwa liar...

Tanaman herbal lidah buaya

Lidah Buaya Gunungkidul: Ubah Keterbatasan Karst Jadi Potensi Ekspor Bernilai Tinggi

Editor
20 Oktober 2026

TANGERANG - Angin sore berembus pelan menyapu lanskap bebatuan karst yang membentang di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suatu area...

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Amankan Stok BBM di Bali, Bahlil: Tujuh Kapal Dikerahkan

Editor
20 Oktober 2026

DENPASAR - Pemerintah menaikkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari untuk mempercepat pemulihan...

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi ke Daerah Diperkuat

Editor
20 Oktober 2026

DENPASAR - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.