SATUJABAR, BOGOR–Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG) Bogor, mengungkap dua pelanggaran dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau dapur MBG, yang menyuplai makanan kepada para siswa.
Puluhan siswa sekolah dasar (SD), yang diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), berlokasi di wilayah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Para korban dibawa ke Puskesmas Dramaga, untuk menjalani perawatan medis.
Berdasarkan hasil observasi tim medis, ada riwayat para siswa korban diduga keracunan, sebelumnya menyantap makanan program MBG yang dibagikan siang hari. Jenis makanan yang dikonsumsi para siswa, terdiri dari nasi putih, telur balado, tempe goreng, tumis wortel, jagung, brokoli, buah anggur.
Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG) Bogor langsung merespons, terjadinya dugaan keracunan massal siswa SD dari program MBG di wilayah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Dalam kejadian tersebut, KPPG Bogor, membawahi wilayah Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Depok, serta Purwakarta, mengungkap ada dua pelanggaran yang dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau dapur MBG, yang menyuplai makanan program MBG kepada para siswa.
“Terkait kejadian menonjol yang terjadi di SPPG Bogor Dramaga Ciherang 2, terdapat dua pelanggaran yang dilakukan. Pelanggaran tersebut, yakni memasak terlalu cepat dan membiarkan makanan dibawa pulang para siswa ke rumah,” ujat Kepala KPPG Bogor, Haidir, dalam keterangannya, Jum’at (07/08/2026).
Haidir mengatakan, buntut kejadiab keracunan para siswa tersebut, SPPG Bogor Dramaga Ciherang 2 diberikan sanksi berupa suspend. Sanksi suspend, atau dihentikan sementara, terhitung, Jum’at 07 Agustus 2026.
“Atas kejadian tersebut (keracunan siswa), dapur SPPG di-suspend, terhitung mulai hari ini (Jum’at), untuk evaluasi dan perbaikan,” kata Haidir.
Haidir menegaskan, para penerima manfaat dari SPPG Bogor Dramaga Ciherang 2, selanjutnya dialihkan sementara ke dapur terdekat agar tetap mendapatkan program MBG. Sementara untuk proses penyelidikan, sampel makanan yang dimakan para siswa korban keracunaan, sudah diambil untuk dilakukan uji laboratorium di Labkesda Kabupaten Bogor.
“Kami saat ini menunggu hasil lab-nya, untuk bisa menyimpulkan penyebab pasti kejadian (keracunan) fatal dari program MBG,” tegas Haidir.
Berdasarkan data yang diterimanya, para korban yang ditangani Puskesmas Dramaga, sebanyak 29 siswa, sebagiannya sudah diperbolehkan pulang. Korban tersisa empat orang yang dirawat di Puskesmas Dramaga.
“Mudah-mudahan korban yang tersisa empat orang, hari ini sudah bisa diperbolehkan pulang,” tutup Haidir.







