• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 6 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Wisata Wamena Jadi Unggulan Indonesia

Editor
Jumat, 07 Agustus 2026 - 01:07
Mumi berusia lebih dari 300 tahun yang hingga kini tetap terawat melalui tradisi dan kearifan masyarakat adat di Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya.(Foto: Dok. Humas Kemenpar)

Mumi berusia lebih dari 300 tahun yang hingga kini tetap terawat melalui tradisi dan kearifan masyarakat adat di Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya.(Foto: Dok. Humas Kemenpar)

SATUJABAR, WAMENA – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai Wamena memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan agrowisata unggulan Indonesia. Potensi tersebut terlihat dari kekayaan tradisi masyarakat adat, warisan budaya, hingga produk unggulan lokal yang mampu menghadirkan pengalaman wisata autentik.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa melihat langsung salah satu warisan budaya yang menjadi daya tarik utama Wamena, yaitu mumi yang berusia lebih dari 300 tahun di Desa Wisata Aikima, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (6/8/2026).

RelatedPosts

BRIN Wujudkan Laboratorium Alam Terbentuknya Pulau Jawa

Ekosistem Ekonomi Syariah Topang Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan

Rumah dan Parkiran Terminal di Bogor Jadi Penampungan Puluhan Sepeda Motor Curian

Kunjungan yang dilakukan pada Kamis (6/8) itu menjadi bagian dari upaya Kementerian Pariwisata dalam mendorong pengembangan destinasi yang berakar pada kekayaan budaya lokal serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Perjalanan Wamenpar diawali dengan mengunjungi Desa Wisata Kumugima, salah satu destinasi yang dikenal luas di kalangan wisatawan mancanegara menghadirkan pengalaman hidup bersama masyarakat adat, mulai dari tradisi bakar batu, pertunjukan tari, hingga rumah adat honai yang masih lestari sehingga menjadi salah satu daya tarik utama wisata budaya di Wamena.

Desa ini menawarkan berbagai pengalaman autentik, mulai dari tradisi memasak makanan bakar batu, pertunjukan tari tradisional, hingga kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan rumah adat honai sebagai bagian dari warisan budaya yang terus dijaga.

“Senang sekali ini pertama kalinya saya datang ke Wamena. Tadi melihat Desa Wisata Kumugima, kemudian dilanjutkan mengunjungi mumi di Aikima. Saya sangat senang bisa melihat langsung potensi wisata yang luar biasa di sini, didampingi Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati,” ujar Wamenpar Ni Luh di sela-sela kunjungan melalui keterangan resminya.

Wamenpar Ni Luh Puspa bersama warga.(Foto: Dok. Humas Kemenpar)
Wamenpar Ni Luh Puspa bersama warga.(Foto: Dok. Humas Kemenpar)

Kunjungan kemudian berlanjut ke Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya. Di tengah bentang alam pegunungan yang asri, Wamenpar menyaksikan secara langsung salah satu warisan budaya yang menjadi daya tarik utama Wamena, yakni mumi berusia lebih dari 300 tahun yang hingga kini tetap terawat melalui tradisi dan kearifan masyarakat adat.

Mumi tersebut merupakan jasad Kepala Suku Wirafak Elosak yang diyakini hidup pada masa perang antarsuku. Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, sebelum wafat Wirafak Elosak berpesan agar jasadnya diawetkan sehingga dapat dikenang oleh keturunannya sekaligus menjadi warisan budaya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kini, mumi tersebut menjadi salah satu atraksi wisata budaya yang dikenal hingga mancanegara.

Daya tarik Wamena sebagai destinasi wisata budaya juga terlihat dari tingginya minat wisatawan asing. Saat berada di lokasi, Wamenpar berbincang dengan sejumlah wisatawan asal Italia yang mengaku sengaja memasukkan Wamena ke dalam rute perjalanan mereka setelah berkunjung ke Raja Ampat agar dapat menikmati keunikan budaya sekaligus menghadiri Festival Budaya Lembah Baliem.

“Saya sempat bertemu wisatawan dari Italia. Kami berbincang dan mereka mengaku sangat menikmati pengalaman berada di Wamena setelah dari Raja Ampat, kemudian melanjutkan perjalanan ke sini,” kata Ni Luh.

Kunjungan wisatawan mancanegara tersebut menunjukkan bahwa Wamena telah menjadi bagian dari perjalanan wisata Papua, khususnya bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman budaya setelah berkunjung ke Raja Ampat.

Selanjutnya, Wamenpar mengunjungi Workshop Noken Street Fashion untuk melihat secara langsung kreativitas para perajin noken khas Papua. Menurutnya, kerajinan tangan yang lahir dari tradisi masyarakat setempat merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata karena menghadirkan nilai budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Wamenpar Ni Luh Puspa di stan produk budaya dan kreatif khas Papua. (Foto: Dok. Humas Kemenpar)
Wamenpar Ni Luh Puspa di stan produk budaya dan kreatif khas Papua. (Foto: Dok. Humas Kemenpar)

Ia menilai Wamena memiliki kekuatan besar sebagai destinasi wisata budaya dengan kekayaan adat, tradisi, dan karya kreatif masyarakat yang masih terjaga. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan.

Selain budaya, Wamena juga memiliki potensi agrowisata yang menjanjikan. Wamenpar meninjau kebun nanas di Kumugima serta kopi Wamena yang selama ini dikenal memiliki cita rasa khas dan telah menjadi salah satu komoditas unggulan Papua Pegunungan. Potensi tersebut dinilai dapat dipadukan dengan wisata budaya sehingga wisatawan memiliki lebih banyak aktivitas selama berada di Wamena.

“Jadi, saya pikir masih banyak pekerjaan rumah yang bisa kita kerjakan bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang length of stay wisatawan yang datang ke sini,” ujar Ni Luh.

Menurut Wamenpar, kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi kunci dalam mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan.

Berbagai potensi, mulai dari wisata budaya, sejarah, alam, hingga agrowisata, perlu diintegrasikan menjadi pengalaman wisata yang utuh sehingga mampu meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan mengembangkan dan mengemas lebih banyak daya tarik wisata yang ada di sini, kita bisa meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata maupun agrowisata,” kata Wamenpar.

Ia juga secara langsung melihat potensi kopi, kemudian agrowisata nanas di Kumugima. “Kami ingin mendorong agar pariwisata tumbuh dengan bertumpu pada kekuatan budaya dan potensi lokal yang dimiliki daerah,” kata Wamenpar.

Turut mendampingi Wamenpar Ni Luh dalam kunjungan tersebut Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata Raden Wisnu Sindhutrisno serta Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere.

Tags: wisata wamena

Related Posts

Koleksi geodiversitas di Karangsambung Kebumen Jawa Tengah.(Image: BRIN)

BRIN Wujudkan Laboratorium Alam Terbentuknya Pulau Jawa

Editor
5 Oktober 2026

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memaksimalkan pemanfaatan lebih dari 33.000 spesimen geodiversitas di Kawasan Karangsambung, Kebumen,...

Seminar Nasional bertajuk “Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan", di Jakarta, Senin (5/10).(Foto: Dok. Bank Indonesia)

Ekosistem Ekonomi Syariah Topang Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan

Editor
5 Oktober 2026

JAKARTA - Ekonomi syariah bukan sekadar soal label. Bukan hanya soal bank syariah, bukan hanya soal sertifikasi halal, dan bukan...

Ilustrasi aksi pencurian sepeda motor.(Foto:Istimewa).

Rumah dan Parkiran Terminal di Bogor Jadi Penampungan Puluhan Sepeda Motor Curian

Editor
5 Oktober 2026

SATUJABAR, BOGOR--Sebuah rumah di kawasan perumahan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digerebek polisi setelah diketahui menjadj tempat penampungan sepeda motor...

Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI).(Foto:Istimewa).

35 Tahun Tanpa Kabar, Pekerja Migran Asal Cirebon Ditemukan di Arab Saudi

Editor
5 Oktober 2026

SATUJABAR, CIREBON--Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditemukan di Arab Saudi setelah 35 tahun hilang tanpa...

Video pesta narkoba diduga warga binaan di Rutan Kelas I Depok, yang beredar luas di media sosial.(Foto: Istimewa/tangkapan layar Instagram).

Kanwil Ditjenpas Jabar: Pesta Narkoba di Rutan Depok Benar, Ditindak Tegas!

Editor
5 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno, membenarkan, video viral di media sosial, memperlihatkan...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di 6 Provinsi, Termasuk di Jawa Barat

Editor
5 Oktober 2026

SATUJABAR, JAKARTA--Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sebelas tersangka terkait terorisme dalam penegakan hukum serentak di enam provinsi. Dari...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.