• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 25 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Akar Budaya Perlu Dilestarikan, Revitalisasi Keraton Menjadi Keharusan

Editor
Sabtu, 25 April 2026 - 08:01
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harga di sela-sela Seminar Nasional dan Pameran Lukisan ‘Grand Design Revitalisasi Keraton Nusantara’ di Gedung Antara, Jakarta, pada Jumat (24/4/2026).(Foto: Dok. Ekraf)

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harga di sela-sela Seminar Nasional dan Pameran Lukisan ‘Grand Design Revitalisasi Keraton Nusantara’ di Gedung Antara, Jakarta, pada Jumat (24/4/2026).(Foto: Dok. Ekraf)

SATUJABAR, JAKARTA – Akar budaya dan kreativitas suatu negara perlu diarahkan menjadi sumber nilai ekonomi baru. Untuk itu pemerintah mendukung revitalisasi keraton.

Demikian dikatakan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya.

RelatedPosts

Nuansa Budaya Kasumedangan di Hari Jadi Sumedang Ke-448

Lomba Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda, Tidak Sekadar Nyanyi-Nyanyi

Kirab Mahkota Binokasih yang Terbuat Dari Emas 8 Kilo Kembali Digelar

“Secara umum, negara-negara dengan industri kreatif maju adalah negara yang memiliki akar budaya kuat. Amerika dengan Hollywood-nya, Jepang dengan anime, Korea dengan K-pop dan K-drama, hingga India dengan Bollywood, semuanya berhasil mengkapitalisasi budaya menjadi kekuatan ekonomi yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan. Nusantara memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan berikutnya, dengan kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal dari keraton-keraton yang dapat diolah menjadi sumber ekonomi kreatif,” ujar Menteri Ekraf saat menghadiri Seminar Nasional dan Pameran Lukisan ‘Grand Design Revitalisasi Keraton Nusantara’ di Gedung Antara, Jakarta, pada Jumat (24/4/2026) melalui keterangan resminya.

Diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Seminar Nasional dan Pameran Lukisan merupakan wadah bertukar pikiran antara raja, sultan, budayawan, akademisi, pegiat ekonomi kreatif, serta para pemangku kepentingan lainnya yang merupakan wujud komitmen atas amanah revitalisasi keraton di Indonesia. FSKN sendiri merupakan organisasi yang mewadahi kerajaan dan kesultanan se-Nusantara sejak 2006, dengan peran strategis dalam menjaga warisan budaya serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam pembangunan kebudayaan nasional.

Kegiatan yang berlangsung pada 24-30 April 2026 ini bertujuan menyusun kerangka acuan nasional yang terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai panduan bagi pemerintah dalam mengembangkan keraton se-Nusantara melalui rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

Dalam kegiatan itu, Menteri Ekraf menekankan bahwa keraton memiliki peran sentral sebagai penjaga akar budaya yang dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi baru melalui pendekatan kreatif dan inovatif. Komitmen ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional, di mana Presiden Prabowo Subianto sejak awal menegaskan pentingnya revitalisasi keraton dan kerajaan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa.

“Dari cerita-cerita sejarah bisa lahir berbagai produk kreatif, mulai dari komik, film, animasi, hingga gim. Tidak akan habis sumbernya, karena setiap daerah memiliki kekayaan cerita atau legenda masing-masing yang bisa diangkat dan dikembangkan. Kami siap berkolaborasi dengan FSKN dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pelestarian budaya yang juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujar Menteri Ekraf.

Penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal menjadi kunci dalam mendorong revitalisasi keraton agar tidak hanya berfungsi sebagai pelestari sejarah, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini sejalan dengan upaya menggali kembali pengetahuan dan teknologi Nusantara yang dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif dan berbasis sains modern, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional dan Pameran Lukisan, Dedi Yusmen.

“Ekonomi kreatif ke depan harus berbasis teknologi yang kuat dan bersandar pada ilmu-ilmu Nusantara yang bersumber dari keraton dan kerajaan. Inilah kekayaan besar yang belum sepenuhnya kita gali dan harus kita kembangkan bersama,” ujar Dedi.

Selain seminar, kegiatan ini juga menampilkan karya para pelukis dari Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN) yang menghadirkan lukisan bertema budaya Nusantara, sejarah, dan kebangsaan. Menteri Ekraf turut berkeliling meninjau pameran tersebut dan mengapresiasi karya-karya yang merefleksikan kekayaan nusantara Indonesia.

Acara ini semakin menegaskan potensi ekonomi kreatif sebagai the new mining and the new engine of growth yang dapat menggerakkan perekonomian nasional secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kekayaan budaya sebagai sumber utama, revitalisasi keraton diharapkan tidak hanya menjaga jati diri bangsa, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di masa depan.

Tags: menteri ekonomi kreatifRevitalisasi KeratonTeuku Riefky Harsya

Related Posts

Penampilan yang kental dengan nuansa Budaya Kasumedangan hadir di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jumat (24/04/2026). (Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Nuansa Budaya Kasumedangan di Hari Jadi Sumedang Ke-448

Editor
25 April 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Penampilan yang kental dengan nuansa Budaya Kasumedangan  hadir di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jumat...

‎(Foto: Moch Ahdiansyah/ Diskominfo Kab. Garut)

Lomba Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda, Tidak Sekadar Nyanyi-Nyanyi

Editor
24 April 2026

Bupati Garut melihat ajang paduan suara ini bukan sekadar kompetisi seni, melainkan wadah bagi perempuan untuk menyuarakan aspirasi dan membangun...

Mahkota Binokasih.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Kirab Mahkota Binokasih yang Terbuat Dari Emas 8 Kilo Kembali Digelar

Editor
22 April 2026

Mahkota Binokasih adalah Tahta Kerajaan Sunda abad ke-14 yang terbuat dari emas murni 8 kg dan batu giok. SATUJABAR, CISARUA...

Upacara Hari Jadi Kabupaten Sumedang Ke-488.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Hari Jadi Kabupaten Sumedang Ke-448 Diwarnai Refleksi dan Kebersamaan

Editor
21 April 2026

Bupati berharap momentum tersebut dapat memperkuat rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap Kabupaten Sumedang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk...

Hajat Bumi Cikeleng di Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Hajat Bumi Cikeleng: Merawat Warisan Leluhur, Meneguhkan Komitmen Jaga Alam

Editor
17 April 2026

Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pemakaman Manangga (Astana Desa Cikeleng), Kecamatan Japara, saat masyarakat menggelar tradisi Hajat Bumi, Kamis (16/4/2026) Di...

Ngagogo Lauk di Sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Guyub Warga Ngagogo Lauk di Kolam Masjid Al Kamil Pemkab Sumedang

Editor
16 April 2026

Kali ini, warga sangat antusias memenuhi Kolam Masjid Al Kamil di Kompleks Pemkab Sumedang karena ada acara Ngagogo Lauk memperingati...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.