• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 25 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Akar Budaya Perlu Dilestarikan, Revitalisasi Keraton Menjadi Keharusan

Editor
Sabtu, 25 April 2026 - 08:01
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harga di sela-sela Seminar Nasional dan Pameran Lukisan ‘Grand Design Revitalisasi Keraton Nusantara’ di Gedung Antara, Jakarta, pada Jumat (24/4/2026).(Foto: Dok. Ekraf)

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harga di sela-sela Seminar Nasional dan Pameran Lukisan ‘Grand Design Revitalisasi Keraton Nusantara’ di Gedung Antara, Jakarta, pada Jumat (24/4/2026).(Foto: Dok. Ekraf)

SATUJABAR, JAKARTA – Akar budaya dan kreativitas suatu negara perlu diarahkan menjadi sumber nilai ekonomi baru. Untuk itu pemerintah mendukung revitalisasi keraton.

Demikian dikatakan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya.

RelatedPosts

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

“Secara umum, negara-negara dengan industri kreatif maju adalah negara yang memiliki akar budaya kuat. Amerika dengan Hollywood-nya, Jepang dengan anime, Korea dengan K-pop dan K-drama, hingga India dengan Bollywood, semuanya berhasil mengkapitalisasi budaya menjadi kekuatan ekonomi yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan. Nusantara memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan berikutnya, dengan kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal dari keraton-keraton yang dapat diolah menjadi sumber ekonomi kreatif,” ujar Menteri Ekraf saat menghadiri Seminar Nasional dan Pameran Lukisan ‘Grand Design Revitalisasi Keraton Nusantara’ di Gedung Antara, Jakarta, pada Jumat (24/4/2026) melalui keterangan resminya.

Diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Seminar Nasional dan Pameran Lukisan merupakan wadah bertukar pikiran antara raja, sultan, budayawan, akademisi, pegiat ekonomi kreatif, serta para pemangku kepentingan lainnya yang merupakan wujud komitmen atas amanah revitalisasi keraton di Indonesia. FSKN sendiri merupakan organisasi yang mewadahi kerajaan dan kesultanan se-Nusantara sejak 2006, dengan peran strategis dalam menjaga warisan budaya serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam pembangunan kebudayaan nasional.

Kegiatan yang berlangsung pada 24-30 April 2026 ini bertujuan menyusun kerangka acuan nasional yang terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai panduan bagi pemerintah dalam mengembangkan keraton se-Nusantara melalui rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

Dalam kegiatan itu, Menteri Ekraf menekankan bahwa keraton memiliki peran sentral sebagai penjaga akar budaya yang dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi baru melalui pendekatan kreatif dan inovatif. Komitmen ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional, di mana Presiden Prabowo Subianto sejak awal menegaskan pentingnya revitalisasi keraton dan kerajaan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa.

“Dari cerita-cerita sejarah bisa lahir berbagai produk kreatif, mulai dari komik, film, animasi, hingga gim. Tidak akan habis sumbernya, karena setiap daerah memiliki kekayaan cerita atau legenda masing-masing yang bisa diangkat dan dikembangkan. Kami siap berkolaborasi dengan FSKN dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pelestarian budaya yang juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujar Menteri Ekraf.

Penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal menjadi kunci dalam mendorong revitalisasi keraton agar tidak hanya berfungsi sebagai pelestari sejarah, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini sejalan dengan upaya menggali kembali pengetahuan dan teknologi Nusantara yang dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif dan berbasis sains modern, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional dan Pameran Lukisan, Dedi Yusmen.

“Ekonomi kreatif ke depan harus berbasis teknologi yang kuat dan bersandar pada ilmu-ilmu Nusantara yang bersumber dari keraton dan kerajaan. Inilah kekayaan besar yang belum sepenuhnya kita gali dan harus kita kembangkan bersama,” ujar Dedi.

Selain seminar, kegiatan ini juga menampilkan karya para pelukis dari Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN) yang menghadirkan lukisan bertema budaya Nusantara, sejarah, dan kebangsaan. Menteri Ekraf turut berkeliling meninjau pameran tersebut dan mengapresiasi karya-karya yang merefleksikan kekayaan nusantara Indonesia.

Acara ini semakin menegaskan potensi ekonomi kreatif sebagai the new mining and the new engine of growth yang dapat menggerakkan perekonomian nasional secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kekayaan budaya sebagai sumber utama, revitalisasi keraton diharapkan tidak hanya menjaga jati diri bangsa, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di masa depan.

Tags: menteri ekonomi kreatifRevitalisasi KeratonTeuku Riefky Harsya

Related Posts

Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita.(Foto: Humas Kemenbud)

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Editor
22 Juli 2026

Perpustakaan Ranggawarsita berawal dari inisiatif untuk menghimpun kembali berbagai publikasi kebudayaan yang selama puluhan tahun diterbitkan pemerintah namun tersebar. SATUJABAR,...

Peninggalan sejarah di Ibu Kota Majapahit.(IMAGE: BRIN)

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Editor
17 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian mengenai ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, perlu dilakukan melalui pendekatan multidisiplin...

Purwoceng.(Image: Halodoc via BRIN)

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Editor
16 Juli 2026

Purwoceng merupakan spesies endemik Indonesia yang secara alami hanya tumbuh di kawasan dataran tinggi, terutama di Dieng, pada ketinggian sekitar...

NV Bima.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

Editor
16 Juli 2026

N.V. BIMA adalah jejak manufaktur dunia yang terlihat di Kota Bandung. Kisahnya mewarnai jejak peradaban manusia yang terus beradaptasi dan...

Museum Musik rencananya akan menempati aset Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika Bandung.(Foto: Dok. Jiwasraya)

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Editor
15 Juli 2026

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang akan menggunakan aset Jasa Raharja dan Jiwasraya dibawah...

Kereta api melintasi jembatan.(FOTO: Humas KAI). penumpang KAI 2024,ka parahyangan.layanan baru KAI, KA Cut Meutia.KA Pasundan

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Editor
14 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Rute terpanjang kereta api di Indonesian tercatat beberapa di antaranya ada yang menembus 1.000 KM, menurut data...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat