• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 5 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Senator Agita Minta Peningkatan Fasilitas Olahraga Daerah pada Raker dengan KONI

Editor
Senin, 20 April 2026 - 06:43
Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti.(Foto: Istimewa)

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti.(Foto: Istimewa)

SATUJABAR, JAKARTA – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan serta perawatan sarana dan prasarana olahraga di daerah saat Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Senin (20/4), di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam rapat tersebut, Agita menegaskan bahwa kesiapan fasilitas olahraga untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya tentu akan dipersiapkan sebaik mungkin. Namun demikian, perhatian terhadap sarana olahraga di masing-masing provinsi juga tidak boleh diabaikan.

RelatedPosts

Pekerja Korban PHK 2026 Capai 23 Ribu Lebih Tenaga Kerja, Jawa Barat Paling Tinggi

2 Perampok Rumah Ditempati Lansia di Bandung Ditangkap

28 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau

“Fasilitas untuk PON tentu akan disiapkan dengan baik. Tetapi yang saya harapkan, fasilitas olahraga di setiap provinsi juga terus diperbaharui dan ditambah. Banyak cabang olahraga baru bermunculan, sementara sarana olahraga lama juga banyak yang mulai kurang perawatannya,” ujar Agita.

Menurutnya, pembinaan atlet nasional sejatinya berawal dari daerah. Atlet-atlet yang berlaga di PON berasal dari provinsi masing-masing, sehingga membutuhkan tempat latihan yang layak dan memadai agar mampu berprestasi secara maksimal.

“Bibit-bibit atlet itu lahir dari daerah. Karena itu mereka membutuhkan fasilitas yang layak untuk persiapan menghadapi PON maupun kejuaraan lainnya,” lanjutnya.

Agita juga menyoroti kondisi di Jawa Barat yang memiliki cukup banyak fasilitas olahraga, namun sebagian di antaranya menghadapi persoalan perawatan serta birokrasi kewenangan pengelolaan. Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh menghambat pembinaan atlet.

“Di Jawa Barat fasilitas olahraga memang cukup banyak, tetapi beberapa kurang terawat. Kadang masih terjadi saling lempar tanggung jawab soal siapa yang berwenang memperbaiki. Sementara atlet tidak bisa berhenti berlatih menunggu perbaikan,” tegasnya.

Sebagai contoh, Agita menyebut arena sepatu roda di GOR Saparua Bandung yang memiliki fasilitas baik dan berukuran besar, namun mengalami kendala saat membutuhkan perbaikan. Selain itu, cabang olahraga baru seperti skateboard yang semakin diminati generasi muda juga membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai.

Sementara itu, Wakil I Ketua Umum KONI Mayjen TNI (Purn) Suwarno menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas olahraga yang telah tersedia di daerah. Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah perlu memaksimalkan aset yang ada, termasuk bekerja sama dengan perguruan tinggi maupun pihak swasta.

“Kalau kemudian olahraga di daerah dengan segala macam infrastrukturnya ada tapi kok tidak dimanfaatkan, Koni nggak dikasih uang gimana mau membina? Karena memang anggarannya kecil. Jangan bicara Jakarta (anggarannya) 87 triliun (rupiah). (anggaran di) Lampung kemarin 8 triliun (rupiah). Begitu juga Banten nggak terlalu beda dengan itu. Nah kan mereka bagi-bagi bukan hanya untuk olahraga saja,” ujarnya.

“Jadi di samping harus renovasi, kami sarankan untuk menggunakan fasilitas di kampus dan fasilitas yang punya swasta. Itu bagus. Dipakai saja nggak apa-apa di kampus-kampus itu. Kampus Unila kemarin saya lihat. Ada kolam renang, ada GOR, ada gedung di situ bagus, pakai! Kemudian yang ada di Metro itu ada GOR-nya yang biasa untuk voli, bagus, kita pakai, dan seterusnya,” tambah Suwarno.

Ia juga menyarankan agar calon tuan rumah PON tidak berfokus pada pembangunan baru, melainkan lebih mengutamakan renovasi fasilitas lama yang disesuaikan dengan standar masing-masing cabang olahraga.

“Jadi saran kita kepada calon-calon provinsi tuan rumah itu jangan membuat baru, kalau bisa renovasi disesuaikan dengan standarisasi. Standarisasinya tanya kepada induk cabang olahraga,” jelas Suwarno.

Agita menegaskan bahwa pembangunan olahraga nasional harus dimulai dari penguatan ekosistem olahraga di daerah. Dengan fasilitas yang memadai dan terawat, atlet-atlet daerah akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan mengharumkan nama bangsa.

Tags: Agita NurfiantiDPDKONISenator

Related Posts

Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).(Foto:Istimewa).

Pekerja Korban PHK 2026 Capai 23 Ribu Lebih Tenaga Kerja, Jawa Barat Paling Tinggi

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Jumlah pekerja korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun 2026, sepanjang Januari hingga Mei, mencapai 23 ribu lebih. Provinsi Jawa...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

2 Perampok Rumah Ditempati Lansia di Bandung Ditangkap

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Dua pelaku perampokan di rumah yang ditempati pria lanjut usia (lansia) di Kota Bandung, Jawa Barat, ditangkap polisi. Dalam...

Mata air yang tak pernah surut di Sumedang meski kemarau tersebar di wilayah Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua. Desa yang ada di kaki Gunung Tampomas Sumedang.

28 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau

Editor
5 Juni 2026

28 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga akhir Mei 2026 dengan indeks ENSO mencapai...

(Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

BGN Efisiensi Anggaran, Efektifkan Program MBG

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan...

Ular Sanca Hijau.(Foto: Humas Kemenhut)

Sanca Hijau Disita dari Gudang di Bekasi

Editor
5 Juni 2026

Sanca hijau (Morelia viridis) adalah satwa dilindungi. Satwa sitaan tersebut kini telah diserahkan kepada Balai KSDA DKI Jakarta untuk penanganan...

Sapi kurban.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kurban 2026: Jumlah Disembelih Capai 2 Juta Ekor Setara Rp 18 Triliun

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kurban 2026 telah usai pelaksanaannya di seantero Indonesia. Pada pelaksanaan kurban Iduladha 1447 H di masjid-masjid seluruh...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.