• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 4 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Bangun Kemandirian Ekonomi, 57 Pelaku UMKM Ikuti Bootcamp Perintis Berdaya di Bandung

Editor
Kamis, 19 Juni 2025 - 06:45
Pelaku UMKM Ikuti Bootcamp Perintis Berdaya di Bandung.

Pelaku UMKM Ikuti Bootcamp Perintis Berdaya di Bandung.(Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Sebanyak 57 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti bootcamp wirausaha yang digelar di Kota Bandung pada 18–20 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Perintis Berdaya yang digagas oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia (Kemenko PM) Republik Indonesia.

Bootcamp ini menghadirkan para mentor dari berbagai jenama ternama tanah air, seperti Havilla Gourmet Tea, Artisan Professionnel, Olsera Indonesia, Evlogia, dan Meta. Selain pelatihan intensif, acara juga akan ditutup dengan pameran produk UMKM pada 20 Juni, yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Menko PM.

RelatedPosts

Mendag Busan Buka Lomba Burung Berkicau dan Festival UMKM

UMKM Dapat Ilmu Teknologi Kemasan dari BRIN di Bandung

Kemenperin Permudah IKM Raih Sertifikat TKDN Lewat Pendampingan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut antusias kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sebagai langkah konkret dalam mendorong kemandirian pelaku usaha kecil agar lebih tangguh dan siap bersaing di pasar yang terus berkembang.

“Kita bekerja sama dengan Kemenko PM untuk menyelenggarakan bootcamp wirausaha. Selain pelatihan, pada 20 Juni nanti juga akan ada acara pameran produk dari 57 pelaku usaha yang akan dihadiri langsung oleh Pak Menko,” ujar Farhan saat membuka kegiatan di Hotel Mercure, Rabu (18/6).

Farhan memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran program Perintis Berdaya yang dinilainya sebagai kerangka besar dalam memperkuat ekonomi masyarakat secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Perintis Berdaya bukan sekadar kebijakan biasa, tetapi kerangka besar yang mampu menjawab tantangan pemberdayaan masyarakat secara terpadu,” katanya.

Program ini, lanjut Farhan, menjadi jawaban atas kebutuhan sistem pendampingan dan pelatihan yang konsisten bagi UMKM, koperasi, serta pekerja migran yang kembali ke daerah asal dan ingin membangun usaha mandiri.

“Semangat wirausaha di masyarakat kita terus tumbuh. Tapi tanpa sistem pendampingan dan pelatihan yang standar, kemajuan itu tidak akan maksimal,” tambahnya.

Ia pun berharap kegiatan seperti bootcamp dan uji publik dapat menjadi cetak biru pemberdayaan masyarakat yang bisa diterapkan secara nasional dan direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya.

“Kami di Bandung sedang mendorong UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, serta pekerja migran yang pulang kampung agar bisa bangkit secara ekonomi. Tapi semua itu tak cukup kalau dikerjakan sendiri-sendiri. Kolaborasi adalah kuncinya,” tegas Farhan.

Di sisi lain, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menyampaikan bahwa bootcamp ini merupakan langkah awal dalam membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Program ini bukan pelatihan sekali lewat. Kita siapkan mentor yang benar-benar praktisi bisnis agar peserta bisa belajar langsung dari pengalaman nyata,” ujar Leontinus.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan menyeluruh kepada UMKM, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga lewat penyederhanaan perizinan, insentif pajak, hingga peningkatan literasi keuangan.

“NIB sekarang gratis dan bisa selesai dalam singkat. Kami juga sedang mengkaji insentif pajak bagi UMKM yang inklusif, ramah lingkungan, dan baru merintis,” tambahnya.

Bootcamp Perintis Berdaya diharapkan menjadi titik tolak terciptanya model pemberdayaan UMKM yang responsif terhadap kebutuhan zaman serta mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.

Tags: kota bandungumkm

Related Posts

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti secara resmi membuka Piala Busan “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu (3 Mei). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas komunitas hobi.(Foto: Kemendag)

Mendag Busan Buka Lomba Burung Berkicau dan Festival UMKM

Editor
4 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda dari aktivitas komunitas hobi. Menurut Mendag Busan,...

(Foto: Humas BRIN)

UMKM Dapat Ilmu Teknologi Kemasan dari BRIN di Bandung

Editor
2 Mei 2026

Dalam kegiatan tersebut, BRIN mengenalkan berbagai teknologi pengemasan pangan inovatif. Teknologi ini berfungsi untuk perlindungan fisik produk, menjaga kualitas, memperpanjang...

Industri kecil dan menengah (IKM).(Foto: Kemenperin)

Kemenperin Permudah IKM Raih Sertifikat TKDN Lewat Pendampingan

Editor
30 April 2026

Sebagai persyaratan memperoleh TKDN self declare, pelaku usaha harus terdaftar di SIINas dan telah divalidasi sebagai industri kecil. Ketentuan validasi...

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi UMKM Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28 Apr). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung proses produksi dan perkembangan usaha Bron Chips sebagai salah satu UMKM lokal yang terus berkembang.(Foto: Humas Kemendag)

Wamendag Roro Kunjungi Pabrik Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya

Editor
29 April 2026

Kementerian Perdagangan komitmen untuk terus memfasilitasi UMKM agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global. SATUJABAR, SURABAYA- Wakil Menteri Perdagangan...

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita.

Kemenperin Donkrak Literasi IKM Fesyen dan Kriya Tangkap Peluang Bisnis Global

Editor
29 April 2026

Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin meningkatkan literasi pelaku IKM kriya dan fesyen, salah satunya melalui kegiatan Creative Talk yang...

Bedog atau golok salah satu alat pertanian sunda

IKM Perkakas Tangan Bagian Dari Hilirisasi Baja

Editor
27 April 2026

Industri perkakas tangan dalam negeri memiliki potensi besar meskipun diproduksi melalui proses manufaktur sederhana. SATUJABAR, BANDUNG - Kemampuan industri nasional...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.