• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 27 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

IKM Perkakas Tangan Bagian Dari Hilirisasi Baja

Editor
Senin, 27 April 2026 - 09:59
Bedog atau golok salah satu alat pertanian sunda

Bedog, salah satu alat pertanian masyarakat Sunda. (WEB)

Industri perkakas tangan dalam negeri memiliki potensi besar meskipun diproduksi melalui proses manufaktur sederhana.

SATUJABAR, BANDUNG – Kemampuan industri nasional dalam memproduksi perkakas tangan untuk kebutuhan sektor pertanian dan perkebunan semakin dapat diandalkan. Hal ini tercermin dari kemampuannya memenuhi permintaan pasar domestik dengan beragam produk berkualitas yang mampu menjawab kebutuhan pengguna. Kondisi tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi komoditas baja nasional.

RelatedPosts

Sejarah Epik Cut Nyak Dien Kokohkan Ikatan Sumedang-Aceh

Wirausaha Muda Naik Didorong Kelas lewat ELC 2026 di UGM

Kreativitas dan Teknologi Topang Daya Tahan UMKM

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, industri perkakas tangan dalam negeri memiliki potensi besar meskipun diproduksi melalui proses manufaktur sederhana. “Industri ini didukung dengan banyaknya tenaga kerja di sentra-sentra produksi yang telah menguasai keterampilan pembuatannya secara turun-temurun. Selain itu, pasarnya juga masih sangat besar mengingat Indonesia merupakan negara agraris,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/4).

Menperin menjelaskan, banyak pelaku industri kecil dan menengah (IKM), industri besar, serta perusahaan di bidang kehutanan, perkebunan, dan pertanian yang masih membutuhkan perkakas tangan hasil manufaktur sederhana. Produk-produk tersebut umumnya digunakan dalam proses panen.

“Melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), perkakas tangan buatan IKM di sentra-sentra daerah diharapkan semakin terserap pasar domestik. Perusahaan juga semakin yakin menggunakan produk IKM yang telah memiliki sertifikasi SNI,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menambahkan, jumlah IKM perkakas tangan di Indonesia saat ini mencapai 123 unit usaha dengan tenaga kerja sebanyak 512 orang berdasarkan data SIINas hingga pertengahan November 2025. Industri tersebut tersebar di berbagai sentra produksi mulai dari Pulau Sumatera hingga Sulawesi.

“Sentra terbanyak berada di Sumatera Utara, antara lain di Kota Pematang Siantar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Langkat,” ujar Reni. Selain itu, sentra perkakas tangan juga tersebar di Sumatera Barat, Riau, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Dalam rangka memperkuat daya saing IKM perkakas tangan, Kemenperin melalui Ditjen IKMA terus bersinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, tenaga ahli, serta pelaku usaha sebagai offtaker untuk mengembangkan sentra IKM tersebut.

Namun demikian, industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan bahan baku baja dengan komposisi karbon tertentu, persaingan produk impor, serta kebutuhan investasi teknologi yang cukup besar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ditjen IKMA menjalankan berbagai program penguatan, antara lain fasilitasi kerja sama bisnis, pendampingan teknis, restrukturisasi mesin dan peralatan produksi, serta kemitraan dengan penyedia teknologi dan stakeholder terkait.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari menyampaikan bahwa IKM perkakas tangan memiliki potensi besar menjadi mitra industri besar, BUMN, maupun pemerintah daerah, baik secara langsung maupun melalui platform digital.

Sebagai contoh, PT Sarana Panen Perkasa (SPP) di Medan yang memproduksi alat panen perkebunan seperti egrek, dodos, dan aneka pisau, telah memiliki sertifikasi SNI dan TKDN. Produk perusahaan tersebut juga telah diekspor ke berbagai negara, antara lain Liberia, Papua Nugini, Kosta Rika, Panama, dan Kolombia.

“Dalam dua tahun terakhir, PT SPP siap meningkatkan kapasitas produksi dengan dukungan pasokan bahan baku berkualitas dari PT Krakatau Steel dan PT Jatim Taman Steel,” pungkas Dini.

Tags: Hilirisasi BajaIKM Perkakas Tangan

Related Posts

Makam Cut Nyak Dien di Gunung Puyuh Sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Sejarah Epik Cut Nyak Dien Kokohkan Ikatan Sumedang-Aceh

Editor
27 April 2026

Hubungan Aceh dan Sumedang tercermin dari keberadaan sosok pahlawan nasional Cut Nyak Dien yang dimakamkan di Sumedang. SATUJABAR, SUMEDANG -...

(Foto: Dok. Ekraf)

Wirausaha Muda Naik Didorong Kelas lewat ELC 2026 di UGM

Editor
25 April 2026

Paradoks kondisi ekonomi di mana pelaku usaha menghadapi tekanan penurunan penjualan dan margin, di sisi lain peluang justru semakin terbuka...

(Image: pridechicken.id)

Kreativitas dan Teknologi Topang Daya Tahan UMKM

Editor
25 April 2026

Pelaku UMKM perlu mampu mengolah konten, membangun merek, sekaligus memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. SATUJABAR, JAKARTA...

Halal Bi Halal dan Rapat Koordinasi Dekranasda Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Kamis 23 April 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ketua Dekranasda Kota Bandung: Pengusaha Senior Agar Bimbing UMKM Baru

Editor
24 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Keberadaan pengusaha senior menjadi penting dalam rangka ikhtiar untuk menumbuhkan dan mengembangkan klaster pengusaha khususnya kelompok UMKM...

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri membuka kegiatan pelatihan kekayaan intelektual (KI) dan pemasaran digital bertajuk “Waktunya STARt! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini” yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan bersama Tokopedia dan TikTok Shop di Jakarta, Selasa (10/2).(Foto: Dok. Kemendag)

Wamendag Roro Buka Giat Pendampingan UMKM Perempuan

Editor
22 April 2026

Kementerian Perdagangan terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM perempuan, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital serta meningkatkan...

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.(Foto: Kemendag)

Wamendag Roro: Waralaba Jadi Akselerator Pengembangan UMKM

Editor
18 April 2026

SATUJABAR, PALEMBANG - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menilai, waralaba merupakan sektor strategis untuk mempercepat pertumbuhan usaha...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.