• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

IKM Perkakas Tangan Bagian Dari Hilirisasi Baja

Editor
Senin, 27 April 2026 - 09:59
Bedog atau golok salah satu alat pertanian sunda

Bedog, salah satu alat pertanian masyarakat Sunda. (WEB)

Industri perkakas tangan dalam negeri memiliki potensi besar meskipun diproduksi melalui proses manufaktur sederhana.

SATUJABAR, BANDUNG – Kemampuan industri nasional dalam memproduksi perkakas tangan untuk kebutuhan sektor pertanian dan perkebunan semakin dapat diandalkan. Hal ini tercermin dari kemampuannya memenuhi permintaan pasar domestik dengan beragam produk berkualitas yang mampu menjawab kebutuhan pengguna. Kondisi tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi komoditas baja nasional.

RelatedPosts

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, industri perkakas tangan dalam negeri memiliki potensi besar meskipun diproduksi melalui proses manufaktur sederhana. “Industri ini didukung dengan banyaknya tenaga kerja di sentra-sentra produksi yang telah menguasai keterampilan pembuatannya secara turun-temurun. Selain itu, pasarnya juga masih sangat besar mengingat Indonesia merupakan negara agraris,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/4).

Menperin menjelaskan, banyak pelaku industri kecil dan menengah (IKM), industri besar, serta perusahaan di bidang kehutanan, perkebunan, dan pertanian yang masih membutuhkan perkakas tangan hasil manufaktur sederhana. Produk-produk tersebut umumnya digunakan dalam proses panen.

“Melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), perkakas tangan buatan IKM di sentra-sentra daerah diharapkan semakin terserap pasar domestik. Perusahaan juga semakin yakin menggunakan produk IKM yang telah memiliki sertifikasi SNI,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menambahkan, jumlah IKM perkakas tangan di Indonesia saat ini mencapai 123 unit usaha dengan tenaga kerja sebanyak 512 orang berdasarkan data SIINas hingga pertengahan November 2025. Industri tersebut tersebar di berbagai sentra produksi mulai dari Pulau Sumatera hingga Sulawesi.

“Sentra terbanyak berada di Sumatera Utara, antara lain di Kota Pematang Siantar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Langkat,” ujar Reni. Selain itu, sentra perkakas tangan juga tersebar di Sumatera Barat, Riau, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Dalam rangka memperkuat daya saing IKM perkakas tangan, Kemenperin melalui Ditjen IKMA terus bersinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, tenaga ahli, serta pelaku usaha sebagai offtaker untuk mengembangkan sentra IKM tersebut.

Namun demikian, industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan bahan baku baja dengan komposisi karbon tertentu, persaingan produk impor, serta kebutuhan investasi teknologi yang cukup besar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ditjen IKMA menjalankan berbagai program penguatan, antara lain fasilitasi kerja sama bisnis, pendampingan teknis, restrukturisasi mesin dan peralatan produksi, serta kemitraan dengan penyedia teknologi dan stakeholder terkait.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari menyampaikan bahwa IKM perkakas tangan memiliki potensi besar menjadi mitra industri besar, BUMN, maupun pemerintah daerah, baik secara langsung maupun melalui platform digital.

Sebagai contoh, PT Sarana Panen Perkasa (SPP) di Medan yang memproduksi alat panen perkebunan seperti egrek, dodos, dan aneka pisau, telah memiliki sertifikasi SNI dan TKDN. Produk perusahaan tersebut juga telah diekspor ke berbagai negara, antara lain Liberia, Papua Nugini, Kosta Rika, Panama, dan Kolombia.

“Dalam dua tahun terakhir, PT SPP siap meningkatkan kapasitas produksi dengan dukungan pasokan bahan baku berkualitas dari PT Krakatau Steel dan PT Jatim Taman Steel,” pungkas Dini.

Tags: Hilirisasi BajaIKM Perkakas Tangan

Related Posts

Sosialisasi sertifikasi halal.(Foto: Humas Kemendag)

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

Editor
30 September 2026

TANGERANG SELATAN - Kementerian Perdagangan terus memacu kesiapan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam mempersiapkan diri menghadapi implementasi kewajiban...

Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku UMKM di daerah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat. (foto:Herry/kemenpora.go.id)

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Editor
30 September 2026

SOREANG - Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku Usaha Mikro,...

Safari Perhutanan Sosial pada 26–27 September 2026 di Kabupaten Malang dan Pasuruan.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

Editor
29 September 2026

MALANG - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (PUPS) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Safari Perhutanan...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berbicara dengan petani di Cibubut.(Foto: Diskominfo Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Sambangi Petani Labu Siam Beromzet Jutaan Rupiah

Editor
29 September 2026

BANDUNG - Sektor pertanian menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Dusun Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel. Salah satunya melalui...

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf bersama jajaran di UMKM Expo di Madiun.(Foto: Humas Kemenhaj)

UMKM Expo di Madiun Catat Transaksi Rp5,7 Miliar, MoU Ekspor ke Arab Saudi

Editor
28 September 2026

MADIUN - Penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Madiun menuai kesuksesan besar...

Ketua Dekranasda Kab. Bogor Eva Rudy Susmanto didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) dan jajaran.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

UMKM Kabupaten Bogor Didorong Naik Kelas

Editor
27 September 2026

JAKARTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bogor, Ny. Eva Rudy Susmanto, mendorong pelaku UMKM Kabupaten Bogor untuk...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.