• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 29 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Donkrak Literasi IKM Fesyen dan Kriya Tangkap Peluang Bisnis Global

Editor
Rabu, 29 April 2026 - 07:11
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita.

Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin meningkatkan literasi pelaku IKM kriya dan fesyen, salah satunya melalui kegiatan Creative Talk yang diselenggarakan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Bali.

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengembangkan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sektor kriya dan fesyen, di tengah dinamika pasar yang berubah semakin cepat. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi perilaku konsumen dalam berbelanja, tetapi juga kebutuhan terhadap nilai produk yang terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.

RelatedPosts

IKM Perkakas Tangan Bagian Dari Hilirisasi Baja

Sejarah Epik Cut Nyak Dien Kokohkan Ikatan Sumedang-Aceh

Wirausaha Muda Naik Didorong Kelas lewat ELC 2026 di UGM

Oleh karena itu, Kemenperin secara berkelanjutan memberikan penguatan literasi terkait strategi bisnis yang relevan dengan kondisi pasar kepada para pelaku IKM kriya dan fesyen. Apalagi, dalam menghadapi tren yang berubah sangat cepat, industri harus mampu memahami dan jeli melihat nilai produk dari berbagai sisi.

“Inovasi produk yang diciptakan desainer, perajin, maupun produsen harus sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4).

Menperin meyakini, desainer dan perajin fesyen serta kriya di Indonesia memiliki kemampuan, ide, inovasi, dan keterampilan untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Namun demikian, kemampuan tersebut perlu didukung pemahaman strategi bisnis dan riset pasar yang tepat.

“Produk fesyen dan kriya dalam negeri sudah layak bersanding, bahkan mampu melampaui produk luar negeri. Namun, diperlukan strategi yang tepat agar bisnisnya dapat naik kelas,” ujar Menperin.

Sektor industri fesyen dan kriya juga memiliki potensi ekspor yang besar dan perlu terus dioptimalkan. Pada tahun 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai USD806,63 juta atau meningkat signifikan sebesar 15,46 persen dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin meningkatkan literasi pelaku IKM kriya dan fesyen, salah satunya melalui kegiatan Creative Talk yang diselenggarakan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Bali.

Pada sesi Creative Talk 1 bertajuk “Merancang Nilai Produk Sesuai dengan Kebutuhan Pasar” yang digelar pada 16 April 2026 di Gedung Auditorium BPIFK, para peserta yang terdiri atas akademisi, praktisi, komunitas, dan pelaku IKM berdiskusi langsung mengenai strategi perancangan produk agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Ini merupakan strategi pemerintah dalam meningkatkan kapasitas SDM pelaku IKM, khususnya untuk memahami kebutuhan pasar serta merancang produk bernilai tambah. Penguatan literasi bisnis dan strategi desain mutlak diperlukan agar produk fesyen dan kriya IKM tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga kuat secara komersial,” tutur Reni.

Menurutnya, industri fesyen dan kriya Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, konsistensi dalam menghasilkan produk yang relevan dan sesuai kebutuhan konsumen masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku IKM.

“Rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri fesyen dan kriya Indonesia melalui berbagai program pembinaan, seperti workshop dan bimbingan teknis berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber utama I Made Surya Prayoga membahas konsep Value Proposition Design. Ia menekankan bahwa masih banyak pelaku usaha yang berfokus pada fitur produk, bukan manfaat nyata yang dirasakan pelanggan.

Sebagai contoh, pada sektor fesyen, pendekatan yang lebih tepat bukan sekadar menjual pakaian murah, melainkan menawarkan pakaian kerja yang nyaman dan tetap bergaya bagi profesional muda.

Sementara itu, Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Dickie Sulistya Aprilyanto menyampaikan, hasil riset menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama kegagalan bisnis adalah ketidaksesuaian antara produk yang dihasilkan dengan kebutuhan pasar.

“Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi, tetapi juga kemampuan memahami dan menjawab kebutuhan pelanggan. Kreativitas perajin perlu diselaraskan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Tags: Dirjen IKMIKM FesyenkemenperinMenperin

Related Posts

Bedog atau golok salah satu alat pertanian sunda

IKM Perkakas Tangan Bagian Dari Hilirisasi Baja

Editor
27 April 2026

Industri perkakas tangan dalam negeri memiliki potensi besar meskipun diproduksi melalui proses manufaktur sederhana. SATUJABAR, BANDUNG - Kemampuan industri nasional...

Makam Cut Nyak Dien di Gunung Puyuh Sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Sejarah Epik Cut Nyak Dien Kokohkan Ikatan Sumedang-Aceh

Editor
27 April 2026

Hubungan Aceh dan Sumedang tercermin dari keberadaan sosok pahlawan nasional Cut Nyak Dien yang dimakamkan di Sumedang. SATUJABAR, SUMEDANG -...

(Foto: Dok. Ekraf)

Wirausaha Muda Naik Didorong Kelas lewat ELC 2026 di UGM

Editor
25 April 2026

Paradoks kondisi ekonomi di mana pelaku usaha menghadapi tekanan penurunan penjualan dan margin, di sisi lain peluang justru semakin terbuka...

(Image: pridechicken.id)

Kreativitas dan Teknologi Topang Daya Tahan UMKM

Editor
25 April 2026

Pelaku UMKM perlu mampu mengolah konten, membangun merek, sekaligus memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. SATUJABAR, JAKARTA...

Halal Bi Halal dan Rapat Koordinasi Dekranasda Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Kamis 23 April 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ketua Dekranasda Kota Bandung: Pengusaha Senior Agar Bimbing UMKM Baru

Editor
24 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Keberadaan pengusaha senior menjadi penting dalam rangka ikhtiar untuk menumbuhkan dan mengembangkan klaster pengusaha khususnya kelompok UMKM...

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri membuka kegiatan pelatihan kekayaan intelektual (KI) dan pemasaran digital bertajuk “Waktunya STARt! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini” yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan bersama Tokopedia dan TikTok Shop di Jakarta, Selasa (10/2).(Foto: Dok. Kemendag)

Wamendag Roro Buka Giat Pendampingan UMKM Perempuan

Editor
22 April 2026

Kementerian Perdagangan terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM perempuan, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital serta meningkatkan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.