• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 16 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Jubir Kemenperin: Hambatan Dagang Indonesia Masih Rendah, Industri Perlu Perlindungan Lebih Kuat

Editor
Kamis, 08 Mei 2025 - 02:49
Jubir Kemenperin terkait investasi Apple, spk fiktif,TKDN apple

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif.

BANDUNG – Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief, menyoroti rendahnya jumlah hambatan non-tarif (Non-Tariff Barrier/NTB dan Non-Tariff Measure/NTM) yang dimiliki Indonesia dibandingkan negara-negara maju. Ia menyebut hal ini menjadi salah satu kendala utama dalam peningkatan daya saing industri nasional.

“Data menunjukkan bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 370 NTB dan NTM saat ini. Sementara Tiongkok memiliki lebih dari 2.800, India 2.500 lebih, Uni Eropa sekitar 2.300, bahkan Malaysia dan Thailand masing-masing memiliki lebih dari 1.000,” ujar Febri dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (8/5).

RelatedPosts

Buka Usaha Sektor Olahraga Kini Semakin Mudah

Kemenhut Selidiki Temuan Tengkorak Orangutan di Areal HCV PT KAL Ketapang Kalbar

Karhutla Bromo Telan Korban Jiwa, Kemenhut Berduka

NTB dan NTM merupakan instrumen yang banyak digunakan negara maju untuk melindungi industri domestik dari serbuan produk impor. Namun, menurut Febri, minimnya penerapan kebijakan protektif serupa di Indonesia membuat industri dalam negeri rentan kalah bersaing, baik di pasar domestik maupun global.

Ia mencontohkan, saat produk manufaktur Indonesia hendak masuk ke negara lain, berbagai persyaratan teknis seperti standar mutu, hasil pengujian, dan sertifikasi diberlakukan secara ketat. “Sementara di dalam negeri, kita justru terlalu longgar terhadap produk asing,” imbuhnya.

Kemenperin, kata Febri, tengah mengkaji sektor-sektor strategis yang memerlukan perlindungan lebih kuat melalui penerapan NTB dan NTM, seperti industri tekstil, kimia, baja, elektronik, dan otomotif. Tujuannya adalah memperkuat struktur industri nasional agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi produk luar negeri.

“Penguatan regulasi proteksi ini tetap akan dilakukan sesuai ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Perlindungan yang bijak justru akan memperkuat kemandirian industri nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Febri juga menanggapi laporan Tholos Foundation yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-122 dalam International Trade Barriers Index 2025. Ia mempertanyakan transparansi lembaga tersebut. “Laporan ini mirip dengan survei abal-abal yang keluar menjelang pemilu. Tidak ada kejelasan data dan metodologi yang digunakan. Berdasarkan data WTO, hambatan dagang Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan negara maju dan negara tetangga di ASEAN,” katanya.

Febri menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara industri maju dengan dukungan sumber daya alam melimpah, pasar domestik yang luas, dan bonus demografi. Oleh karena itu, perlindungan terhadap industri dalam negeri juga berarti perlindungan terhadap tenaga kerja nasional.

Hal ini senada dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan pentingnya kemandirian nasional dalam pengelolaan kekayaan alam dan penguatan industri. “Saya sangat setuju dengan Presiden, bahwa kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Febri.

Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap industri nasional, Febri menyambut baik diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Perpres ini merupakan angin segar bagi industri dalam negeri. Dengan prioritas pengadaan pemerintah terhadap produk lokal, maka permintaan domestik akan lebih stabil, terutama bagi sektor yang selama ini menjadi pemasok utama belanja barang pemerintah dan BUMN/BUMD,” tutupnya.

Tags: industrikemenperinKementerian Perindustrian

Related Posts

Menpora RI Erick Thohir membuka Indonesian Padel League (IPL) 2026 di Bandeja Padel Arena, Jalan Karang Bolong VI, Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (6/10) sore. (foto:Andre/kemenpora.go.id)

Buka Usaha Sektor Olahraga Kini Semakin Mudah

Editor
16 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) memperkuat kemudahan berusaha di sektor olahraga melalui kebijakan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko...

Temuan tengkorak yang diduga berasal dari orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Selidiki Temuan Tengkorak Orangutan di Areal HCV PT KAL Ketapang Kalbar

Editor
16 Oktober 2026

KETAPANG - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Kalimantan menyelidiki temuan tengkorak yang diduga berasal dari orangutan Kalimantan...

Image: Kemenhut

Karhutla Bromo Telan Korban Jiwa, Kemenhut Berduka

Editor
16 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kehutanan menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan...

Kemenpar ajak agen travel Singapura explore Yogyakarta antara lain Borobudur.(Foto: Humas Kemenpar)

Agen Travel Singapura Explore Yogyakarta Lewat Famtrip

Editor
16 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak empat agen perjalanan asal Singapura untuk menjajal langsung sederet atraksi wisata berkualitas yang ada...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menghadiri konferensi pers World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Kamis (15/10/2016).(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf)

Jelang WCCE 2026, Menteri Ekraf: Indonesia Siap Pimpin Ekonomi Kreatif Global

Editor
16 Oktober 2026

JAKARTA – Enam hari menjelang pembukaan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, Indonesia siap menjadi tuan rumah dialog global...

Jamaah haji di Masjid Nabawi Madinah.(Foto: Dok. Humas Kemenhaj)

Bandara Riyadh Ditutup, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak – Hak Penumpang

Editor
16 Oktober 2026

JAKARTA - Penutupan Bandara Riyadh di Arab Saudi akibat serangan kelompok Houthi telah menyebabkan penerbangan internasional terganggu. Menteri Perhubungan Dudy...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.