• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Jubir Kemenperin: Hambatan Dagang Indonesia Masih Rendah, Industri Perlu Perlindungan Lebih Kuat

Editor
Kamis, 08 Mei 2025 - 02:49
Jubir Kemenperin terkait investasi Apple, spk fiktif,TKDN apple

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif.

BANDUNG – Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief, menyoroti rendahnya jumlah hambatan non-tarif (Non-Tariff Barrier/NTB dan Non-Tariff Measure/NTM) yang dimiliki Indonesia dibandingkan negara-negara maju. Ia menyebut hal ini menjadi salah satu kendala utama dalam peningkatan daya saing industri nasional.

“Data menunjukkan bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 370 NTB dan NTM saat ini. Sementara Tiongkok memiliki lebih dari 2.800, India 2.500 lebih, Uni Eropa sekitar 2.300, bahkan Malaysia dan Thailand masing-masing memiliki lebih dari 1.000,” ujar Febri dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (8/5).

RelatedPosts

Keributan di KM Nelayan Cahaya Mutiara di Sukabumi, 2 Tewas

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Kedua Oktober 2026 Turun 3,15 Persen

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka

NTB dan NTM merupakan instrumen yang banyak digunakan negara maju untuk melindungi industri domestik dari serbuan produk impor. Namun, menurut Febri, minimnya penerapan kebijakan protektif serupa di Indonesia membuat industri dalam negeri rentan kalah bersaing, baik di pasar domestik maupun global.

Ia mencontohkan, saat produk manufaktur Indonesia hendak masuk ke negara lain, berbagai persyaratan teknis seperti standar mutu, hasil pengujian, dan sertifikasi diberlakukan secara ketat. “Sementara di dalam negeri, kita justru terlalu longgar terhadap produk asing,” imbuhnya.

Kemenperin, kata Febri, tengah mengkaji sektor-sektor strategis yang memerlukan perlindungan lebih kuat melalui penerapan NTB dan NTM, seperti industri tekstil, kimia, baja, elektronik, dan otomotif. Tujuannya adalah memperkuat struktur industri nasional agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi produk luar negeri.

“Penguatan regulasi proteksi ini tetap akan dilakukan sesuai ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Perlindungan yang bijak justru akan memperkuat kemandirian industri nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Febri juga menanggapi laporan Tholos Foundation yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-122 dalam International Trade Barriers Index 2025. Ia mempertanyakan transparansi lembaga tersebut. “Laporan ini mirip dengan survei abal-abal yang keluar menjelang pemilu. Tidak ada kejelasan data dan metodologi yang digunakan. Berdasarkan data WTO, hambatan dagang Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan negara maju dan negara tetangga di ASEAN,” katanya.

Febri menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara industri maju dengan dukungan sumber daya alam melimpah, pasar domestik yang luas, dan bonus demografi. Oleh karena itu, perlindungan terhadap industri dalam negeri juga berarti perlindungan terhadap tenaga kerja nasional.

Hal ini senada dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan pentingnya kemandirian nasional dalam pengelolaan kekayaan alam dan penguatan industri. “Saya sangat setuju dengan Presiden, bahwa kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Febri.

Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap industri nasional, Febri menyambut baik diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Perpres ini merupakan angin segar bagi industri dalam negeri. Dengan prioritas pengadaan pemerintah terhadap produk lokal, maka permintaan domestik akan lebih stabil, terutama bagi sektor yang selama ini menjadi pemasok utama belanja barang pemerintah dan BUMN/BUMD,” tutupnya.

Tags: industrikemenperinKementerian Perindustrian

Related Posts

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Keributan di KM Nelayan Cahaya Mutiara di Sukabumi, 2 Tewas

Editor
15 Oktober 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Dua orang dilaporkan tewas setelah terlibat keributan di atas Kapal Motor (KM) Cahaya Mutiara di Perairan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi,...

bak emas,hilirisasi emas, bank emas ciptakan lapangan kerja,harga patokan ekspor,harga referensi ekspor

Harga Patokan Ekspor Emas Periode Kedua Oktober 2026 Turun 3,15 Persen

Editor
15 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode kedua Oktober...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia secara resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, (14 Okt).(Foto: Kemendag)

Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Editor
15 Oktober 2026

TANGERANG - Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi...

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kabupaten Garut)

TPA Pasir Bajing Garut Kembali Dibuka Usai Kebakaran

Editor
15 Oktober 2026

GARUT - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memastikan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing hampir sepenuhnya tuntas....

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Grand Opening Bogor Great Mall di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (14/10/2026).(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Grand Opening Bogor Great Mall Dorong Kinerja Investasi Kota Bogor

Editor
15 Oktober 2026

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif bagi para pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan pimpinan DPRD Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Bank Perekonomian Rakyat

Editor
15 Oktober 2026

BANDUNG - DPRD Kota Bandung Raperda tentang Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perekonomian Rakyat Kota Bandung menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hal...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.