• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 4 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Di Tengah Sorotan Lampu Pagelaran Wayang Golek, Gubernur Dedi Sampaikan Pesan Pemimpin

Editor
Minggu, 27 April 2025 - 07:14
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di pagelaran wayang golek di Sumedang Jum'at malam 25 April 2025.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di pagelaran wayang golek di Sumedang Jum'at malam 25 April 2025.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Di tengah sorotan lampu panggung dan suara gamelan yang mengalun, sosok Gubernur Dedi Mulyadi muncul—bukan dalam balutan pidato resmi, tapi larut dalam suasana budaya bersama para seniman: Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya, Ohang, Ade Batak, dan Mang Radja. Gelak tawa mengalir dari interaksi mereka, tetapi di balik canda, terselip makna-makna besar yang dituturkan dengan bahasa yang membumi.

“Pamingpin téh kudu leber wawanén,” ujar KDM, suaranya lantang namun hangat. Seorang pemimpin, menurutnya, harus punya keberanian sejati—yang tak gampang goyah, tak mudah tunduk oleh tekanan atau rayuan. “Ulah gampil kabawa. Anjeun kudu jujur, tegas, sarta daék nangtayungan rahayat jeung alam.”

RelatedPosts

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528: Panggung Rakyat Meriah

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528: Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi

Tutut Jadi Hidangan Spesial di BUMDes Festival Jawa Barat 2026

KDM tak hanya bicara idealisme. Ia bicara soal tambang liar yang mengoyak tubuh bumi, tentang pengelolaan alam yang rakus, tanpa tanggung jawab. Ketegasan, katanya, harus hadir bukan sekadar dalam pidato, tapi dalam tindakan. “Pemerintah kudu wani nyegah,” ucapnya.

Tiba-tiba suasana berubah lebih tenang. Ia menyentil fenomena pendidikan zaman sekarang yang kadang kehilangan arah. Studi tour yang mahal, katanya, seringkali membebani orang tua. “Pendidikan téh teu kudu mewah. Anu penting eusi jeung nilaina,” ucap Dedi, mengajak semua kembali ke makna pendidikan yang sejati—sederhana, tapi menyentuh hati dan budi.

Lalu, dengan nada lebih dalam, ia bicara tentang bumi, tentang lingkungan yang mulai rusak, dan manusia yang semakin jauh dari kearifan leluhur. “Mun urang leungit kana ajén kahirupan, moal aya deui karapihan,” katanya lirih. Alam, menurutnya, bukan hanya tanah dan pohon, tapi bagian dari hidup manusia itu sendiri.

Di tengah panggung wayang itu, Dedi mengajak hadirin untuk kembali kepada Pancaniti, ajaran luhur Sunda yang kini mulai terlupakan. Nilai-nilai yang mengajarkan harmoni antara manusia, sesama, dan alam. “Pancaniti téh moal lapuk ku jaman. Urang kudu hirupkeun deui,” tegasnya.

Malam pun terus bergulir, gelak tawa kadang pecah saat Ohang dan kawan-kawan melontarkan candaan khas mereka, namun di sela-selanya, wajah-wajah di antara penonton mulai termenung. Wayang golek malam itu bukan hanya pertunjukan. Ia menjelma menjadi cermin—tentang siapa kita, ke mana kita menuju, dan warisan apa yang hendak kita jaga.

Tags: dedi mulyadigubernur jabarsumedangWayang Golek

Related Posts

Pimpinan daerah foto bareng warga di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528: Panggung Rakyat Meriah

Editor
2 September 2026

KUNINGAN — Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 diwarnai dengan tumpleknya ribuan masyarakat yang memadati kawasan Pandapa Paramarta, Kompleks Stadion Kuningan,...

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Ruswati.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528: Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi

Editor
1 September 2026

SUMEDANG - Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 yang jatuh pada 1 September 2026 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus...

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memperlihatkan hidangan tutut di BUMDes Festival Jawa Barat 2026.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Tutut Jadi Hidangan Spesial di BUMDes Festival Jawa Barat 2026

Editor
31 Agustus 2026

KUNINGAN – Tutut, kuliner sederhana yang lekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan, mendapat panggung istimewa dalam BUMDes Festival Jawa Barat 2026...

Festival Merah Putih Kota Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Festival Merah Putih 2026 Kota Bogor Resmi Ditutup

Editor
31 Agustus 2026

BOGOR - Sajian teatrikal yang mengisahkan perjuangan Jenderal Besar Sudirman yang digelar di Shelter Skadron 6, Lanud Atang Sendjaja, Bogor...

Sekda Kuningan U Kusmana mengatakan sudah menyiapkan rangkain acara menarik sambut Hari Jadi Kuningan 1 September.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Hari Jadi Kuningan 1 September 2026, Sekda: Lebih Khidmat, Lebih Meriah

Editor
30 Agustus 2026

KUNINGAN – Hari Jadi Kuningan 1 September, Pemerintah Kabupaten Kuningan sudah menyiapkan sejumlah program di usia kabupaten itu yang ke...

Syekh Maulana Akbar.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Pesan Bupati Kuningan Saat Maulid Nabi dan Haul Syekh Maulana Akbar

Editor
26 Agustus 2026

KUNINGAN – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Astana Gede, Kabupaten Kuningan, Rabu (26/8/2026). Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Haul Syekh Maulana...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.