• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 28 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Senator Agita Minta BPJS Kesehatan Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat untuk Tingkatkan Pelayanan

Editor
Rabu, 19 Februari 2025 - 09:04
Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti.

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti.(Foto: Istimewa)

BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti meminta kejelasan kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengenai pelayanan bagi masyarakat, mulai dari terkait durasi untuk aktivasi pendaftar baru dan pendaftar non aktif yang ingin aktif kembali, pasien gawat darurat yang ditolak rawat inap, pemulangan pasein yang belum sembuh, hingga penggunaan aplikasi mobile JKN bagi Lansia. Hal tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat yang ditemui di lapangan dan disampaikannya pada Rapat Kerja Komite III DPD RI dengan BPJS Kesehatan, Selasa (18/2), di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.

“Untuk masalah aktivasi BPJS kesehatan, baik itu yang pendaftar baru, maupun yang sebelumnya non aktif kemudian ingin diaktivasi kembali, itu yang saya dapat infonya dari masyarakat waktunya selama 14 hari sampai dia bisa aktif kembali. Tetapi kemarin ketika saya kunker ke Denpasar, di sana ada kebijakan khusus sehingga untuk aktivasi atau pendaftaran itu langsung bisa aktif BPJS-nya. Yang ingin saya utarakan di sini kenapa ini tidak diberlakukan di seluruh provinsi atau di seluruh daerah untuk semua pengguna BPJS supaya langsung aktif?” tanyanya melalui keterangan resmi.

RelatedPosts

Karhutla 2026: Penanganan Terus Intensif, 51 Ribu Personel di 4 Provinsi

Bank Indonesia dan APUVINDO Perkuat Sinergi Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing

Tembus Rp1,235 Triliun! Ini Fakta di Balik Anggaran Penanganan Karhutla

Agita ingin menanyakan kepada BPJS apakah benar waktu 14 hari tersebut? Jika benar, maka ia rasa sangat lama, untuk sebuah proses aktivasi, dikarenakan banyaknya masyarakat yang tentunya membutuhkan segera pelayanan kesehatan yang cepat, untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bertambah parahnya penyakit yang diderita atau bahkan hingga tidak tertolongnya nyawa pasien tersebut.

Hal lainnya terkait kesediaan ruang rawat inap rumah sakit serta kategori pasien yang diterima untuk rawat inap juga ia tanyakan kejelasannya. Hal ini dikarenakan terjadi di masyarakat bahwa seringkali disampaikan ruang rawat inap penuh padahal masih ada yang kosong. Di sisi lain, ada pula pasien kritis yang ditolak untuk rawat inap karena dianggap tidak termasuk kategori gawat darurat, sementara saat pindah ke rumah sakit lain, pasien tersebut langsung masuk ICU selama beberapa hari dan meninggal dunia. Hal tersebut merupakan kejadian nyata di masyarakat yang ia temui.

”Apakah ini kebijakan dari rumah sakit ataukah dari BPJS-nya untuk pasien-pasien yang dirujuk untuk rawat inap, rumah sakit seringkali mengatakan tidak ada kamar. Ada pula pasien dinyatakan green atau tidak butuh rawat inap, tapi ketika dibawa ke rumah sakit lain dinyatakan gawat darurat, padahal masih dalam waktu yang berdekatan, tapi statusnya itu berubah dari green menjadi harus rawat inap,” ungkapnya. Kenapa di rumah sakit sebelumnya dinyatakan green sedangkan di rumah sakit satunya lagi sudah dinyatakan gawat darurat dan harus langsung segera dirawat? Nah ini kebijakan ini kan berbeda, apakah memang setiap rumah sakit berbeda atau apakah ada aturan-aturan dari BPJS-nya?” tanya Agita.

Selain itu, ia juga meminta penjelasan terkait durasi rawat inap, yang seharusnya dapat dilakukan hingga tuntas, sehingga sebaiknya tidak ada pasien yang dipulangkan sebelum pulih dalam kondisi masih sangat membutuhkan rawat inap.

“Untuk pasien rawat inap yang ini saya dapatkan aspirasi dari warga saya di Jawa Barat untuk mereka itu ada beberapa sakit, rawat inap, tiga hari sudah pulang, tetapi belum sembuh. Nah ini seperti apa? Apakah memang hanya istilahnya dijatah kalau pakai BPJS itu hanya tiga hari walaupun belum sembuh harus sudah pulang, karena apa? Atau memang seharusnya bisa dirawat sampai pasien ini pulih?” tanyanya lagi.

Terakhir, terkait aplikasi mobile JKN yang dikhawatirkan dapat memberatkan bagi Lansia di pelosok daerah yang gagap teknologi, atau tidak memiliki gadget yang dapat mengakses aplikasi tersebut karena kurang mampu secara ekonomi.

“Ini saya temukan langsung seorang Bapak-Bapak tua yang mendatangi satu klinik. Di sana dia ditolak karena pendaftaran harus melalui aplikasi JKN. Nah apakah ini memang wajib semua pasien harus mendaftar melalui aplikasi JKN atau ada kemudahan untuk para Lansia yang mungkin mereka kesulitan untuk menggunakan aplikasi JKN, entah mungkin tidak mengerti caranya atau tidak layak handphone-nya, tapi yang jelas Bapak itu ditolak dan harus melakukan registrasi atau pendaftaran melalui aplikasi JKN,” ungkapnya.

“Jadi mungkin kalau untuk Lansia, mohon ada kemudahan untuk pendaftarannya, dan ini saya tidak tahu apakah ini berlaku di semua fasilitas kesehatan atau tidak. Itu saja Pak mungkin ini berkaitannya antara rumah sakit dan BPJS-nya bagaimana agar masyarakat kita mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan merata,” pungkas Agita menyampaikan harapannya.

Menanggapi aspirasi-aspirasi yang disampaikan tersebut, BPJS belum dapat menjawabnya langsung satu per satu secara rinci pada pertemuan tersebut. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. berjanji akan menjawabnya tertulis secara rinci.

Agita berharap aspirasi-aspirasi dari masyarakat tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh BPJS Kesehatan demi pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang lebih baik lagi.

Tags: Agita NurfiantiBPJSSenator Agita

Related Posts

Foto : Tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan agar tidak ada bara api yang tersisa khususnya di lahan gambut yang berada di wilayah Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, pada Senin (26/10) (Tim satgas darat Kalimantan Barat)

Karhutla 2026: Penanganan Terus Intensif, 51 Ribu Personel di 4 Provinsi

Editor
28 Oktober 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan...

Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) memperkuat sinergi ​dalam pengembangan produk, perluasan partisipasi pelaku pasar, dan penguatan infrastruktur pasar keuangan.(Foto: Dok. Humas Bank Indonesia)

Bank Indonesia dan APUVINDO Perkuat Sinergi Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing

Editor
28 Oktober 2026

JAKARTA - Pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA) yang likuid, efisien, dan berintegritas menjadi kunci untuk memperkuat transmisi kebijakan...

Pemadaman karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Tembus Rp1,235 Triliun! Ini Fakta di Balik Anggaran Penanganan Karhutla

Editor
28 Oktober 2026

JAKARTA - Pemerintah pusat mengucurkan bantuan sebesar Rp1,235 triliun untuk bantuan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Antam Rabu 28/10/2026 Senilai Rp 2.570.000 Per Gram

Editor
28 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 28/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.570.000 per gram...

Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (27/10/2026).(Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Dorong Riset untuk Atasi Karhutla, Kembangkan Energi, dan Percepat Vaksin

Editor
28 Oktober 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta, pada...

Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026). (Foto: Humas BMKG)

Hadapi El Niño: BMKG Optimalkan Informasi Iklim untuk Jaga Ketahanan Pangan

Editor
28 Oktober 2026

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya pemanfaatan informasi iklim dan prakiraan cuaca sebagai dasar pengambilan keputusan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.