• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pegi Setiawan Dibebaskan, Pertimbangan Hakim Tidak Diperiksa Sebelum Dijadikan Tersangka

Editor
Selasa, 09 Juli 2024 - 06:59
Pegi Setiawan saat dibebaskan dari tahanan Markas Polda (Mapolda) Jawa Barat, setelah gugatan praperadilannya dikabulkan. (Foto:Istimewa).

Pegi Setiawan saat dibebaskan dari tahanan Markas Polda (Mapolda) Jawa Barat, setelah gugatan praperadilannya dikabulkan. (Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG – Setelah sempat menyandang status tersangka, Pegi Setiawan akhirnya dibebaskan dalam kasus pembunuhan Vina Dewi alias Vina dan Muhamad Rizky alias Eky, yang terjadi di Cirebon, 27 Agustus 2016 silam.

Pegi Setiawan digugurkan dari statusnya sebagai tersangka dan dibebaskan dari tahanan Markas Polda (Mapolda) Jawa Barat (Jabar), setelah Pengadilan Negeri (PN) Bandung, mengabullan gugatan praperadilannya.

RelatedPosts

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Soal Izin Tambang, Bahlil: Orang Daerah Harus Kebagian

Pegi Setiawan dibebaskan dari ruang tahanan Direktorat Perawatan, Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Mapolda Jabar, pada Senin malam (08/07/2024), sekitar pukul 21.30 WIB.

Bebasnya Pegi Setiawan, setelah statusnya sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky, digugurkan oleh PN Bandung, telah dinanti pihak keluarga dan tim kuasa hukumnya, yang datang menjemput ke Mapolda Jabar.

Pulang ke Cirebon

Setelah keluar dari ruang tahanan, Pegi yang mengenakan kaus kuning  melemparkan senyum kepada awak media.

Pegi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya hingga dirinya dibebaskan dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky, 8 tahun lalu.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak terhadap masyarakat Indonesia. Terima kasih banyak kepada Bapak Presiden, Joko Widodo, kepada Presiden terpilih, Bapak Prabowo Subianto dan tim lainnya,” ujar Pegi kepada awak media di Mapolda Jabar.

Pegi juga mengucapkan terima kasih kepada netizen Indonesia yang telah mendukung dan mendoakannya. Tidak ketinggalan, kepada tim kuasa hukum yg selama ini sudah membelanya hingga gugatan praperadilannya dikabulkan oleh pengadilan, karena dirinya mengaku, tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Pegi mengatakan, dalam keadaan sehat. Aktivitasnya selama berada di tahanan, banyak diisi dengan makan dan tidur.

“Saya sehat, Alhamdulillah. Disini seperti biasa, sehari-hari paling tidur, makan, tidur, makan,” kata Pegi.

Setelah dibebaskan, Pegi rencananya akan pulang ke Cirebon dan menikmati kebebasannya bersama keluarga. Setelah itu, Pegi mengaku, akan kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai kuli bangunan.

“Buat netizen, terima kasih banyak sudah mendukung saya. Setelah ini, saya mau pulang, istirahat, lanjut kerja,” ungkap Pegi.

Pertimbangan Hakim

PN Bandung mengabulkan gugatan praperadilan Pegi Setiawan dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Dalam putusannya, hakim tunggal, Eman Sulaeman, menyatakan, sejumlah pertimbangan dalam memutuskan mengabulkan gugatan praperadilan pemohon (Pegi Setiawan) terhadap termohon (Polda Jabar).

Eman menyebut, Polda Jabar tidak melakukan pemeriksaan terhadap Pegi Setiawan, sesuai prosedur yang seharusnya, sebelum menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.

“Menimbang bahwa hakim tidak sependapat dengan dalil dari termohon (Polda Jabar), yang mengatakan tidak perlu pemanggilan atas pemohon (Pegi Setiawan),” ujar Eman saat sidang pembacaan putusan di PN Bandung, Senin (08/07/2024).

Eman menjelaskan, tindakan yang dilakukan termohon tidak sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2020 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, dan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019, tentang Penyidikan Tindak Pidana. Sehingga, penetapan DPO (daftar pencarian orang) oleh termohon, Polda Jabar terhadap Pegi Setiawan, tidak sah secara hukum.

“Karena keluarga harus tahu pemohon masuk ke dalam DPO,” jelas Eman.

Pertimbangan lainnya, hakim tidak sependapat dengan termohon, dalam hal ini Polda Jabar maupun ahli yang telah dihadirkannya, mengenai prosedur penetapan tersangka. Proses penetapan tersangka harus dilakukan dengan memeriksa calon tersangka terlebih dahulu.

“Hakim menimbang penetapan tersangka tidak hanya bukti permulaan cukup, bukti cukup, serta dua alat bukti, tetapi harus ada pemeriksaan terhadap calon tersangka terlebih dahulu,” ungkap Eman.

Eman menegaskan, putusan mahkamah konstitusi terkait pemeriksaan calon tersangka bersifat mengikat dan harus dipatuhi. Selain itu, fakta di persidangan juga tidak ditemukan bukti satu pun pemohon, Pegi Setiawan, dalam penyidikannya, pernah diperiksa sebagai calon tersangka.

Putusan Sidang

Dalam pembacaan putusannya dalam sidang gugatan praperadilan Pegi Setiawan, tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eky, Senin (08/07/2024), hakim tunggal, Eman Sulaeman, mengabulkan permohonan praperadilan Pegi Setiawan. Eman menyatakan, penetapan tersangka terhadap Pegi Setiawan, tidak sah.

“Mengadili, mengabulkan praperadilan pemohon (Pegi Setiawan) untuk seluruhnya. Menetapkan penetapan tersangka kepada pemohon atas nama Pegi Setiawan beserta surat lainnya dinyatakan tidak sah dan batal secara hukum,” ujar Eman Sulaeman saat membacakan putusannya di PN Bandung.

Eman Sulaeman membatalkan penetapan tersangka yang dilakukan oleh penyidik Polda Jabar (Direktorat Reserse Kriminal Umum). Eman Sulaeman juga memerintahkan agar Pegi Setiawan dikeluarkan dari tahanan.

“Menyatakan tindakan termohon menetapkan pemohon sebagai tersangka, adalah tidak sah dan tidak berdasarkan asas hukum. Menetapkan surat penetapan tersangka batal demi hukum,” ungkap Eman Sulaeman.

Eman Sulaeman juga memerintahkan kepada termohon (Polda Jabar) untuk menghentikan penyidikan kepada pemohon. Termohon juga diperintahkan untuk membebaskan pemohon dari tahanan.

Tags: kasus vinapegi setiawanPN Bandungpolda jabarVina Cirebon

Related Posts

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kedatangan satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan terekam kamera jebak (camera trap) pada tanggal 10 Oktober 2026. Anak badak tersebut terpantau sedang berkubang bersama induknya yang teridentifikasi bernama Desy.(Foto: Dok. TNUK Via Kemenhut)

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kabar gembira datang dari Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali...

Tambang batubara dan mineral

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Tahun lalu, Indonesia memasok hampir separuh batu bara yang diperdagangkan di dunia. Namun, harga batu bara justru jatuh...

Kementerian ESDM Lelang Terbuka Stockpile Bauksit Senilai Rp 200 Miliar di Riau

Soal Izin Tambang, Bahlil: Orang Daerah Harus Kebagian

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Nikel ada di Sulawesi dan Maluku, batu bara tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Namun, selama ini sebagian besar...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

Kemenhaj Blokir PT Assyifa Berkah Mandiri Karena Gagal Pulangkan 95 Jemaah

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi melakukan pemblokiran terhadap akun Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan...

Pembukaan IIFS 2026 dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Adi Budiarso, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pimpinan serta perwakilan kementerian/lembaga, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), industri jasa keuangan syariah, Dewan Pengawas Syariah, asosiasi, dan akademisi.(Foto: Humas OJK)

Lewat Indonesia Islamic Finance Summit, OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

Editor
3 November 2026

MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif. Hingga September 2026,...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Antam Selasa 3/11/2026 Senilai Rp 2.541.000 Per Gram

Editor
3 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Selasa 3/11/2026 jenis batangan, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.541.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.