• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 25 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Yang Perlu Diketahui Tentang Jalan Braga Bandung

Editor
Senin, 13 November 2023 - 02:03
Kota Bandung Ujung Jalan Braga

Kota Bandung (pexels)

RelatedPosts

Nuansa Budaya Kasumedangan di Hari Jadi Sumedang Ke-448

Akar Budaya Perlu Dilestarikan, Revitalisasi Keraton Menjadi Keharusan

Lomba Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda, Tidak Sekadar Nyanyi-Nyanyi

Jalan Braga di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, memiliki sejarah yang kaya dan menjadi salah satu tempat yang ikonik di kota ini. Berikut adalah cerita tentang Jalan Braga:
Asal Usul Nama:
Nama “Braga” diyakini berasal dari bahasa Belanda, yaitu “de Bragaweg” atau “Jalan Braga.” Pada masa kolonial Belanda, Jalan Braga menjadi pusat kehidupan perkotaan di Bandung.
Pusat Kegiatan Sosial:
Pada abad ke-19, Jalan Braga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya di Bandung. Para pejabat Belanda, pedagang, dan orang-orang kaya Bandung sering berkumpul di sini. Banyak toko, kafe, dan tempat hiburan bermunculan di sepanjang jalan ini.
Arsitektur Kolonial Belanda:
Bangunan-bangunan di sepanjang Jalan Braga mengusung arsitektur kolonial Belanda yang klasik. Bangunan-bangunan tersebut mencerminkan kejayaan masa lalu dan memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang menyukai arsitektur bersejarah.
Era Kemerdekaan:
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Jalan Braga tetap menjadi salah satu pusat aktivitas di Bandung. Walaupun beberapa bangunan mengalami kerusakan selama masa perjuangan, banyak dari mereka berhasil dipertahankan dan direstorasi.
Zaman Keemasan:
Pada tahun 1920-an hingga 1960-an, Jalan Braga mencapai masa kejayaannya. Banyak bioskop, teater, dan toko-toko elegan hadir di sini, menjadikannya pusat kehidupan malam dan hiburan di Bandung.
Pergeseran Fungsi:
Seiring berjalannya waktu, fungsi Jalan Braga berubah. Beberapa bangunan bersejarah beralih fungsi menjadi kantor, bank, atau toko modern. Namun, upaya pelestarian dan revitalisasi terus dilakukan untuk mempertahankan ciri khasnya.
Revitalisasi dan Pusat Kuliner:
Pada awal abad ke-21, pemerintah setempat melakukan program revitalisasi untuk menghidupkan kembali pesona Jalan Braga. Beberapa area pejalan kaki diperlebar, dan fasilitas publik ditingkatkan. Jalan Braga kini juga menjadi tujuan kuliner dengan banyak kafe, restoran, dan warung yang menawarkan berbagai hidangan.
Pusat Wisata dan Kebudayaan:
Saat ini, Jalan Braga menjadi salah satu tempat wisata utama di Bandung. Pengunjung dapat menikmati atmosfer bersejarah, berjalan-jalan di sepanjang jalan yang dipenuhi dengan bangunan bersejarah, dan menikmati kuliner di berbagai tempat makan yang tersedia.
Jalan Braga menjadi simbol keindahan sejarah dan kehidupan kota Bandung. Sementara itu, usaha pelestarian dan pengembangan terus dilakukan untuk memastikan bahwa pesonanya tetap terjaga dan diteruskan ke generasi berikutnya.
Tags: Jalan Braga Bandung

Related Posts

Penampilan yang kental dengan nuansa Budaya Kasumedangan hadir di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jumat (24/04/2026). (Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Nuansa Budaya Kasumedangan di Hari Jadi Sumedang Ke-448

Editor
25 April 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Penampilan yang kental dengan nuansa Budaya Kasumedangan  hadir di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jumat...

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harga di sela-sela Seminar Nasional dan Pameran Lukisan ‘Grand Design Revitalisasi Keraton Nusantara’ di Gedung Antara, Jakarta, pada Jumat (24/4/2026).(Foto: Dok. Ekraf)

Akar Budaya Perlu Dilestarikan, Revitalisasi Keraton Menjadi Keharusan

Editor
25 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Akar budaya dan kreativitas suatu negara perlu diarahkan menjadi sumber nilai ekonomi baru. Untuk itu pemerintah mendukung...

‎(Foto: Moch Ahdiansyah/ Diskominfo Kab. Garut)

Lomba Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda, Tidak Sekadar Nyanyi-Nyanyi

Editor
24 April 2026

Bupati Garut melihat ajang paduan suara ini bukan sekadar kompetisi seni, melainkan wadah bagi perempuan untuk menyuarakan aspirasi dan membangun...

Mahkota Binokasih.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Kirab Mahkota Binokasih yang Terbuat Dari Emas 8 Kilo Kembali Digelar

Editor
22 April 2026

Mahkota Binokasih adalah Tahta Kerajaan Sunda abad ke-14 yang terbuat dari emas murni 8 kg dan batu giok. SATUJABAR, CISARUA...

Upacara Hari Jadi Kabupaten Sumedang Ke-488.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Hari Jadi Kabupaten Sumedang Ke-448 Diwarnai Refleksi dan Kebersamaan

Editor
21 April 2026

Bupati berharap momentum tersebut dapat memperkuat rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap Kabupaten Sumedang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk...

Hajat Bumi Cikeleng di Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Hajat Bumi Cikeleng: Merawat Warisan Leluhur, Meneguhkan Komitmen Jaga Alam

Editor
17 April 2026

Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pemakaman Manangga (Astana Desa Cikeleng), Kecamatan Japara, saat masyarakat menggelar tradisi Hajat Bumi, Kamis (16/4/2026) Di...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.