• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 20 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Wayang Golek: Cerita Singkat & Arti Katanya

Editor
Selasa, 12 Maret 2024 - 10:19
Wayang golek cepot

Wayang golek (pexels)

Wayang golek merupakan salah satu aliran dari kesenian wayang. Umumnya wayang ini dipentaskan di wilayah Parahyangan, Jawa Barat dengan menggunakan Bahasa Sunda.

Namun wayang ini juga dipentaskan di luar wilayah tersebut seperti di Brebes dan Cilacap di Jawa Tengah.

RelatedPosts

Ngobeng Ikan di Bawah Jembatan Baru Dibangun

Syukuran Nelayan Ujunggenteng di Mata Bupati Asep Japar

Kisah Madrasah yang Hilang Di Terjang Banjir Aceh

Lakon yang dimainkan dalam wayang Golek Purwa adalah kisah Mahabharata dan Ramayana.

Aliran wayang golek ini diperkirakan mulai berkembang di Jawa Barat sejak abad ke-19 M, dipelopori oleh Bupati Bandung Wiranatakusumah III.

Pagelarannya di waktu itu dikhususkan untuk kaum menak (bangsawan), sebelum akhirnya menyebar luas di kalangan masyarakat Sunda.

Pertunjukan seni wayang golek merupakan seni pertunjukan teater rakyat yang banyak dipagelarkan. Selain berfungsi sebagai pelengkap upacara selamatan atau ruwatan, pertunjukan seni wayang golek juga menjadi tontonan dan hiburan dalam perhelatan tertentu.

Sejak 1920-an, selama pertunjukan wayang golek diiringi oleh sinden.

Popularitas sinden pada masa-masa itu sangat tinggi sehingga mengalahkan popularitas dalang wayang golek itu sendiri, terutama ketika zamannya Upit Sarimanah dan Titim Patimah sekitar tahun 1960-an.

 

Etimologi

Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat populer, terutama di pulau Jawa dan Bali.

Berdasarkan sebuah Naskah Jawa Kuno – yang kemudian diterbitkan Pradnya Paramita pada tahun 1981 – mengatakan bahwa wayang bermula dari khayalan ataupun gagasan tentang bayangan manusia yang dapat ditonton.

Wayang sendiri berasal dari kata wayangan yang artinya adalah bayangan yang memiliki maksud mempertontonkan sebuah lakon lewat bayangan.

Pada mulanya, wayang hanya merupakan hasil khayalan ataupun gagasan yang dilukiskan dalam sebuah daun Tal (ron Tal) yang kemudian mempertontonkan hasil lukisan tersebut lewat bayangan. Mempertontonkan lewat bayangan dilakukan dengan memantulkan lukisan tersebut di atas kain putih dan hanya diterangi lampu. Hal ini membuat orang lain dapat melihat lukisan tersebut dalam bentuk bayangan.

Di Jawa Barat, selain dikenal wayang kulit, yang paling populer adalah Wayang golek . Istilah golek dapat merujuk kepada dua makna, sebagai kata kerja kata golek bermakna ‘mencari’, sebagai kata benda golek bermakna boneka kayu.

Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam di antaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda.

Kecuali wayang orang yang merupakan bentuk seni tari drama yang ditarikan manusia, kebanyakan bentuk kesenian wayang dimainkan oleh seorang dalang sebagai pemimpin pertunjukan yang sekaligus menyanyikan suluk, menyuarakan antawagu dan lain-lain.

Related Posts

Ngobeng ikan di Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan0

Ngobeng Ikan di Bawah Jembatan Baru Dibangun

Editor
18 Juni 2026

Suasana berbeda terlihat di bawah Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII, Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, Rabu (17/6/2026)....

Bupati Sukabumi Asep Japar menyerahkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan secara simbolis kepada para nelayan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab Sukabumi)

Syukuran Nelayan Ujunggenteng di Mata Bupati Asep Japar

Editor
16 Juni 2026

Syukuran Nelayan Ujunggenteng memasuki usia ke-60 membawa kesan mendalam bagi Bupati Sukabumi Asep Japar. Baginya, menghadiri puncak peringatan itu tak...

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya Aceh yang hilang diterjang banjir pada akhir November 2025.(Foto: Dok. Humas Kemenag)

Kisah Madrasah yang Hilang Di Terjang Banjir Aceh

Editor
14 Juni 2026

Bencana yang terjadi pada November 2025 itu sungguh memilukan melanda Kawasan Sumatra di bagian utara antara lain Aceh, Sumatra Utara,...

Suasana pagelaran wayang golek di Jasingan Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Pagelaran Wayang 4 Dalang di Jasinga Bogor

Editor
12 Juni 2026

Pagelaran Wayang Golek 4 Dalang yang menampilkan para seniman pewayangan ternama, yakni Dadan Sunandar Sunarya, Arie Sunarya, Khanha Ade Kosasih...

Peringatan tsunami

Tsunami Besar di Selatan Jawa 400 Tahun Lalu, Begini Faktanya

Editor
9 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian paleotsunami yang dilakukan di sepanjang pesisir selatan Jawa hingga Bali mengungkap indikasi kuat bahwa tsunami besar...

Kirab Pusaka Kujang dalam rangkaian kegiatan Babakti Tugu Kujang saat Hari Jadi Bogor 544.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Hari Jadi Bogor 544: Kirab 140 Pusaka Kujang di Kota Bogor

Editor
8 Juni 2026

SATUJABAR, BOGOR – Hari Jadi Bogor ke-544 masih berlangsung dalam rangkaian acara yang dikemas oleh Pemerintah Kota Bogor antara lain...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.