• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 6 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tsunami Besar di Selatan Jawa 400 Tahun Lalu, Begini Faktanya

Editor
Selasa, 09 Juni 2026 - 02:12
Peringatan tsunami

Peringatan tsunami (pixabay)

SATUJABAR, JAKARTA – Penelitian paleotsunami yang dilakukan di sepanjang pesisir selatan Jawa hingga Bali mengungkap indikasi kuat bahwa tsunami besar pernah terjadi sekitar 400 tahun lalu. Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eko Yulianto, menjelaskan bahwa Jejak peristiwa tersebut hingga kini masih dapat ditemukan dan ditelusuri melalui berbagai bukti ilmiah. Jejak tersebut diperoleh melalui kombinasi bukti geologi, mikrofosil laut, arkeologi, hingga kajian terhadap narasi budaya masyarakat pesisir.

“Permasalahannya adalah tidak ada dokumen sejarah yang dapat menjelaskan kapan ruptur raksasa terakhir benar-benar terjadi. Jika gempa megathrust terjadi sebelum periode sejarah tertulis, memorinya mungkin sudah hilang dari catatan sejarah,” ujar Eko saat workshop Advancing Multi-hazard exposure information in the Java Trench region, Indonesia: for enhanced risk assessment and resilience di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin (8/5/2026) dikutip laman BRIN.

RelatedPosts

Ekonomi Jawa Barat Triwulan III-2026 Tumbuh 5,89 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2026 Capai 5,47 Persen

Liga Champions Eropa: Luar Biasa, Como Sikat Lens 9-1

Jejak Tsunami Purba

Hingga 2026, tim peneliti telah melakukan investigasi paleotsunami di dua belas lokasi utama yang tersebar dari Jawa Barat hingga Bali. Dalam paparannya, Eko menyoroti empat lokasi representatif, yaitu Cibuaya di Banten, Pangandaran di Jawa Barat, Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Tabanan di Bali.

“Di Pangandaran, peneliti menemukan lapisan pasir tsunami yang memisahkan endapan lumpur mangrove dengan sedimen yang lebih muda di atasnya. Analisis radiokarbon terhadap sisa tumbuhan yang berada di bawah lapisan pasir menunjukkan umur sekitar 400 tahun. Ini merupakan indikasi pertama bahwa tsunami besar kemungkinan pernah memengaruhi pesisir selatan Jawa sekitar empat abad yang lalu,” Eko menjelaskan.

Temuan lain di Pangandaran berasal dari lingkungan rawa pesisir yang menunjukkan adanya lapisan sedimen berulang. Struktur tersebut diduga terbentuk akibat beberapa gelombang tsunami yang datang secara berturut-turut dalam satu kejadian besar.

Bukti yang mengarah pada periode waktu yang sama juga ditemukan di Situs Batu Kalde, Pangandaran. Selain lapisan budaya yang mengandung fragmen gerabah Hindu-Buddha dan cangkang moluska, peneliti menemukan sejumlah struktur batu yang roboh. Meski belum dapat dipastikan sebagai dampak tsunami, kondisi tersebut membuka kemungkinan adanya guncangan gempa atau genangan besar yang terjadi pada masa lalu.

Di Kulon Progo, yang berlokasi tidak jauh dari Bandara Internasional Yogyakarta, tim menemukan lapisan pasir yang mengandung beragam mikrofosil laut seperti foraminifera, radiolaria, dan ostrakoda. Yang menarik, menurut Eko, sebagian organisme tersebut berasal dari lingkungan laut dalam.

“Kehadiran mikrofosil laut dalam menjadi bukti kuat bahwa material tersebut terbawa oleh peristiwa genangan laut besar dan bukan oleh banjir pesisir biasa,” ujar Eko.

Temuan serupa juga diperoleh di Cibuaya, Banten. Di lokasi tersebut ditemukan lapisan pasir yang kaya akan mikrofosil laut dan berada tepat di bawah lapisan batang-batang pohon yang terkubur di rawa. Penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa pohon-pohon tersebut mati sekitar 300 hingga 400 tahun lalu.

“Hubungan stratigrafi tersebut mengindikasikan bahwa suatu peristiwa genangan laut besar kemungkinan terjadi terlebih dahulu, kemudian diikuti perubahan lingkungan yang menyebabkan pohon-pohon tumbang dan tertimbun dalam sedimen rawa,” ujarnya.

Sementara itu, di Tabanan, Bali, penelitian menemukan susunan bongkah batu dan fragmen genteng yang orientasinya mengarah ke daratan. Struktur tersebut menunjukkan adanya aliran air yang sangat kuat dari arah laut.

“Berdasarkan hubungan dengan lapisan abu vulkanik yang diduga berasal dari letusan Gunung Tambora tahun 1815, usia kejadian tsunami di lokasi tersebut diperkirakan kembali berada pada kisaran 400 tahun lalu,” Eko menjelaskan.

Pola Menarik

Setelah mengkompilasi data radiokarbon dari berbagai lokasi, para peneliti menemukan pola yang menarik. Umur endapan tsunami ternyata tidak tersebar secara acak, melainkan mengelompok pada beberapa periode tertentu. Klaster termuda berada pada sekitar 400 tahun lalu, sementara klaster yang lebih tua muncul pada periode sekitar tahun 800–1000 Masehi, 100–300 Masehi, dan 400–700 Sebelum Masehi.

“Pola ini menjadi hipotesis kerja terbaik kami mengenai pengulangan tsunami besar di sepanjang margin selatan Jawa. Namun data tambahan masih diperlukan untuk memastikan apakah seluruh kejadian tersebut terkait dengan megathrust regional atau kombinasi tsunami lokal dan regional,” kata Eko.

Narasi Tradisional

Salah satu temuan yang paling menarik dari penelitian ini justru muncul di luar ranah geologi. Setelah menemukan indikasi tsunami besar sekitar 400 tahun lalu, para peneliti mulai mempertanyakan apakah jejak peristiwa tersebut masih tersimpan dalam memori kolektif masyarakat pesisir. Kajian kemudian diarahkan pada berbagai narasi tradisional yang berkembang di pesisir selatan Jawa, termasuk tradisi mengenai Ratu Kidul dan naskah Serat Sri Nata.

Eko mengatakan, ketika deskripsi dalam naskah tersebut dibandingkan dengan kesaksian korban tsunami modern, ditemukan sejumlah kemiripan yang mencolok, seperti perilaku laut yang tidak biasa, suara keras dari arah laut, angin kencang, suasana gelap, kepanikan massal, kerusakan yang luas, dan banyaknya korban jiwa.

“Hal ini tentu bukan bukti bahwa suatu peristiwa tsunami tertentu benar-benar tercatat dalam naskah tersebut. Namun temuan ini membuka kemungkinan bahwa narasi tradisional dapat menyimpan fragmen memori lingkungan yang bertahan sangat lama setelah peristiwa fisiknya sendiri hilang dari sejarah tertulis,” ia mengungkapkan.

Melalui pendekatan multidisiplin yang menggabungkan geologi, mikropaleontologi, arkeologi, dan sejarah budaya, penelitian ini menunjukkan bahwa rekonstruksi sejarah bencana masa lalu dapat dilakukan melalui berbagai sumber pengetahuan. Eko menjelaskan, penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami ancaman megathrust di zona subduksi selatan Jawa yang hingga kini masih menyimpan banyak pertanyaan mengenai sejarah kejadian gempa dan tsunami besar.

Menurutnya, berdasarkan zona subduksi selatan Jawa berpotensi menghasilkan gempa megathrust. Oleh karena itu, untuk memahami ancaman di masa depan, para peneliti berupaya merekonstruksi sejarah tsunami masa lalu melalui pendekatan paleotsunami, yaitu kajian terhadap jejak-jejak geologi yang ditinggalkan oleh tsunami purba.

“Selain alasan ilmiah, penelitian ini juga didorong oleh kebutuhan praktis dalam mitigasi bencana mengingat adanya potensi sepanjang pesisir selatan Jawa terekspos ancaman gempa bumi dan tsunami. Hal ini penting untuk penilaian Risiko dan perencanaan ketahanan bencana,” ujarnya.

Tags: BRINtsunami selatan jawa

Related Posts

Pasar tradisional di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ekonomi Jawa Barat Triwulan III-2026 Tumbuh 5,89 Persen

Editor
5 November 2026

BANDUNG – Ekonomi Jawa Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2026 mencapai Rp...

Pertumbuhan ekonomi.(Image: Bank Indonesia)

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2026 Capai 5,47 Persen

Editor
5 November 2026

Ekonomi Indonesia triwulan III-2026 tumbuh sebesar 5,47 persen dibanding triwulan III-2025 (y-on-y). JAKARTA - Perekonomian Indonesia triwulan III-2026 berdasarkan besaran...

Como 1907, biasanya disebut Como, adalah klub sepak bola Italia yang bermarkas di kota Como, Lombardia, dan berdiri pada 1907.

Liga Champions Eropa: Luar Biasa, Como Sikat Lens 9-1

Editor
5 November 2026

MANCHESTER: Liga Champions Eropa atau UEFA Champions League 2026/2027 memasuki pekan ke-empat fase grup pada Rabu 4 November 2026. Klub...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

Perkuat Penegakan Hukum Pasar Modal, OJK Jatuhkan Sanksi ke Sejumlah Pihak, Ini Rinciannya

Editor
4 November 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melaksanakan penegakan hukum secara tegas dan berkelanjutan terhadap berbagai bentuk pelanggaran di pasar...

UEFA Champions League, Liga Champions,barcelona,benfica,arsenal,dinamo zagreb,real madrid,psg,juventus,psv,psg,brest,dortmund,sporting,celtic,bayern,champions,atalanta,club brugge,bayern,leverkusen,inter milan,liga champions eropa

Liga Champions Eropa: PSG Pesta Gol di Kandang Villarreal 6-0

Editor
4 November 2026

MANCHESTER: Liga Champions Eropa atau UEFA Champions League 2026/2027 memasuki pekan ke-empat fase grup pada Selasa 3 November 2026. PSG...

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kedatangan satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan terekam kamera jebak (camera trap) pada tanggal 10 Oktober 2026. Anak badak tersebut terpantau sedang berkubang bersama induknya yang teridentifikasi bernama Desy.(Foto: Dok. TNUK Via Kemenhut)

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kabar gembira datang dari Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.