• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 1 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya

Editor
Rabu, 10 Juni 2026 - 06:43
Warga Kota Bandung antusias ikuti program padat karya.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Warga Kota Bandung antusias ikuti program padat karya.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Warga Kota Bandung nampak bersemangat mengikuti program padat karta oleh Pemerintah Kota Bandung. Seperti Nampak di Kantor Kecamatan Batununggal, Selasa, 9 Juni 2026. Puluhan warga dari berbagai kelurahan berkumpul mengenakan perlengkapan kerja, siap memulai Program Padat Karya Tematik 2026 yang digagas Pemerintah Kota Bandung.

Di tengah tantangan ekonomi dan masih tingginya angka pengangguran, program ini menjadi secercah harapan bagi masyarakat untuk tetap produktif sekaligus memperoleh penghasilan.

RelatedPosts

76% Penumpang Whoosh Bayar Pakai QR Code

Pendapatan Usaha Jasa Marga Tumbuh 7,9%, Kuartal III 2026

Musim Hujan 2026/2027: BNPB Terbitkan Delapan Langkah Kesiapsiagaan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara langsung melepas para peserta yang berasal dari Kelurahan Maleer, Samoja, Cibangkong, Kebon Gedang, Gumuruh, dan Kacapiring.

Menurut Farhan, program padat karya bukan sekadar memberikan pekerjaan sementara, tetapi menjadi jembatan bagi warga yang masih berjuang keluar dari pengangguran terbuka.

“Total ada sekitar 8.600 peserta padat karya di Kota Bandung tahun ini. Ini menjadi jembatan bagi masyarakat yang masih mencari pekerjaan tetap. Sambil bekerja dan mendapatkan penghasilan, mereka tetap bisa mencari peluang kerja yang lebih permanen,” ujarnya seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.

Farhan mengungkapkan, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung saat ini masih berada di kisaran 7,2 persen.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus mengembangkan berbagai strategi untuk membuka akses pekerjaan, baik melalui program padat karya maupun layanan informasi lowongan kerja secara daring dan luring.

“Pemerintah tidak hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga menyediakan akses dan informasi pekerjaan. Kami ingin menjadi penghubung antara pencari kerja dan dunia usaha sehingga peluang kerja semakin terbuka,” katanya.

Dalam sambutannya, Farhan memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap semangat bekerja dan tidak menyerah menghadapi keadaan.

Ia menuturkan, produktivitas tidak selalu identik dengan pekerjaan formal. Selama seseorang masih mau bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat, maka ia telah berkontribusi bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Jangan pernah malu selama kita masih bisa bergerak. Artinya kita masih punya harkat dan derajat. Yang penting terus bekerja dan berkarya,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Program Padat Karya Tematik tahun ini difokuskan pada kegiatan penanganan lingkungan dan kebersihan wilayah. Selain membantu warga memperoleh penghasilan, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Menariknya, peserta padat karya berasal dari berbagai latar belakang. Salah satunya Dava (23), mahasiswa semester akhir asal Kelurahan Kacapiring. Di sela kesibukannya menyelesaikan kuliah, ia memilih mengikuti program tersebut karena melihat manfaatnya bagi masyarakat.

“Program ini sangat membantu warga. Lingkungan jadi lebih bersih dan terawat. Selain itu, warga juga mendapatkan manfaat ekonomi. Semoga program seperti ini terus ada ke depannya,” ujar Dava.

Hal senada disampaikan Sri (62), seorang ibu rumah tangga asal Kacapiring. Menurutnya, program padat karya menjadi solusi yang baik bagi warga yang belum memiliki pekerjaan tetap.

“Program ini bagus untuk masyarakat, terutama yang belum mendapatkan pekerjaan secara mantap. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” katanya.

Sementara itu, Yoga, seorang pengemudi ojek online dari Kelurahan Cibangkong, mengaku program tersebut memberikan tambahan penghasilan yang sangat berarti di tengah pendapatan harian yang tidak menentu.

“Kalau narik ojol kan kadang ramai, kadang sepi. Dengan padat karya ini ada tambahan penghasilan yang jelas. Apalagi ada perlindungan BPJS dan asuransi kecelakaan kerja, jadi lebih tenang saat bekerja,” ungkapnya.

Yoga berharap program serupa dapat diperluas cakupannya sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi perkotaan, Program Padat Karya Tematik menjadi bukti bahwa upaya penanganan pengangguran tidak selalu harus dilakukan melalui proyek-proyek besar.

Dengan melibatkan warga secara langsung dalam kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan, program ini mampu menghadirkan dua manfaat sekaligus: menjaga wajah kota tetap bersih dan memberikan penghasilan bagi masyarakat.

Bagi Pemerintah Kota Bandung, padat karya bukan hanya tentang menyapu jalan, membersihkan sungai, atau merapikan lingkungan.

Lebih dari itu, program ini menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, memberikan ruang bagi warga untuk tetap produktif, menjaga martabat, dan menatap masa depan dengan optimisme.

“Seluruh warga Kota Bandung harus produktif. Peluang selalu ada bagi mereka yang mau berusaha,” pungkas Farhan.

Tags: FarhanMuhammad Farhanpadat karyaWarga Kota Bandung

Related Posts

Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.(Foto: Humas KCIC)

76% Penumpang Whoosh Bayar Pakai QR Code

Editor
1 November 2026

JAKARTA - Sebanyak 76% penggunaan tiket saat proses boarding Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari–September 2026 dilakukan melalui tiket digital...

Jalan tol Jasa Marga.(Foto: Humas Jasa Marga)

Pendapatan Usaha Jasa Marga Tumbuh 7,9%, Kuartal III 2026

Editor
1 November 2026

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III 2026, didukung oleh kontribusi...

Memasuki Musim Penghujan, Ratusan TPS di Majalengka Rawan Bencana

Musim Hujan 2026/2027: BNPB Terbitkan Delapan Langkah Kesiapsiagaan

Editor
1 November 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan delapan langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi musim hujan 2026/2027. Langkah tersebut mencakup pemetaan...

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cimayor Sumedang

Selamatkan Ayam Piaraan, Pria ASN di Bandung Tewas di Tangan Pencuri

Editor
1 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pria aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas di tangan pencuri saat berusaha mempertahankan ayam...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat acara Anugerah ASN Berprestasi dan ASN Teladan Tahun 2026 di Hotel Grandia, Jumat 30 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

ASN Award 2026 Kota Bandung untuk Memacu Kinerja

Editor
1 November 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi melalui ajang ASN Award. Penghargaan ini...

Foto : Tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (30/10). (BPBD Kabupaten Sinjai)

Kejadian Bencana dan Penanggulannya Per Sabtu 31 Oktober 2026

Editor
1 November 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.