SATUJABAR, SAMARINDA – Wakil Ketua Umum (Waketum) II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI Purn Soedarmo, secara resmi membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026 yang digelar di Samarinda, Rabu tanggal 3 Juni 2026.
Soedarmo menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi sebagai pondasi utama pembinaan olahraga prestasi. Selain itu, sebagai organisasi juga harus patuh terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Dalam arahannya, Soedarmo mengingatkan seluruh pengurus memahami esensi AD/ART KONI yang harus dijadikan rujukan dalam berorganisasi.
Tak ketinggalan, Soedarmo mengulas kembali sejarah panjang KONI sebagai lembaga otoritas olahraga prestasi nasional yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga harkat dan martabat bangsa melalui prestasi olahraga.
“Kita tidak boleh melupakan sejarah KONI dan bagaimana lembaga ini berdiri untuk mempersatukan bangsa melalui olahraga. Oleh karena itu, penguatan tata kelola organisasi di tingkat provinsi menjadi harga mati. Semua dinamika dalam Musorprov harus diselesaikan dengan bersandar pada AD/ART. KONI Kaltim juga harus tetap tegak lurus dengan kebijakan dan arahan KONI Pusat demi keselarasan program pembinaan nasional,” tegas Soedarmo di hadapan para pengurus cabang olahraga dan KONI Kabupaten/Kota se-Kaltim dilansir laman KONI Pusat.
Lebih lanjut, KONI Pusat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kepengurusan KONI Kaltim periode sebelumnya di bawah kepemimpinan Drs. H. Rusdiansyah Aras. Soedarmo memuji torehan tinta emas Kaltim yang konsisten menjaga tradisi masuk peringkat 10 besar nasional sekaligus menjadi provinsi dengan performa terbaik di Pulau Kalimantan.
Tercatat, Kaltim sukses menempati peringkat ke-8 pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 dengan raihan 29 emas, serta melonjak ke peringkat ke-5 pada PON Beladiri I/2025 di Kudus dengan koleksi 15 medali emas. Tidak hanya itu, atlet-atlet Kaltim juga bersinar di level internasional seperti M. Aliansyah (emas gulat) dan Mutiara Ayuningtyas (perak gulat) pada SEA Games Thailand 2025.
Menatap masa depan, Soedarmo mengimbau agar siapa pun Ketua Umum dan jajaran pengurus yang terpilih nanti, tidak boleh membuang waktu. “Setelah Musorprov ini selesai, pengurus baru harus langsung melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Satukan kembali seluruh elemen masyarakat olahraga Kaltim,” ujarnya.
Konsolidasi cepat dinilai krusial karena agenda olahraga ke depan sangat padat. Selain target mengembalikan Kaltim ke posisi 5 besar pada PON XXII/2028 di NTB-NTT, pengurus baru sudah dihadapkan pada sejumlah terobosan kejuaraan multi-event terdekat. Di antaranya adalah PON Beladiri 2026 di Sulawesi Utara dan PON Pantai 2026 di Jakarta, yang disusul oleh persiapan PON Indoor serta PON Remaja.
“Bicara olahraga, kita bicara Merah Putih. Olahraga adalah pemersatu bangsa, sehingga nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi harus menjadi nafas kita dalam bekerja demi mengantar atlet Kaltim meraih prestasi dunia,” pungkas Soedarmo menutup sambutannya.




