• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Asian Games 2026: Indonesia Kirim 432 Atlet untuk 35 Cabor

Editor
Sabtu, 01 Agustus 2026 - 02:49
Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi menetapkan kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.(foto:NOC Indonesia)

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi menetapkan kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.(foto:NOC Indonesia)

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.

SATUJABAR, JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi menetapkan kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga akan membawa Merah Putih bersaing di ajang olahraga terbesar di Asia yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.

RelatedPosts

Asian Games 2026: Ada Fungsi Rumah Indonesia?

Hari Jadi Kota Bandung: 10 Pasangan Nikah Massal Gratis

Polytron Surabaya International Challenge 2026 Digelar 22–27 September

Jumlah itu akan ditambah 148 pelatih dan official serta 32 orang tim Chef de Mission (CdM). Komposisi tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh antara tim review Kemenpora dan Komisi Sport NOC Indonesia bersama federasi cabang olahraga terhadap kesiapan atlet, peluang prestasi.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa Tim Indonesia berangkat dengan optimisme tinggi untuk melanjutkan tren positif prestasi olahraga nasional di level Asia.

“Asian Games bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi panggung untuk menunjukkan bahwa olahraga Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing dengan negara-negara terbaik di Asia. Seluruh atlet yang berangkat telah melalui proses seleksi dan persiapan yang maksimal. Kini saatnya mereka tampil percaya diri, memberikan yang terbaik, dan mengharumkan nama Indonesia,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari seperti dikutip laman Kemenpora.

Selain cabang olahraga yang mendapat dukungan pendanaan melalui APBN, terdapat tiga cabang olahraga yang berangkat melalui skema pendanaan mandiri, yakni tinju, anggar dan tenis meja. Pendanaan tersebut berasal dari federasi masing-masing dan dukungan para mitra.

Namun, Meski menggunakan skema pembiayaan yang berbeda, Komite Olimpiade Indonesia menegaskan bahwa tidak ada perbedaan target maupun tanggung jawab prestasi bagi seluruh atlet yang tergabung dalam Tim Indonesia.

“Tidak ada perbedaan antara cabang olahraga yang didukung melalui APBN maupun yang berangkat secara mandiri. Ketika mereka resmi menjadi bagian dari Tim Indonesia, maka tanggung jawabnya sama, yaitu memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih medali untuk Indonesia. Skema pendanaan boleh berbeda, tetapi target prestasi tetap sama,” tegas Okto.

Okto menjelaskan, skema keberangkatan mandiri merupakan bentuk komitmen dan gotong royong cabang olahraga untuk tetap tampil di panggung Asia. Karena itu, setiap cabang olahraga yang menggunakan skema tersebut tetap melalui proses evaluasi yang sama, baik dari sisi kesiapan atlet, peluang prestasi, maupun aspek operasional selama penyelenggaraan Asian Games.

“NOC Indonesia memastikan seluruh atlet yang tergabung dalam Tim Indonesia memperoleh pelayanan, koordinasi, dan dukungan kontingen yang sama selama mengikuti Asian Games. Yang kami nilai bukan dari sumber pembiayaannya, melainkan kesiapan mereka untuk bersaing dan mengharumkan nama bangsa,” jelas Okto.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan penetapan Tim Indonesia merupakan hasil proses evaluasi yang dilakukan secara objektif dan profesional demi memastikan atlet yang berangkat benar-benar memiliki kesiapan untuk bersaing di level Asia.

“Kemenpora bersama NOC Indonesia dan seluruh cabang olahraga berkomitmen mengirimkan atlet-atlet terbaik yang memiliki kesiapan dan peluang prestasi. Setiap nama yang masuk dalam kontingen telah melalui proses review yang ketat, sehingga kami optimistis Tim Indonesia mampu tampil kompetitif di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Yang terpenting, para atlet dapat bertanding dengan fokus, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menunjukkan performa terbaik demi memberikan kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” ujar Menpora Erick Thohir.

BACA JUGA: Taklukkan Padang Pasir Bromo, Raih Tiket BRODER50 Cukup dengan Menabung di bank bjb

Menpora juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi mendukung persiapan kontingen Indonesia, termasuk cabang olahraga yang berangkat melalui skema pendanaan mandiri.

“Adanya cabang olahraga yang berangkat dengan skema pendanaan mandiri ini adalah bukti semangat kolaborasi, yang menunjukkan bahwa membangun prestasi olahraga adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah mengapresiasi seluruh federasi dan para mitra yang ikut mengambil peran. Apa pun skema pendanaannya, ketika mengenakan lambang Garuda di dada, seluruh atlet membawa satu nama, yaitu Indonesia. Saya berharap seluruh kontingen dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Merah Putih,” tutup Menpora.

Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu menyatakan kesiapannya untuk melayani atlet dengan sebaik mungkin. Ia memastikan persiapan yang dilakukan sudah semakin matang untuk memastikan atlet dapat fokus mempersiapkan diri jelang pertandingan, keberangkatan sampai kepulangan.

“Semua persiapan sudah berjalan sesuai rencana. Kami juga terus berkomunikasi intensif baik dengan Kemenpora, NOC Indonesia maupun federasi nasional cabor yang akan berangkat mulai dari persiapan, keberangkatan, akomodasi, operasional pertandingan hingga kepulangan dapat berjalan optimal. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa melayani atlet supaya dapat meraih prestasi terbaik di Asian Games 2026 nanti,” tutup CdM Todotua.

Perjuangan Tim Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis. Komite Olimpiade Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Aice, Mills, BAIC, Kings Travel, TikTok, dan Perumnas yang telah memberikan dukungan bagi persiapan kontingen Indonesia. Kolaborasi antara dunia olahraga, pemerintah, dan sektor swasta menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang semakin kuat, profesional, dan berkelanjutan.

Tags: asian games

Related Posts

Rumah Indonesia di Asian Games 2026.(Foto: Humas Kemenpora)

Asian Games 2026: Ada Fungsi Rumah Indonesia?

Editor
23 September 2026

NAGOYA – Asian Games 2026 ini, Rumah Indonesia hadir di Nagoya sebagai ruang pendukung bagi kontingen Indonesia selama Asian Games...

Nikah massal di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Hari Jadi Kota Bandung: 10 Pasangan Nikah Massal Gratis

Editor
23 September 2026

BANDUNG - Hari Jadi Kota Bandung ke-216 (HJKB) tahun 2026 diwarnai dengan kisah cinta 10 pasangan yang mengikuti program Nikah...

Konferensi pers Polytron Surabaya International Challenge.(Foto: Dok. PBSI)

Polytron Surabaya International Challenge 2026 Digelar 22–27 September

Editor
22 September 2026

SURABAYAYA - Kota Surabaya bersiap menyambut persaingan kejuaraan bulutangkis internasional. Polytron Surabaya International Challenge 2026 akan digelar pada 22–27 September...

Tim bulutangkis Indonesia di Asian Games 2026.(Foto: Dok. PBSI)

Asian Games 2026: Tim Bulutangkis Fokus Babak Perempatfinal

Editor
22 September 2026

ICHINOMIYA - Tim beregu putra dan putri Indonesia memusatkan fokus pada babak perempatfinal Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Laga perebutan medali...

Tangkapan layar pergerakan IHSG pada sesi pagi Selasa 22-9-2026 di Bursa Efek Indonesia.(Image: Google Finance)

Harga Saham Terendah Jadi Rp1 Per 28-9-2026, Ini Penjelasan BEI

Editor
22 September 2026

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi telah menyesuaikan ketentuan batasan harga terendah (minimum) dan batasan Auto Rejection...

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj RI Ian Heriawan.(Foto: Humas Kemenhaj)

Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif untuk Tekan BPIH 2027

Editor
22 September 2026

JAKARTA - Kemenhaj atau Kementerian Haji dan Umrah membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.