SATUJABAR, KARAWANG–Seorang balita di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga menjadi korban penganiayaan pacar ibunya. Balita malang berusia 1,5 tahun tersebut, dilaporkan tewas secara tidak wajar.
Balita laki-laki berinisial TP, warga Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, bernasib tragis. Balita berusia 1,5 tahun tersebut, dilaporkan tewas mengenaskan setelah diduga menjadi korban penganiayaan.
Terungkapnya dugaan penganiayaan terhadap balita malang tersebut, setelah tewas secara tidak wajar, pada Selasa (14/04/2026). Pihak keluarga dan warga curiga setelah menemukan sejumlah luka memar, yang diduga perbuatan pacar ibunya.
Kejadiannya berawal saat korban dilarikan ke sebuah klinik. Ibu kandung korban bernama Norma, menghubungi Komalasari, ibu sambung korban, minta datang ke klinik, Selasa (14/04/2026) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.
Setibanya di klinik, Komalasari melihat koban sudah dalam kondisi memprihatinkan, hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit. Sayang, koban tidak tertolong sebelum mendapat penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Komalasari dan warga curiga atas penyebab kematian korban, setelah menemukan sejumlah luka memar dan luka mirip bekas gigitan pada tubuh, dahi, hingga paha korban. Kecurigaan makin kuat setelah ibu kandung korban bungkam dan mengaku tidak tahu.
Kesaksian warga menyebutkan, pada hari kejadian, korban diajak bermain pacar ibunya berinisial RA ke bengkel tempatnya bekerja. Saat dikembalikan RA kepada ibu kandungnya, korban sudah dalam kondisi memprihatinkan.
RA yang diduga telah menganiaya, lari dari tanggungjawab setelah menghilang saat korban dilarikan ke klinik dan harus dirujuk ke rumah sakit. Warga yang berusaha mencarinya, belum menemukan RA, termasuk di bengkel.
Pihak keluarga telah melaporkan kasus kemarian korban secara tidak wajar ke Polres Karawang. Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan telah menerima laporan dan Tim Satreskrim langsung melakukan pengecekan.
“Benar, sudah dicek Tim Satreskrim Polres Karawang. Saat ini sedang dilakukan pendalaman,” ujar Cep Wildan, saat dikonfirmasi wartawan.







