• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Pacu Transformasi Industri Lewat Forum BRICS PartNIR 2026 di Tiongkok

Editor
Kamis, 04 Juni 2026 - 01:37
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Dok. Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Dok. Kemenperin)

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kerja sama internasional guna mendukung transformasi industri nasional melalui partisipasi aktif pada BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026, dalam Sub-Forum on Industrial Intelligence and Technology Innovation yang digelar di Xiamen, Tiongkok.

Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi negara-negara BRICS dan mitra untuk memperkuat kolaborasi di bidang teknologi industri, kecerdasan artifisial, manufaktur cerdas, hingga inovasi digital berkelanjutan. Keikutsertaan Indonesia dalam forum ini sejalan dengan semakin aktifnya peran Indonesia dalam kerja sama BRICS, khususnya dalam memperluas akses industri, investasi, teknologi, dan penguatan rantai pasok global.

RelatedPosts

Tidak Terima Ditegur, Pemuda di Bandung Barat Bacok Pengemudi Ojol

Pengedar Sabu di Sumedang Ditangkap, Modus Mengaku Polisi

Puskemas Bantarujeg Majalalengka Dituduh Tolak Pasien, Dokter Klarifikasi

“Indonesia memandang momentum ini sebagai peluang strategis untuk mempercepat transformasi industri nasional melalui penguatan manufaktur cerdas, digitalisasi industri, dan pengembangan industri hijau yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/6).

Sub-forum bertajuk Industrial Intelligence and Technology Innovation tersebut membahas berbagai isu strategis terkait penerapan kecerdasan artifisial, big data, otomatisasi industri, manufaktur pintar, hingga pengembangan ekosistem inovasi digital di sektor industri. Pembahasan tersebut dinilai relevan dengan agenda transformasi industri nasional melalui peta jalan Making Indonesia 4.0 yang memacu percepatan adopsi teknologi dan penguatan daya saing manufaktur Indonesia.

Dalam sub forum yang dilaksanakan pada 28 Mei 2026, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menekankan, kerja sama internasional menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi industri nasional. Menurutnya, keterhubungan dengan mitra global dapat memperkuat inovasi, meningkatkan daya saing industri manufaktur dalam negeri, serta membentuk ekosistem industri yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika global.

“Sinergi antarnegara BRICS memiliki peran strategis agar transformasi industri dapat berjalan secara inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Kemenperin melihat potensi besar pengembangan kerja sama di bidang Artificial Intelligence, Internet of Things, Big Data, industrial robotics, hingga digital standardization untuk memperkuat keterhubungan industri di antara negara-negara BRICS,” ujarnya.

Selain itu, Kemenperin juga terus memperkuat kerja sama dalam pengembangan startup industri dan ekosistem inovasi digital, khususnya untuk mendukung transformasi digital industri kecil dan menengah (IKM). Harmonisasi standar digital dan penguatan kompetensi sumber daya manusia industri dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi era industri baru yang semakin berbasis teknologi.

Dalam implementasi Making Indonesia 4.0, Kemenperin telah melakukan berbagai program strategis mulai dari pendampingan transformasi digital industri, pengembangan pusat kapabilitas industri 4.0, hingga penguatan program pengembangan talenta industri. Salah satu program yang terus diperluas adalah E-Smart IKM yang telah membantu lebih dari 20 ribu pelaku IKM memanfaatkan platform digital dalam pengembangan usaha dan pemasaran produk.

Kemenperin juga menilai pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mendukung transformasi industri masa depan. Selain penguasaan teknologi, kesiapan SDM dalam beradaptasi dan berinovasi menjadi faktor penting dalam menciptakan industri yang berdaya saing tinggi.

“Karena itu, Kemenperin membuka peluang kerja sama antarnegara BRICS di bidang pendidikan digital, pelatihan industri, program Training of Trainers, serta pengembangan platform pembelajaran digital bersama,” katanya.

Melalui partisipasi dalam BRICS PartNIR 2026, Kemenperin berharap kolaborasi di bidang teknologi, investasi, inovasi, dan pertukaran pengetahuan antarnegara anggota BRICS dapat semakin diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi industri nasional yang cerdas, hijau, inklusif, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Tags: Agus Gumiwang KartasasmitaBRICS PartNIR 2026kemenperinMenperin

Related Posts

Pemuda di Sukabumi Diringkus Polisi Setelah Terlibat Aksi Pengeroyokan dan Pembacokan

Tidak Terima Ditegur, Pemuda di Bandung Barat Bacok Pengemudi Ojol

Editor
2 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Insiden berdarah melukai seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Korban dibacok pelaku yang tidak...

Kapolres Sumedang, AKBP Reza Ma'ruffi menunjukan barang bukti pengungkapan kasus narkoba jenis sabu, obat keras, hingga minuman keras.(Foto:Istimewa).

Pengedar Sabu di Sumedang Ditangkap, Modus Mengaku Polisi

Editor
2 November 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Seorang pengedar narkoba jenis sabu beroperasi di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ditangkap polisi. Dalam menjakankan bisnis haramnya, pelaku...

Klarifikasi dokter jaga Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengla, atas tuduhan menolak pasien viral di media sosial.(Foto:Istimewa).

Puskemas Bantarujeg Majalalengka Dituduh Tolak Pasien, Dokter Klarifikasi

Editor
2 November 2026

SATUJABAR, MAJALENGKA--Heboh di media sosial, rekaman video seorang pasien yang dinarasikan ditolak berobat di Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat....

Bandung Good Guide,turis,wisman,wisata,jabar

Kunjungan Wisman ke Jabar September 2026 Turun

Editor
2 November 2026

BANDUNG - Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada September 2026 tercatat sebanyak 305 kunjungan, atau turun...

Pelayanan peti kemas di Pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat.(Foto: Istimewa)

Ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 Naik 8,06 Persen

Editor
2 November 2026

BANDUNG - Ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 mencapai USD 31,22 miliar atau naik 8,06 persen dibanding periode yang sama tahun...

inflasi september 2022

Inflasi Jawa Barat pada Oktober 2026 Sebesar 2,90 Persen

Editor
2 November 2026

BANDUNG – Inflasi Jawa Barat pada Oktober 2026 year on year (y-on-y) sebesar 2,90 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK)...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.