• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tasikmalaya Berasal dari Pasir Gunung Galungung

Editor
Kamis, 24 November 2022 - 01:22
Tasikmalaya Berasal dari Pasir Gunung Galungung

BANDUNG – Tasikmalaya tak bisa terpisahkan dari  Jawa Barat. Kota bersejarah yang mendapat julukan sebagai Sang Mutiara dari Priangan Timur ini sudah ada dalam catatan administrasi Hindia Belanda pada tahun 1820.

Saat itu, namanya adalah Distrik Tasjikmalaija op Tjitjariang.  Nama Tasikmalaya pertama kali digunakan sekitar tahun 1816-1820.

RelatedPosts

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Mengutip dari buku Asal-usul Kota-kota di Indonesia Tempo Doeloe yang ditulis Zaenuddin HM, di masa lampau di wilayah Tasikmalaya ada sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Galungung.

Kerajaan tersebut berdiri pada 13 Bhadrapa 1033 Saka atau 21 Agustus 1111. Penguasa pertama adalah Batari Hyang.  Kerajaan Galunggung bertahan hingga enam kali pergantian raja yang semuanya masih keturunan Batari Hyang.

Nama Tasikmalaya awalnya adalah Sukapura yang berada di bawah kekuasaan Sultan Agung dari Kerajaan Mataram.

Ada dua versi terkait asal-usul nama Tasikmalaya. Versi pertama, Tasimalaya berasal dari dua kata Bahasa Sunda yakni keusik yang berarti pasir dan nglayah yang berarti bertebaran.

Sehingga secara garis besar, Tasikmalaya berarti pasir yang bertebaran. Versi ini terkait letusan Gunung Galunggung pada tahun 1822 yang berpengaruh besar pada Kabupaten Sukapura.

Saat letusan terjadi, banyak pasir yang menyelimuti Sukapura sehingga daerah tersebut disebut Keusik Nglayah yang kemudian menjadi nama Tasikmalaya.

Versi kedua menyebut Tasikmalaya berasal dari dua kata yakni “tasik” dan “malaya” Tasik berarti laut, telaga, atau air yang menggenangi wilayah. Sedangkan malaya berarti jajaran gunung-gunung. Sehingga Tasikmalaya dapat dimaknai dengan gunung yang banyak lasksana air laut.

Letusan gunung menyebabkan terbentuknya jurang-jurang yang terjal dan membentuk sebuah formasi sepatu kuda ke arah timur Gunung Galunggung. Konon ada 3.647 bukit-bukit kecil di kawasan tersebut yang memperkuat ciri khas geografis Tasikmalaya.

Sayangnya bukit-bukit kecil tersebut sudah tak ada lagi karena pembangunan. Yang tertinggal hanyalah nama bukit di tengan Kota Tasikmalaya. Dari cerita tersebut, banyak orang yang berpendapat jika nama Tasikmalaya ada setelah Gunung Galunggung melestus. Hal tersebut diperkuat dengan laporan Residen Priangan di tahun 1816 yang tidak menyebut nama Tasikmalaya sebagai sebagai sebuah distrik.

Setelah masa Kerajaan Galunggung, ada periode kepemimpinan Sukakerta, cikal bakap Sukapura yang menjadi Tasikmalaya. Sukakerta berpusat di (daerah Salopa) yakni daerah yang merdeka dari pengaruh kekuasaan manapun.

Sukakerta merupakan salah satu daerah bawahan dari kerajaan Sunda Pajajaran yang berpusat di Pakuan. Penguasa pertama Sukakerta adalah Sri Gading Anteg. Masa hidup Sri Gading Anteg sezaman dengan Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja), yaitu sekitar akhir abad XV sampai awal abad XVI.

Sementara Dalem Sukakerta yang bernama Brajayuda adalah penerus tahta Sukakerta, yang hidupnya sezaman dengan Prabu Surawisesa (1521-1535 M) sebagai penerus tahta kerajaan Pajajaran sepeninggal Prabu Siliwangi.

Tasikmalaya mencatat beberapa sejarah di masa penjajahan salah satunya perjuangan melawan Jepang yang dipimpin oleh KH Zaenal Mustofa di Singaparna. Tasikmalaya juga mencatat sejarah penerbangan pertama dengan pesawat terbang yang menggunakan bendera merah putih dari Pangkalan Udara Cibeureum.

Penerbangan tersebut dilakukan oleh pilot Adi Sutjipto dan Basyir Surya. Selain itu kongres pertama Koperasi Indonesia juga dilakukan di Tasikmalaya yang melahirkan Hari Koperasi pada 12 Juli serta lahirnya konsep pertahanan keamanan rakyat semesta (Hankamrata).

Tags: pasir gunung galunggungsilihwangisukapuratasikmalaya

Related Posts

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Helaran Karnaval Budaya Titik Klimaks Hari Jadi Kuningan ke-528

Editor
14 September 2026

KUNINGAN – Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan  bertajuk “Tumapak ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan” berhasil menyedot antusiasme...

Salah satu area di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Bangbayang, Desa di Pinggir Hutan Lindung

Editor
13 September 2026

Jumlah rumah di kampung buhun, Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja tak pernah bertambah. Jumlahnya selalu 70 rumah, tak kurang dan...

– Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval”, kegiatan ini resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Stadion Rana Diraksa.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Gelar Budaya dan Olahraga Desa Suganangan Membangun Kolaborasi

Editor
11 September 2026

KUNINGAN – Gelaran budaya dan olahraga tahunan Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan kembali bergulir. Mengusung tajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.