• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 3 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tasikmalaya Berasal dari Pasir Gunung Galungung

Editor
Kamis, 24 November 2022 - 01:22

BANDUNG – Tasikmalaya tak bisa terpisahkan dari  Jawa Barat. Kota bersejarah yang mendapat julukan sebagai Sang Mutiara dari Priangan Timur ini sudah ada dalam catatan administrasi Hindia Belanda pada tahun 1820.

Saat itu, namanya adalah Distrik Tasjikmalaija op Tjitjariang.  Nama Tasikmalaya pertama kali digunakan sekitar tahun 1816-1820.

RelatedPosts

Semangat Warga Usung Kuningan Jadi Kabupaten Angklung

Di Hari Puisi Nasional, Menbud Fadli Zon Ziarahi Makam Chairil Anwar dan Bacakan Puisinya

Menelusuri Jejak Sejarah Pahlawan Margonda di Bogor

Mengutip dari buku Asal-usul Kota-kota di Indonesia Tempo Doeloe yang ditulis Zaenuddin HM, di masa lampau di wilayah Tasikmalaya ada sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Galungung.

Kerajaan tersebut berdiri pada 13 Bhadrapa 1033 Saka atau 21 Agustus 1111. Penguasa pertama adalah Batari Hyang.  Kerajaan Galunggung bertahan hingga enam kali pergantian raja yang semuanya masih keturunan Batari Hyang.

Nama Tasikmalaya awalnya adalah Sukapura yang berada di bawah kekuasaan Sultan Agung dari Kerajaan Mataram.

Ada dua versi terkait asal-usul nama Tasikmalaya. Versi pertama, Tasimalaya berasal dari dua kata Bahasa Sunda yakni keusik yang berarti pasir dan nglayah yang berarti bertebaran.

Sehingga secara garis besar, Tasikmalaya berarti pasir yang bertebaran. Versi ini terkait letusan Gunung Galunggung pada tahun 1822 yang berpengaruh besar pada Kabupaten Sukapura.

Saat letusan terjadi, banyak pasir yang menyelimuti Sukapura sehingga daerah tersebut disebut Keusik Nglayah yang kemudian menjadi nama Tasikmalaya.

Versi kedua menyebut Tasikmalaya berasal dari dua kata yakni “tasik” dan “malaya” Tasik berarti laut, telaga, atau air yang menggenangi wilayah. Sedangkan malaya berarti jajaran gunung-gunung. Sehingga Tasikmalaya dapat dimaknai dengan gunung yang banyak lasksana air laut.

Letusan gunung menyebabkan terbentuknya jurang-jurang yang terjal dan membentuk sebuah formasi sepatu kuda ke arah timur Gunung Galunggung. Konon ada 3.647 bukit-bukit kecil di kawasan tersebut yang memperkuat ciri khas geografis Tasikmalaya.

Sayangnya bukit-bukit kecil tersebut sudah tak ada lagi karena pembangunan. Yang tertinggal hanyalah nama bukit di tengan Kota Tasikmalaya. Dari cerita tersebut, banyak orang yang berpendapat jika nama Tasikmalaya ada setelah Gunung Galunggung melestus. Hal tersebut diperkuat dengan laporan Residen Priangan di tahun 1816 yang tidak menyebut nama Tasikmalaya sebagai sebagai sebuah distrik.

Setelah masa Kerajaan Galunggung, ada periode kepemimpinan Sukakerta, cikal bakap Sukapura yang menjadi Tasikmalaya. Sukakerta berpusat di (daerah Salopa) yakni daerah yang merdeka dari pengaruh kekuasaan manapun.

Sukakerta merupakan salah satu daerah bawahan dari kerajaan Sunda Pajajaran yang berpusat di Pakuan. Penguasa pertama Sukakerta adalah Sri Gading Anteg. Masa hidup Sri Gading Anteg sezaman dengan Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja), yaitu sekitar akhir abad XV sampai awal abad XVI.

Sementara Dalem Sukakerta yang bernama Brajayuda adalah penerus tahta Sukakerta, yang hidupnya sezaman dengan Prabu Surawisesa (1521-1535 M) sebagai penerus tahta kerajaan Pajajaran sepeninggal Prabu Siliwangi.

Tasikmalaya mencatat beberapa sejarah di masa penjajahan salah satunya perjuangan melawan Jepang yang dipimpin oleh KH Zaenal Mustofa di Singaparna. Tasikmalaya juga mencatat sejarah penerbangan pertama dengan pesawat terbang yang menggunakan bendera merah putih dari Pangkalan Udara Cibeureum.

Penerbangan tersebut dilakukan oleh pilot Adi Sutjipto dan Basyir Surya. Selain itu kongres pertama Koperasi Indonesia juga dilakukan di Tasikmalaya yang melahirkan Hari Koperasi pada 12 Juli serta lahirnya konsep pertahanan keamanan rakyat semesta (Hankamrata).

Tags: pasir gunung galunggungsilihwangisukapuratasikmalaya

Related Posts

Pertunjukan angklung.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Semangat Warga Usung Kuningan Jadi Kabupaten Angklung

Editor
30 April 2026

Pada puncak perayaan Hardiknas 2 Mei 2026 nanti, pertunjukan angklung akan mendominasi rangkaian acara di Kuningan. KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, beserta sejumlah sastrawan berziarah ke makam Chairil Anwar di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026).(Foto: Humas Kemenbud)

Di Hari Puisi Nasional, Menbud Fadli Zon Ziarahi Makam Chairil Anwar dan Bacakan Puisinya

Editor
29 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Hari itu suasana cukup terlihat cukup khidmat saat Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, beserta sejumlah sastrawan berziarah...

Sketsa Pahlawan Nasional Margonda.(AI)

Menelusuri Jejak Sejarah Pahlawan Margonda di Bogor

Editor
27 April 2026

Kisah perjuangan Margonda perlu diangkat agar masyarakat mengetahui keterkaitannya dengan Kota Bogor. SATUJABAR, BOGOR - Nama Margonda selama ini lebih...

Pawai Lebaran di Bojonggede Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Ngamumule Tradisi Lebaran di Bojonggede Ala Bupati Bogor

Editor
27 April 2026

Salah satu ciri khas tradisi ini adalah adanya pawai budaya yang memadukan unsur budaya Betawi dan Sunda. SATUJABAR, BOJONGGEDE -...

Kirab Mahkota Binokasih.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Milangkala Tatar Sunda, Kirab Mahkota Binokasih Digelar 8-9 Mei 2026

Editor
27 April 2026

Kirab akan berlangung dari Sumedang dilanjutkan Ciamis, Bogor, dan Bandung. SATUJABAR, SUMEDANG – Kirab mahkota Binokasih akan menjadi salah satu...

Penampilan yang kental dengan nuansa Budaya Kasumedangan hadir di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jumat (24/04/2026). (Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Nuansa Budaya Kasumedangan di Hari Jadi Sumedang Ke-448

Editor
25 April 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Penampilan yang kental dengan nuansa Budaya Kasumedangan  hadir di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jumat...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.