• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

“Sukabumi: Dari Soekaboemi ke Kota yang Disukai”

Editor
Senin, 06 April 2026 - 09:53
Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)

Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)

Di kaki pegunungan Jawa Barat, di antara udara yang sejuk dan lanskap yang hijau, berdiri sebuah kota yang namanya terdengar sederhana namun penuh makna: Sukabumi.

Namun, tahukah kita bahwa nama “Sukabumi” bukanlah nama yang lahir begitu saja?

RelatedPosts

Memperkuat Silaturahmi dan Kebersamaan, DKM Mukhlishiina Lahuddiin Gelar Halalbihalal 1447 H

Tahukah Anda Kalau Nama Garut Diambil Dari Nama ‘Kakarut’

Dongkrak Literasi Sejarah, Gedung Sjahrir di Kuningan Direvitalisasi

Kisahnya bermula pada masa kolonial Hindia Belanda, ketika wilayah ini dikenal dengan nama Soekaboemi—ejaan lama yang digunakan oleh pemerintah kolonial. Nama ini mulai dikenal luas sejak abad ke-19, terutama ketika daerah ini berkembang sebagai kawasan perkebunan dan tempat peristirahatan orang-orang Eropa.

Dalam berbagai catatan resmi pemerintah daerah, termasuk yang dihimpun oleh Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, disebutkan bahwa nama “Sukabumi” memiliki akar dari bahasa Sunda dan Sanskerta.

Kata “suka” berarti senang atau bahagia, sementara “bumi” berarti tanah atau tempat tinggal. Secara harfiah, Sukabumi dapat dimaknai sebagai “tanah yang disukai” atau “tempat yang menyenangkan untuk ditinggali.”

Makna ini bukan sekadar simbolik. Sejak dahulu, wilayah ini memang dikenal memiliki iklim yang sejuk, tanah yang subur, dan pemandangan alam yang indah. Tak heran jika pada masa kolonial, Sukabumi menjadi tempat favorit bagi para pejabat Belanda untuk beristirahat dari panasnya Batavia.

Seiring berjalannya waktu, ejaan Soekaboemi berubah menjadi Sukabumi, mengikuti perkembangan bahasa Indonesia setelah kemerdekaan. Nama itu tetap dipertahankan, seolah menjadi warisan yang menyimpan harapan: bahwa daerah ini akan selalu menjadi tempat yang disukai oleh siapa pun yang datang.

Hari ini, Sukabumi bukan hanya sekadar nama kota. Ia adalah identitas, sejarah, dan doa yang terus hidup—tentang sebuah tanah yang sejak dulu hingga kini tetap menghadirkan rasa “suka” bagi penghuninya.

 

Sumber:

Pemerintah Kota Sukabumi – Sejarah dan asal-usul nama daerah (portal resmi pemkot).

Pemerintah Kabupaten Sukabumi – Profil daerah dan etimologi nama Sukabumi.

Arsip kolonial Hindia Belanda terkait penamaan “Soekaboemi” (rujukan historis administrasi wilayah).

 

Tags: sejarah sukabumisoekaboemi

Related Posts

Pengurus DKM dan Jamaah Mukhlishiina Lahuddiin.(Foto:Istimewa).

Memperkuat Silaturahmi dan Kebersamaan, DKM Mukhlishiina Lahuddiin Gelar Halalbihalal 1447 H

Editor
6 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan pasca-Idulfitri 1447 Hijriah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mukhlishiina Lahuddiin Komplek Permata Biru, Kabupaten Bandung,...

Cagar budaya Garut

Tahukah Anda Kalau Nama Garut Diambil Dari Nama ‘Kakarut’

Editor
5 April 2026

Dari sejumlah sumber resmi disebutkan bahwa asal-usul Garut berkaitan erat dengan pembentukan wilayah administratif pada masa kolonial Hindia Belanda serta...

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi Gedung Sjahrir, yang memiliki nilai historis dalam perjalanan diplomasi Indonesia, pada masa Perundingan Linggarjati. Kunjungan tersebut didampingi Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wabup Tuti Andriani, jajaran Forkopimda, Sekda, Kepala Dinas Porapar, dan Disdikbud, Jumat (3/4/2026).(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Dongkrak Literasi Sejarah, Gedung Sjahrir di Kuningan Direvitalisasi

Editor
4 April 2026

SATUJABAR, KUNINGAN - Keberadaan Gedung Sjahrir yang menjadi bagian perjalanan Perundingan Linggarjati yang tercatat sebagai cagar budaya di Kabupaten akan  ...

(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Saat Bupati Halal Bihalal Dengan Komunitas Sumedang Walkers

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Ada yang khas dari kegiatan perdana komunitas Sumedang Walkers usai Lebaran 2026 dimana komunitas itu menggelar kegiatan...

Ketupat Lebaran

Menelusuri Jejak Sejarah Lebaran Ketupat: Lebih dari Sekadar Tradisi Makan

Editor
28 Maret 2026

Di balik gurihnya opor dan anyaman janur yang rapi, Lebaran Ketupat menyimpan narasi besar tentang dakwah, filsafat, dan harmoni sosial...

Presiden Prabowo Subianto disambut warga.(Foto: Istimewa)

Kejutan Prabowo, Hadir di Tengah-tengah Warga Bantaran Rel Senen Jakpus

Editor
27 Maret 2026

Presiden Prabowo Subianto memberikan kejutan kepada warga Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Di tengah aktivitas sore pada, Kamis, 26...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.