• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 13 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Menelusuri Jejak Sejarah Lebaran Ketupat: Lebih dari Sekadar Tradisi Makan

Editor
Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:35
Ketupat Lebaran

Ketupat Lebaran (Wikipedia)

Di balik gurihnya opor dan anyaman janur yang rapi, Lebaran Ketupat menyimpan narasi besar tentang dakwah, filsafat, dan harmoni sosial di Nusantara. Tradisi yang dirayakan seminggu setelah 1 Syawal ini merupakan warisan luhur yang telah diakui secara resmi sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

  1. Diplomasi Budaya Sunan Kalijaga

Catatan sejarah dari Kemendikbud mengonfirmasi bahwa tokoh kunci di balik tradisi ini adalah Sunan Kalijaga. Beliau menggunakan ketupat sebagai media dakwah yang cerdas. Saat itu, masyarakat diperkenalkan pada dua perayaan besar:

RelatedPosts

Jejak Kemerdekaan di Jabar: Rengasdenglok di Ambang Kemerdekaan RI

Batik Sumedang, Kini Sedang Dirintis

Jalan Santai Bersama Kang Dedie, Olahraga Sekaligus Berbagi

Bakda Lebaran: Perayaan kemenangan tepat pada 1 Syawal.

Bakda Kupat: Perayaan yang dilakukan setelah menyelesaikan puasa sunnah Syawal selama 6 hari. Ini adalah bentuk apresiasi spiritual bagi mereka yang menyempurnakan ibadahnya.

 

  1. Filosofi “Laku Papat” (Empat Tindakan)

Secara etimologi, kata “Kupat” dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat (mengakui kesalahan). Namun, secara resmi, maknanya meluas menjadi Laku Papat, yaitu empat filosofi hidup yang harus dijalankan setelah Ramadhan:

Lebaran: Menandakan pintu ampunan telah terbuka lebar.

Luberan: Simbol kedermawanan dan berbagi rezeki (zakat/sedekah).

Leburan: Momen untuk melebur dosa melalui saling memaafkan.

Laburan: Berasal dari kata kapur (labur), yang berarti menjaga diri agar tetap putih bersih secara lahir dan batin.

 

  1. Simbolisme Material: Dari Janur hingga Nasi Putih

Pemerintah dan para pakar budaya sering menekankan bahwa setiap unsur fisik ketupat memiliki makna:

Janur: Berasal dari frasa Sejatine Nur (Cahaya Sejati), melambangkan manusia yang kembali ke fitrah.

Anyaman Rumit: Menggambarkan jalan hidup manusia yang penuh liku, kesalahan, dan tantangan.

Isi Nasi Putih: Melambangkan kesucian hati yang didapat setelah berhasil melewati “anyaman” ujian hidup selama sebulan penuh.

 

  1. Perayaan Nasional yang Beragam

Kini, Lebaran Ketupat telah menjadi agenda wisata religi nasional. Di berbagai daerah, bentuk perayaannya berkembang secara unik:

Jawa Tengah & Yogyakarta: Identik dengan festival gunungan ketupat yang dikirab di alun-alun.

Lombok (Lebaran Topat): Masyarakat berkumpul di Makam Loang Baloq untuk berdoa dan makan bersama di tepi pantai.

Manado: Dikenal sebagai perayaan yang sangat inklusif, di mana semua warga lintas agama ikut berkunjung dan bersilaturahmi.

Lebaran Ketupat adalah pengingat bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal perayaan fisik, melainkan tentang konsistensi beribadah (Puasa Syawal) dan kemauan untuk rendah hati mengakui kesalahan (Ngaku Lepat).

Tags: idulfitrilebaranLebaran KetupaLebaran Ketupat

Related Posts

Oleh Nelly - Friend's work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=610101

Jejak Kemerdekaan di Jabar: Rengasdenglok di Ambang Kemerdekaan RI

Editor
13 Agustus 2026

Dini hari, 16 Agustus 1945. Di sudut sunyi Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, sebuah rumah kayu sederhana milik seorang petani Tionghoa...

Lomba desan batik sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Batik Sumedang, Kini Sedang Dirintis

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong lahirnya motif batik khas Sumedang yang mampu merepresentasikan sejarah, alam, budaya, dan kearifan...

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Jalan Santai Bersama Kang Dedie, Olahraga Sekaligus Berbagi

Editor
9 Agustus 2026

SATUJABAR, BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendukung kegiatan peduli antarsesama yang dikemas melalui aktivitas olahraga, Sabtu (8/8/2026)....

Pahlawan Nasional Wanita Indonesia - Museum RA Kartini.(Foto: Dok. Humas Kemenpar)

Pahlawan Wanita: Segudang Pelajaran di Museum RA Kartini

Editor
7 Agustus 2026

JAKARTA – Pahlawan wanita di Indonesia tentu sangatlah banyak di antara sederet nama yang ‘diakui’ pemerintah. Salah satunya adalah Raden...

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ziarah ke makam Cut Nyak Dien.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Saat Menteri Ekraf Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien

Editor
5 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Suasa khidmat mewarnai kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya ke Makam Cut Nyak Dien di...

Pemerintah Kota Bandung menghadirkan konsep baru dalam pengembangan literasi dengan menggelar Big Bad Wolf Books 2026 yang dipadukan dengan festival Pages and Plates. Kegiatan yang berlangsung di Bikasoga pada 3–9 Agustus 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Big Bad Wolf, Mendorong Literasi Lewat Event

Editor
4 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Big Bad Wolf (BBW) X-Treme Sale 2026 resmi hadir di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung, Senin, 3...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung