• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 19 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

“Sukabumi: Dari Soekaboemi ke Kota yang Disukai”

Editor
Senin, 06 April 2026 - 09:53
Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)

Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)

Di kaki pegunungan Jawa Barat, di antara udara yang sejuk dan lanskap yang hijau, berdiri sebuah kota yang namanya terdengar sederhana namun penuh makna: Sukabumi.

Namun, tahukah kita bahwa nama “Sukabumi” bukanlah nama yang lahir begitu saja?

RelatedPosts

Mengawal Eksistensi Keraton dan Kerajaan Nusantara

Pagelaran Wayang Kulit di Rangkaian Hari Kebudayaan 2026

Merawat Warisan Budaya Lewat Lomba Tari Jaipong

Kisahnya bermula pada masa kolonial Hindia Belanda, ketika wilayah ini dikenal dengan nama Soekaboemi—ejaan lama yang digunakan oleh pemerintah kolonial. Nama ini mulai dikenal luas sejak abad ke-19, terutama ketika daerah ini berkembang sebagai kawasan perkebunan dan tempat peristirahatan orang-orang Eropa.

Dalam berbagai catatan resmi pemerintah daerah, termasuk yang dihimpun oleh Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, disebutkan bahwa nama “Sukabumi” memiliki akar dari bahasa Sunda dan Sanskerta.

Kata “suka” berarti senang atau bahagia, sementara “bumi” berarti tanah atau tempat tinggal. Secara harfiah, Sukabumi dapat dimaknai sebagai “tanah yang disukai” atau “tempat yang menyenangkan untuk ditinggali.”

Makna ini bukan sekadar simbolik. Sejak dahulu, wilayah ini memang dikenal memiliki iklim yang sejuk, tanah yang subur, dan pemandangan alam yang indah. Tak heran jika pada masa kolonial, Sukabumi menjadi tempat favorit bagi para pejabat Belanda untuk beristirahat dari panasnya Batavia.

Seiring berjalannya waktu, ejaan Soekaboemi berubah menjadi Sukabumi, mengikuti perkembangan bahasa Indonesia setelah kemerdekaan. Nama itu tetap dipertahankan, seolah menjadi warisan yang menyimpan harapan: bahwa daerah ini akan selalu menjadi tempat yang disukai oleh siapa pun yang datang.

Hari ini, Sukabumi bukan hanya sekadar nama kota. Ia adalah identitas, sejarah, dan doa yang terus hidup—tentang sebuah tanah yang sejak dulu hingga kini tetap menghadirkan rasa “suka” bagi penghuninya.

 

Sumber:

Pemerintah Kota Sukabumi – Sejarah dan asal-usul nama daerah (portal resmi pemkot).

Pemerintah Kabupaten Sukabumi – Profil daerah dan etimologi nama Sukabumi.

Arsip kolonial Hindia Belanda terkait penamaan “Soekaboemi” (rujukan historis administrasi wilayah).

 

Tags: sejarah sukabumisoekaboemi

Related Posts

(Dokumentasi : Kementerian Kebudayaan / Vidhy Fellizano Sfinoza)

Mengawal Eksistensi Keraton dan Kerajaan Nusantara

Editor
18 Oktober 2026

JAKARTA - Keraton dan kerajaan Nusantara memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia. Potensi tersebut menjadi...

(Dokumentasi : Kementerian Kebudayaan / Vidhy Fellizano Sfinoza)

Pagelaran Wayang Kulit di Rangkaian Hari Kebudayaan 2026

Editor
18 Oktober 2026

JAKARTA - Wayang Kulit merupakan ekspresi budaya yang telah diakui oleh dunia. Wayang merupakan warisan budaya takbenda Indonesia yang pertama...

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor gelar Pasanggiri Tari Jaipong Rampak dalam rangka peringatan Hari Kebudayaan Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Bogor, di Gedung Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Sabtu (17/10).(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Merawat Warisan Budaya Lewat Lomba Tari Jaipong

Editor
17 Oktober 2026

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat komitmen pelestarian seni dan budaya daerah melalui penyelenggaraan Pasanggiri Tari Jaipong Rampak...

Stasiun Nagreg. (Foto: Humas KAI)

10 Stasiun Kereta Api di Elevasi Tinggi Masih Beroperasi

Editor
14 Oktober 2026

JAKARTA - Perjalanan kereta api di Indonesia melintasi bentang geografis yang beragam. Di Jawa, jalur kereta api menembus kawasan pegunungan...

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Rianne Letschert, di Indonesia House Amsterdam, Jumat (9/10).(Foto: Dok. Kemenbud)

Indonesia Pulangkan 30.000 Lebih Benda Budaya dari Belanda

Editor
13 Oktober 2026

AMSTERDAM — Indonesia berhasil memastikan pengembalian 30.190 unit Koleksi Eugène Dubois dan 20 benda budaya bersejarah dari Belanda, yang secara...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan sapi juara bernama Robinhood.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Robinhood, Sapi Bongsor Asal Sumedang Juara Piala Presiden 2026

Editor
13 Oktober 2026

SUMEDANG – Robinhood, sapi asal Tanjungkerta Kabupaten Sumedang dengan pemilik Ace Taryana, menjadi juara di Piala Presiden 2026 beberapa waktu...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.