• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 25 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

“Sukabumi: Dari Soekaboemi ke Kota yang Disukai”

Editor
Senin, 06 April 2026 - 09:53
Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)

Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)

Di kaki pegunungan Jawa Barat, di antara udara yang sejuk dan lanskap yang hijau, berdiri sebuah kota yang namanya terdengar sederhana namun penuh makna: Sukabumi.

Namun, tahukah kita bahwa nama “Sukabumi” bukanlah nama yang lahir begitu saja?

RelatedPosts

Festival Linggarjati Dongkrak Literasi Generasi Muda

HUT ke-81 Jawa Barat, Kota Bandung Tegaskan Kontribusi sebagai Ibu Kota Provinsi

Pabrik Kina Bandung, Salah Satu Tonggak Industri Farmasi Indonesia

Kisahnya bermula pada masa kolonial Hindia Belanda, ketika wilayah ini dikenal dengan nama Soekaboemi—ejaan lama yang digunakan oleh pemerintah kolonial. Nama ini mulai dikenal luas sejak abad ke-19, terutama ketika daerah ini berkembang sebagai kawasan perkebunan dan tempat peristirahatan orang-orang Eropa.

Dalam berbagai catatan resmi pemerintah daerah, termasuk yang dihimpun oleh Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, disebutkan bahwa nama “Sukabumi” memiliki akar dari bahasa Sunda dan Sanskerta.

Kata “suka” berarti senang atau bahagia, sementara “bumi” berarti tanah atau tempat tinggal. Secara harfiah, Sukabumi dapat dimaknai sebagai “tanah yang disukai” atau “tempat yang menyenangkan untuk ditinggali.”

Makna ini bukan sekadar simbolik. Sejak dahulu, wilayah ini memang dikenal memiliki iklim yang sejuk, tanah yang subur, dan pemandangan alam yang indah. Tak heran jika pada masa kolonial, Sukabumi menjadi tempat favorit bagi para pejabat Belanda untuk beristirahat dari panasnya Batavia.

Seiring berjalannya waktu, ejaan Soekaboemi berubah menjadi Sukabumi, mengikuti perkembangan bahasa Indonesia setelah kemerdekaan. Nama itu tetap dipertahankan, seolah menjadi warisan yang menyimpan harapan: bahwa daerah ini akan selalu menjadi tempat yang disukai oleh siapa pun yang datang.

Hari ini, Sukabumi bukan hanya sekadar nama kota. Ia adalah identitas, sejarah, dan doa yang terus hidup—tentang sebuah tanah yang sejak dulu hingga kini tetap menghadirkan rasa “suka” bagi penghuninya.

 

Sumber:

Pemerintah Kota Sukabumi – Sejarah dan asal-usul nama daerah (portal resmi pemkot).

Pemerintah Kabupaten Sukabumi – Profil daerah dan etimologi nama Sukabumi.

Arsip kolonial Hindia Belanda terkait penamaan “Soekaboemi” (rujukan historis administrasi wilayah).

 

Tags: sejarah sukabumisoekaboemi

Related Posts

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani hadir di Festival Linggarjati Tahun 2026 bertajuk “The Soul of Linggarjati” di Taman Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, Kamis (20/8/2026).(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Festival Linggarjati Dongkrak Literasi Generasi Muda

Editor
21 Agustus 2026

KUNINGAN – Festival Linggarjati Tahun 2026 bertajuk “The Soul of Linggarjati” resmi ditutup di Taman Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati,...

Gedung Sate Provinsi Jawa Barat

HUT ke-81 Jawa Barat, Kota Bandung Tegaskan Kontribusi sebagai Ibu Kota Provinsi

Editor
21 Agustus 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81...

Pabrik Kina Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pabrik Kina Bandung, Salah Satu Tonggak Industri Farmasi Indonesia

Editor
20 Agustus 2026

Kawasan Pajajaran, Cicendo, menyimpan salah satu jejak penting dalam perjalanan industri farmasi di Indonesia. Eks Pabrik Kina Bandung telah berdiri...

Gang Stones di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Gang Stones, Kreasi Unik Warga di Hari Kemerdekaan

Editor
17 Agustus 2026

Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Gang Stones di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, ikut memeriahkan suasana 17...

Gedung di Linggarjati Kabupaten Kuningan Jawa Barat.(Foto: Disparbud Jabar)

Jejak Kemerdekaan: Diplomasi Sunyi di Linggarjati

Editor
14 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Di kaki Gunung Ciremai yang sejuk, sebuah rumah peristirahatan di Desa Linggarjati, Kuningan, mendadak menjadi pusat perhatian...

Oleh Nelly - Friend's work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=610101

Jejak Kemerdekaan di Jabar: Rengasdenglok di Ambang Kemerdekaan RI

Editor
13 Agustus 2026

Dini hari, 16 Agustus 1945. Di sudut sunyi Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, sebuah rumah kayu sederhana milik seorang petani Tionghoa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.