• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 25 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Studi BRIN Ungkap Paparan Unsur Toksik di Kawasan Geotermal Dieng

Editor
Sabtu, 25 April 2026 - 04:39
(Foto: Humas BRIN)

(Foto: Humas BRIN)

Dalam penelitiannya, Riostantieka mengidentifikasi sejumlah unsur toksik prioritas di lanskap geotermal, yaitu arsenik (As), antimoni (Sb), kadmium (Cd), kromium (Cr), dan timbal (Pb) pada salah satu manifestasi aktif Dieng, yaitu Kawah Sileri.

SATUJABAR, JAKARTA – Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi energi panas bumi (geotermal) terbesar di dunia. Selama ini, studi lebih banyak dibaca dari sisi potensi energi, sistem reservoir, serta pengembangannya.

RelatedPosts

Pengurus AMSI Kepri 2025–2028 Dilantik, Siap Perkuat Media Digital Berkualitas

TNI Gadungan Tipu Pedagang Telur Modus Beli Banyak Ditangkap Di Cimahi

Kejadian Bencana Per Sabtu (25/4/2026) dan Penanganan oleh BNPB

Namun, dalam konteks wilayah vulkanik aktif, sistem geotermal perlu dipahami dari sisi paparan lingkungan dan implikasinya bagi masyarakat. Peneliti Pusat Riset Sumber Daya Geologi (PRSDG) BRIN, Riostantieka Mayandari Soedarto, memaparkan kajian bertajuk “Bumi, Air, Manusia: Perspektif Geotermal-Geodermis dari Dieng” dalam webinar DIGDAYA #21 Rabu (22/4).

Ia menjelaskan perspektif geotermal-geomedis dalam studi ini berfokus pada jalur paparan lingkungan dan kontaminasi geogenik di lanskap vulkanik-geotermal, yaitu bagaimana unsur-unsur yang berasal dari sistem panas bumi dapat bergerak melalui air, tanah, sedimen, debu, dan tanaman, lalu menjadi relevan bagi manusia.

Sebagai studi kasus, Riostantieka menyoroti kawasan Dataran Tinggi Dieng. Wilayah ini dipilih karena memiliki sistem geotermal aktif yang terkait dengan kompleks vulkanik muda, serta sebaran manifestasi termal yang masih aktif dan berdekatan dengan sumber air, pertanian, permukiman, serta aktivitas harian masyarakat lainnya.

Dalam konteks ini, Dieng diposisikan bukan hanya sebagai energy landscape, tetapi juga sebagai environmental exposure landscape.

“Dieng cocok menjadi laboratorium hidup untuk menghubungkan energi, geokimia, dan perlindungan masyarakat. Dieng bukan hanya lapangan panas bumi, tetapi bentang alam hidup tempat interaksi antara manifestasi geotermal, sumber air, pertanian, permukiman, dan aktivitas harian,” ujarnya.

Dalam penelitiannya, Riostantieka mengidentifikasi sejumlah unsur toksik prioritas di lanskap geotermal, yaitu arsenik (As), antimoni (Sb), kadmium (Cd), kromium (Cr), dan timbal (Pb) pada salah satu manifestasi aktif Dieng, yaitu Kawah Sileri. Unsur-unsur tersebut dipilih karena konsisten muncul dalam dataset tanah di sekitar Sileri, relevan dengan sumber hidrotermal/geogenik, memiliki standar pembanding kesehatan internasional yang jelas, serta mewakili unsur berisiko tinggi dalam paparan jangka panjang.

Pengambilan sampel dilakukan pada Agustus–September 2025 sekitar delapan bulan setelah erupsi Sileri terakhir pada 18 Desember 2024, pada musim kering/pascapanen. Survei dilakukan di 81 titik pengamatan yang disusun dalam lima transek radial untuk menangkap gradien deposisi unsur di sekitar kawah.

Metode yang digunakan meliputi pengukuran lapangan dengan portable-XRF (pXRF), pengambilan grab sample untuk analisis kadar air secara gravimetri, serta koreksi hasil agar konsentrasi unsur dinyatakan dalam basis berat kering (dry-weight basis).

“Hasil awal menunjukkan konsentrasi arsenik di wilayah Sileri Barat mencapai 94 kali lipat dari standar pedoman air minum WHO. Pada media tanah, arsenik mencapai 562 kali pembanding US EPA, antimoni 6,5 kali Dutch Soil Standards, kadmium 4,2 kali Dutch Soil Standards, kromium 157 kali pembanding US EPA, serta timbal melebihi National Environment Protection Measure (Australia),” ungkap Riostantieka.

Ia menjelaskan riset geotermal di Dieng diarahkan dari evidence ke action melalui beberapa tahapan, yaitu screening (identifikasi awal unsur dan media kunci), validasi (pengujian laboratorium dan QA/QC), pemetaan sebaran spasial dan identifikasi hotspot, prioritas (penentuan sumber air, komoditas, dan kelompok rentan), dan mitigasi (penyusunan sistem monitoring, SOP, policy brief, dan strategi komunikasi risiko).

“Melalui riset berkelanjutan, geotermal ini diharapkan tidak cukup hanya dibaca dari energi dan reservoir saja, namun perlu dipahami sebagai jalur mobilisasi unsur yang dapat bertemu dengan air, pangan, dan manusia. Selain itu, riset ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi, serta memperkaya mandat PRSDG BRIN agar geosains semakin bermakna bagi masyarakat,” tegasnya.

Kepala PRSDG BRIN, Iwan Setiawan, menyampaikan harapannya agar hasil riset ini dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan terkait pengelolaan geotermal yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Iwan menggarisbawahi peringatan Hari Bumi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pengelolaannya, baik energi panas bumi, logam tanah jarang, dan riset-riset lainnya. Menurutnya, kolaborasi, sinergi dan membangun jejaring serta kompetensi juga sangat penting bagi kemajuan riset, khususnya dalam sumber daya alam di Indonesia.

Sumber: Humas BRIN

Tags: BRINDataran tinggi DiengGeothermal

Related Posts

Pengurus AMSI Kepri 2025–2028 Dilantik, Siap Perkuat Media Digital Berkualitas

Editor
25 April 2026

BATAM – Kepengurusan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Kepulauan Riau periode 2025–2028 resmi dilantik dalam prosesi yang digelar di...

TNI gadungan yang melakukan aksi penipuan terhadap pedagang telur di Kabupaten Sumedang ditangkap.(Foto:Istimewa).

TNI Gadungan Tipu Pedagang Telur Modus Beli Banyak Ditangkap Di Cimahi

Editor
25 April 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Pelaku penipuan menyamar sebagai anggota TNI di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap. Pelaku menipu pedagang telur dengan modus...

Foto : Personil BPBD Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, melakukan asesmen terhadap rumah warga terdampak angin kencang yang menerjang wilayah Kelurahan Sabintang pada Rabu (22/4). (BPBD Kabupaten Takalar)

Kejadian Bencana Per Sabtu (25/4/2026) dan Penanganan oleh BNPB

Editor
25 April 2026

Peringatan dini cuaca ekstrem masih akan berpotensi terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Ini berpotensi...

(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Yoga Sinergikan Pemkot Bogor dan Kedubes India

Editor
25 April 2026

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan International...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol

OJK Perpanjang Penyampaian Laporan Keuangan Asuransi dan Kewajiban Pelaporan SLIK Bagi Perusahaan Asuransi dan Penjaminan

Editor
25 April 2026

Kebijakan tersebut diterbitkan sebagai wujud respons OJK dalam menjaga kinerja, stabilitas, dan keberlangsungan perusahaan asuransi, perusahaan reasuransi dan perusahaan penjaminan....

Tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Sarimukti.(Foto. Dok. Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Kejar Target Tak Lagi Sampah ke TPA

Editor
25 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menyesuaikan program penanganan sampah dengan target nasional penghentian sistem open dumping pada akhir tahun...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.