• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 11 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pengelolaan Sampah di Kuningan Punya Nilai Ekonomis & Berkelanjutan

Editor
Kamis, 11 Juli 2024 - 04:01
Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat berkunjung ke Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung guna meninjau pelaksanaan Program Bank Sampah Yuni Sarah (Yuk nikmati sampah jadi rupiah) sebagai bentuk terobosan penanggulangan sampah bernilai ekonomis, Kamis (11/07/2024).

Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat berkunjung ke Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung guna meninjau pelaksanaan Program Bank Sampah Yuni Sarah (Yuk nikmati sampah jadi rupiah) sebagai bentuk terobosan penanggulangan sampah bernilai ekonomis, Kamis (11/07/2024).

BANDUNG – Pengelolaan sampah di Kuningan harus punya nilai ekonomis dan berkelanjutan, kata Penjabat Bupati Kuningan Raden Iip Hidajat.

Pj Bupati berkunjung ke Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung guna meninjau pelaksanaan Program Bank Sampah Yuni Sarah (Yuk nikmati sampah jadi rupiah) sebagai bentuk terobosan penanggulangan sampah bernilai ekonomis, Kamis (11/07/2024).

RelatedPosts

Kumpulkan 509 Kantung Darah, Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Bangun Budaya Sehat dan Bantu Sesama

Wamen Nezar Patria Wanti-Wanti Pencurian Data Masif di Era Kuantum

ETLE HUB Diluncurkan, Kemenhub Perkuat Penegakan Hukum Berbasis Teknologi

Diketahui bahwa TPA (tempat pembuangan akhir) sampah di Kabupaten Kuningan berada di Desa Ciniru Kecamatan Jalaksana yang telah beroperasi dari tahun 2001 dalam waktu dekat akan mengalami over load.

Dengan luasan 5,5 hektar, TPA Ciniru diperkirakan hanya bisa menampung sampah sekitar satu tahun setengah lagi. Dengan estimasi total sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Kuningan setiap harinya adalah 480 ton.

Menurut Iip, Pemerintah Kabupaten Kuningan ingin memulai pengelolaan sampah yang dapat bernilai ekonomi dan berbasis swadaya masyarakat.

“Karenanya kami sangat mengapresiasi kepada Desa Kertayasa yang telah memulai pengolahan sampah bernilai ekonomis ini. Kendatipun ini masih belum sempurna, tetapi ini telah dimulai. Ke depan kami ingin ada standarisasi pengelolaan sampah dimana harapannya hanya 10 persen sampah yang benar-benar tidak berguna lagi yang di buang ke TPA,” katanya dilansir situs Pemkab Kuningan.

Kajian & Studi Tiru

Iip menyebutkan bahwa dalam upaya penanggulangan sampah ini pihaknya telah membuat berbagai kajian, baik akademis maupun kajian lapangan. Salah satunya adalah studi tiru ke Kabupaten Banyumas.

“Kabupaten Banyumas merupakan Kabupaten terbaik dalam pengelolaan sampah. Kenapa engga kita atm saja? (amati,tiru,modifikasi-red). Karenanya kami akan memulai program ini dengan mengedukasi masyarakat terlebih dahulu. Keluarga harus bisa memilah sampah, mana organik mana non organik. Kedepan program di Desa Kertayasa ini harus menjadi contoh atau pilot project yang tujuannya menanggulangi sampah tapi memiliki nilai ekonomis.”

Peninjauan ke Desa Kertayasa untuk melihat pelaksanaan Program Bank Sampah Yuni Sarah (Yuk nikmati sampah jadi rupiah) ini sebagai tindak lanjut Pj Bupati Kuningan saat bertolak ke Kabupaten Banyumas pada hari Rabu kemarin saat meninjau pengolahan sampah terpadu di dua TPST (tempat pengelolaan sampah terpadu) hasil Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang diakomodir oleh Dinas LH disana.

Dipilihnya Kabupaten Banyumas menjadi kunjungan kerja dan studi tiru adalah  karena Kabupaten Banyumas berhasil menjadi daerah terbaik dalam hal pengelolaan sampah di Indonesia dan juga di ASEAN. Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten terbaik dalam pengelolaan sampah dengan prosentase sampah yang dibuang ke TPA hanya 9%.

Dengan penerapan Zero Waste to Landfill, Pemerintah Kabupaten Banyumas tidak lagi bergantung sepenuhnya pada keberadaan TPA, tetapi mengandalkan 29 TPST yang tersebar di berbagai daerah untuk mengelola sampah sehari-harinya.

Di TPST tersebut, sampah yang terkumpul nantinya akan diolah sesuai dengan jenisnya (organik, anorganik, dan residu) untuk memaksimalkan pengelolaan sampah yang dipilah, diolah dan menghasilkan produk seperti paving, atap, bata, pupuk kompos serta biji plastik yang memiliki nilai ekonomi, sehingga menghasilkan penghasilan bagi para Kelompok Sadaya Masyarakat.

Bahkan inovasi sampah Banyumas juga dibawa ke Bangkok, Thailand untuk pembelajaran PBB dalam pengelolaan sampah.

Karenanya Iip Hidajat ingin ke depan kabupaten Kuningan melakukan hal serupa. Selain meringankan bebas TPA tetapi juga memberikan penghasilan kepada masyarakat.

Tags: Kuningansampah

Related Posts

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan rutin gelar donor darah bersama PMI Kabupaten Indamayu.

Kumpulkan 509 Kantung Darah, Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Bangun Budaya Sehat dan Bantu Sesama

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, BALONGAN - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan berkomitmen dalam membangun budaya sehat sekaligus membantu sesama melalui aksi...

kebocoran data,kejahatan siber

Wamen Nezar Patria Wanti-Wanti Pencurian Data Masif di Era Kuantum

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan Indonesia menghadapi ancaman baru dari perkembangan komputasi kuantum. Pelaku...

Peluncuran Sistem Penegakan Hukum Melalui Alat Bukti Rekaman Elektronik Pelanggaran Lebih Dimensi dan Lebih Muatan (ETLE HUB) oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Senin, (10/8) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.(Foto: Dok. Humas Kemenhub)

ETLE HUB Diluncurkan, Kemenhub Perkuat Penegakan Hukum Berbasis Teknologi

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perhubungan terus memperkuat upaya mewujudkan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2027 melalui transformasi sistem...

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menerima kunjungan Reza Saputra, pemuda asal Desa Babatan, Kecamatan Kadugede, yang berhasil meraih Juara I Duta Lingkungan Jawa Barat 2026, di ruang kerja Bupati Kuningan, Senin (10/8/2026).(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Duta Lingkungan Jabar Asal Kuningan, Namanya Reza Saputra

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, KUNINGAN – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menerima kunjungan Reza Saputra, pemuda asal Desa Babatan, Kecamatan Kadugede, yang berhasil...

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Minta Penanganan Kebakaran Maksimal

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah...

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.(Foto: Setneg)

HUT RI ke-81: Peminat Undangan Tembus 336 Ribu Orang

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas antusiasme tinggi untuk mengikuti Upacara Peringatan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat