• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 30 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pemkot Bandung Tertibkan Reklame Liar, Kejar PAD dan Jaga Estetika Kota

Editor
Selasa, 16 September 2025 - 05:39
Wakil Wali Kota Bandung Erwin.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya dalam menata ulang keberadaan reklame di seluruh penjuru kota. Langkah ini diambil untuk menciptakan tata kota yang lebih tertib, aman, nyaman, dan indah, sekaligus menjaga kearifan lokal serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan bahwa penertiban dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Reklame, yang baru saja diberlakukan menggantikan Perda sebelumnya.

RelatedPosts

Realisasi Pajak Kota Bandung Sudah Rp2,1 Triliun dari Target Rp3,6 Triliun

Curi Sepeda Motor di Parkiran Masjid di Bogor, 2 Maling Dihajar Massa

Rentenir Nyambi Jadi Pengedar Obat Keras di Sumedang Diringkus Polisi

“Satpol PP telah kami tugaskan untuk mengirimkan surat peringatan secara bertahap kepada para pemilik reklame yang tidak berizin atau izinnya sudah habis masa berlaku,” ungkap Erwin di Balai Kota Bandung, Senin (15/9/2025) dikutip Humas Pemkot Bandung

 

Surat Bertahap, Eksekusi Jika Membandel

Penertiban dilakukan melalui mekanisme peringatan berjenjang: tujuh hari, tiga hari, dua hari, hingga satu hari sebelum eksekusi. Pemkot memberi kesempatan bagi pengusaha reklame untuk membongkar sendiri reklame yang melanggar. Jika tidak diindahkan, eksekusi paksa akan dilakukan.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk penegakan hukum sekaligus upaya menjaga keindahan visual kota.

 

Perda Baru, Aturan Lebih Ketat

Perda No. 5 Tahun 2025 menghadirkan sejumlah aturan baru yang lebih ketat. Mulai dari definisi reklame permanen dan insidental, mekanisme perizinan daring maksimal 14 hari kerja, hingga sanksi administratif dan pidana bagi pelanggaran.

Sejumlah titik juga dilarang dipasangi reklame, termasuk Jalan Asia Afrika, kawasan pendidikan, rumah sakit, serta radius 100 meter dari rumah ibadah dan kantor pemerintahan.

Reklame yang mengandung unsur SARA, pornografi, atau melanggar norma kesusilaan juga dilarang keras. Sementara secara teknis, pemasangan di ruang milik jalan atau trotoar, serta perempatan jalan yang tidak memenuhi jarak minimal 25 meter, juga dianggap pelanggaran.

 

Jaga Iklim Usaha, Tingkatkan PAD

Meski tegas, Pemkot tetap membuka ruang keadilan bagi para pelaku usaha reklame.

“Kami tidak ingin mematikan usaha. Perda ini menjamin kepastian hukum dan keadilan bagi semua pelaku. Tapi aturan tetap harus ditegakkan. Yang tidak berizin, wajib dibongkar,” tegas Erwin.

Pemkot pun optimis, dengan penegakan aturan yang konsisten dan dukungan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai turunan teknis, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor reklame akan mengalami lonjakan signifikan.

“Jika implementasi berjalan sesuai rencana, selain kota jadi lebih rapi dan nyaman, pemasukan daerah dari sektor reklame juga akan meningkat tajam,” pungkasnya.

Tags: erwinreklame liarWakil Wali Kota Bandung

Related Posts

Reklame

Realisasi Pajak Kota Bandung Sudah Rp2,1 Triliun dari Target Rp3,6 Triliun

Editor
30 Agustus 2026

BANDUNG – Target pajak Kota Bandung tembus Rp2,1 triliun per Agustus 2026. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung menyebutkan capaian...

Ilustrasi aksi pencurian sepeda motor (curanmor).(Foto:Istimewa).

Curi Sepeda Motor di Parkiran Masjid di Bogor, 2 Maling Dihajar Massa

Editor
30 Agustus 2026

SATUJABAR, BOGOR--Aksi pencurian sepeda motor di parkiran masjid di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digagalkan warga. Dua pelaku menjadi 'bulan-bulanan' hingga...

Pelaku kejahatan diborgol

Rentenir Nyambi Jadi Pengedar Obat Keras di Sumedang Diringkus Polisi

Editor
30 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Seorang rentenir 'bank keliling' di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diringkus polisi karena nyambi menjadi pengedar obat keras tertentu (OKT)....

Para penyintas gempa M 7,7 Flores, yang sebelumnya tinggal sementara di pengungsian terpusat Gor Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, naik ke truk TNI AL untuk diantar kembali ke rumah masing-masing, Senin (24/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan / Danung Arifin)

BNPB Hormati Putusan MK Terkait Penetapan Status Bencana

Editor
30 Agustus 2026

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghormati Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 261/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada Jumat, 28 Agustus 2026....

Pengerahan helikopter water bombing untuk pemadaman karhutla di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (28/8). (Foto: BNPB)

Helikopter Water Bombing Diterjunkan di Karhutla Papua Barat

Editor
30 Agustus 2026

PAPUA BARAT – Helikopter water bombing dikerahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan...

Titik panas di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya penurunan.(Foto: Humas Kemenhut)

Titik Panas Nampak Turun, Kemenhut Tetap Siaga

Editor
30 Agustus 2026

JAKARTA – Titik panas di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya penurunan. Penurunan hotspot itu terjadin...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.