Kawasan Braga Beken di akhir pekan. (FOTO: Humas Kota Bandung)
BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Social Economy Development di Kawasan Wisata Braga”.
Program ini bertujuan untuk mengaktifkan dan mengembangkan potensi sosial ekonomi di kawasan wisata Kampung Braga, dengan harapan dapat memperkuat daya tarik wisata sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Soni Bakhtiar, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mencapai tujuan program ini.
“Kami tidak ingin warga Braga hanya menjadi penonton. Mereka harus terlibat aktif dalam perubahan ini agar dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Soni saat peluncuran program di Jalan Braga, Kota Bandung.
Program “Social Economy Development di Kawasan Wisata Braga” fokus pada pemberdayaan warga dengan menyediakan dukungan untuk memulai atau mengembangkan usaha. Inisiatif ini juga mencakup pelatihan manajemen, pemasaran, dan pengembangan produk untuk meningkatkan kapasitas bisnis lokal.
Soni mengungkapkan bahwa salah satu strategi untuk menarik wisatawan adalah dengan menciptakan ikon baru di kawasan Braga, seperti Selasar Menyala dan Jembatan Menyala. Kedua fasilitas ini dirancang dengan efek glow-in-the-dark di malam hari yang diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pengunjung yang ingin berfoto atau berswafoto.
“Pemerintah juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Unpas dan Binus untuk memperkenalkan sejarah Braga melalui mural-mural artistik,” tambah Soni.
Melalui program ini, diharapkan tumbuh semangat gotong-royong di kalangan warga Braga. Pemerintah juga akan menyediakan pendampingan bisnis dengan melibatkan konsultan berkompeten untuk membantu warga mengelola usaha mereka secara lebih profesional.
Soni menambahkan bahwa lembaga bisnis komunitas yang dikelola oleh warga setempat akan menjadi kunci keberlanjutan program ini, dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat.
“Dengan pemberdayaan ini, kami berharap warga Braga akan menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT),” ucapnya.
Program ini diharapkan dapat memberdayakan warga Braga dan mendorong mereka untuk berkembang bersama, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.
SATUJABAR, BANDUNG - Piala Dunia 2026, Selasa 23 Juni 2026 waktu setempat atau Rabu 24…
Alisya Ziliana, mahasiswi berusia 20 tahun asal Karawang Jawa Barat, tampil memukau di hadapan dewan…
Kemendag telah meminta klarifikasi kepada PT Tokopedia (TikTok Shop by Tokopedia) guna memperoleh penjelasan atas…
SATUJABAR, JAKARTA - Menindaklanjuti pemberitaan yang berkembang terkait dugaan relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari…
SATUJABAR, BANDUNG--Taufik Hidayat yang berhasil ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 25/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
This website uses cookies.