Tim Muhibah Angklung
JAKARTA (7/8/2026) – Tim Muhibah Angklung dari Bandung, Jawa Barat, yang aktif memperkenalkan angklung ke berbagai panggung dunia, kembali tampil di ibu kota. Tim Muhibah Angklung membawakan lagu daerah Betawi yaitu Jali Jali sebagai lagu pertama pada pembukaan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026, Jumat (7/8), di K-Mall, Jakarta. Kegiatan ISF ini berlangsung pada 7-23 Agustus 2026 sekaligus untuk memperingati HUT RI ke-81.
Selain itu, tim ini membawakan lagu-lagu daerah lainnya seperti Lalayaran dan Hariring Haleuang Tembang (Jawa Barat), Yamko Rambe Yamko (Papua), Janger (Bali), dan Tari Indang (Sumatra Barat) serta lagu-lagu internasional seperti Mamma Mia (ABBA), Newyork Newyork (Frank Sinatra), Nothing Else Matters (Metallica), dan Libiamo ne’ Lieti Calici (Giuseppe Verdi). Selain melestarikan lagu dan kebudayaan daerah, dengan dibawakannya lagu-lagu tersebut menunjukkan bahwa angklung dapat juga memainkan lagu-lagu internasional, yang dapat dinikmati oleh masyarakat global.
Pembukaan Indonesia Shopping Festival 2026 turut dihadiri oleh sejumlah tamu VVIP, termasuk Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan. Dalam kesempatan tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan ISF 2026 yang dinilai sejalan dengan upaya memperkuat konsumsi domestik sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena harus bersifat inklusif dan melibatkan seluruh pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Dengan target transaksi tahun ini yang meningkat menjadi Rp38 triliun setelah target Rp25 triliun pada 2025 berhasil terlampaui, kami berharap berbagai penawaran menarik, mulai dari hotel, kuliner, hingga transportasi, dapat semakin mendorong masyarakat untuk berbelanja sekaligus berwisata. Mari bersama-sama mencintai dan membeli produk-produk buatan Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha serta pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Alphonzus Widjaja, Ketua Umum DPP APPBI, menyampaikan bahwa ISF 2026 hadir untuk memberikan pengalaman lebih bagi pengunjung pusat perbelanjaan.
“Melalui Indonesia Shopping Festival 2026, kami ingin menjadikan pusat perbelanjaan tidak hanya sebagai destinasi wisata belanja, tetapi juga ruang yang menggerakkan ekonomi dan memperkuat kolaborasi. Melibatkan 407 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia, kami berharap ISF memberikan manfaat nyata serta pengalaman berkesan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Penampilan Tim Muhibah Angklung sukses menarik perhatian pengunjung K-Mall, dan juga para VVIP yang datang. Dengan senyum manis yang mereka berikan selama penampilan, tim ini membuat para penonton tidak bisa berpaling dari penampilan yang dibawakan di acara tersebut.
Salah satu tamu VVIP, David Hilman sebagai CLO Agung Sedayu Retail Indonesia menyampaikan kekagumannya.
“Di tengah dominasi musik modern dan perkembangan dunia digital, semakin sedikit generasi muda yang mengenal angklung. Karena itu, saya melihat inisiatif ini sebagai langkah yang sangat baik. Kita tidak boleh melupakan alat musik tradisional Indonesia, salah satunya angklung, karena merupakan aset budaya bangsa yang harus dijaga. Teruslah berkarya, berinovasi, dan menghadirkan kreativitas agar angklung tetap hidup, semakin dikenal, dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Pertunjukan angklung yang dibawakan berhasil memberikan kesan mendalam bagi para penonton. Salah satunya adalah Andy yang mengungkapkan kekagumannya terhadap harmoni yang tercipta dari suara angklung, vokal, permainan instrumental, hingga aransemen yang disajikan.
“Saya terpukau dengan suara angklung, nyanyian, dan aransemennya. Sebagai orang Indonesia, saya merasa sangat bangga melihat pertunjukan seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu Cathleen, pengunjung berkebangsaan Perancis yang sudah 28 tahun tinggal di Indonesia merasa tersentuh oleh setiap lagu yang dibawakan.
“Setiap lagu yang dimainkan mampu membangkitkan emosi dan memberikan pengalaman yang sangat berkesan,” ucapnya.
Maulana Muhammad Syuhada sebagai Founder Tim Muhibah Angklung berkata “Angklung bukan sekadar alat musik, melainkan sarana membentuk karakter, fisik, dan mental generasi muda agar berwawasan global. Di momen kemerdekaan ini, kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya Indonesia dapat bersanding selaras dengan musik internasional.”
Melalui kesempatan ini, Maulana berharap Tim Muhibah Angklung dapat terus mempromosikan angklung sebagai wajah budaya Indonesia di berbagai forum, baik nasional maupun internasional, sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap angklung sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.
Penampilan Tim Muhibah Angklung dalam Indonesia Shopping Festival 2026 tidak hanya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan angklung kepada masyarakat, tetapi juga merupakan salah satu langkah persiapan menuju misi budaya ke Thailand. Pada 18–28 November 2026, Tim Muhibah Angklung akan melaksanakan misi budaya selama 10 hari dengan berpartisipasi dalam Korat International Folklore Festival 2026 serta berbagai rangkaian kegiatan kebudayaan lainnya sebagai wujud komitmen dalam memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional.
Sebelum menjalankan misi budaya tersebut, Tim Muhibah Angklung terlebih dahulu akan menggelar Konser Reuni 10 Tahun yang dijadwalkan berlangsung pada bulan-bulan mendatang di tahun 2026. Konser ini menjadi momentum untuk merayakan satu dekade perjalanan Tim Muhibah Angklung sekaligus memantapkan persiapan menuju misi budaya di Thailand, dengan harapan dapat terus membawa angklung sebagai warisan budaya Indonesia yang membanggakan di kancah dunia.
Sebagai informasi, tim ini telah melakukan misi kebudayaan ke berbagai negara di beberapa benua, yaitu Eropa (2016) meliputi Aberdeen, London (Inggris), Paris (Prancis), Westerlo (Belgia), Hamburg (Jerman), Cerveny Kostelec (Ceko), dan Zakopane (Polandia); Australia (2018) meliputi Melbourne, Canberra, Brisbane, dan Sydney; Eropa (2018) meliputi Berlin (Jerman), Budapest (Hongaria), Istanbul, Aksehir (Turki), Sozopol (Bulgaria), dan Vevey (Swiss); Amerika Serikat (2022) meliputi New York, Washington, Chicago, Manitowoc, Boise, Burley, Springville, dan San Francisco; Eropa (2024) meliputi Portugal dan Spanyol; Timur Tengah (2024) meliputi Uni Emirat Arab dan Arab Saudi; serta Australia (2025) meliputi Brisbane, Sydney, Melbourne dan Canberra.
Tak hanya itu, tim ini juga memproduksi film dokumenter berjudul “The Journey: Angklung Goes to Europe”, sebagai upaya penguatan pendidikan karakter di kalangan pelajar, yang telah ditonton oleh ribuan siswa di Kota Bandung dan Cimahi pada program Nonton Bareng (Nobar). Film ini masuk ke dalam nominasi Piala Citra untuk film dokumenter panjang terbaik Festival Film Indonesia Tahun 2024.
SATUJABAR, PURWAKARTA--Kasus kematian marbot masjid di Kabupaten Purwakarta, saat hendak mengumandangkan Adzan Dzuhur, berhasil diungkap…
SATUJABAR, BANDUNG--Sebuah bengkel las di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, digerebek polisi karena menjadi tempat menyimpan…
SATUJABAR, JAKARTA – Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menindak tegas dengan memproses pemberhentian secara…
Chelsea VS AC Milan akan bertanding pada 8 Agustus 2026 di Stadion Utama Gelora Bung…
SATUJABAR, GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong…
Bandung Game Demo Day benar-benar menjadi panggung pengembang gim local. Beragam ide kreatif pengembang gim…
This website uses cookies.