• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pasanggiri Kawih Sinom Jadi Medium Kampanye Perang Lawan Narkoba

Editor
Selasa, 15 September 2026 - 06:13
Pasanggiri Kawih Sinom digelar BNN sebagai upaya perang terhadap narkoba.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pasanggiri Kawih Sinom digelar BNN sebagai upaya perang terhadap narkoba.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan seni dan budaya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bandung.

Hal itu ditunjukkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri Grand Final Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan Kota Bandung, Senin 14 September 2026.

RelatedPosts

Indeks Harga Produsen Umum 9 Sektor Triwulan III-2026 Naik 1,50 Persen

Luas Panen Jagung Pipilan September 2026 Turun 3,59 Persen

Kunjungan Wisman di Indonesia September 2026 Turun 10,79 Persen

Kegiatan yang memadukan seni tradisional Sunda dengan kampanye antinarkoba tersebut menjadi ruang edukasi kreatif bagi pelajar dan masyarakat untuk menyuarakan penolakan terhadap narkoba melalui seni kawih sinom.

Farhan mengapresiasi inisiatif Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono yang dinilainya berhasil menghadirkan pendekatan berbeda dalam upaya pencegahan narkoba.

“Saya sangat menghargai apa yang dilakukan oleh Kepala BNN Provinsi. Beliau juga ternyata seorang seniman. Saya insyaallah izin untuk mempelajarinya. Kami akan membawa ini ke Dinas Pendidikan Kota Bandung agar bisa dijadikan sebagai muatan lokal,” ujar Farhan dilansir laman Pemkot Bandung.

Menurutnya, pendekatan budaya menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda sejak dini. Terlebih, pelajar di Kota Bandung selama ini memiliki tradisi kuat dalam mengikuti berbagai pasanggiri dan kompetisi seni budaya Sunda.

Farhan mengatakan sekolah-sekolah di Kota Bandung, baik tingkat SD maupun SMP, aktif mengikuti berbagai lomba pasanggiri hingga tingkat Jawa Barat. Karena itu, konsep edukasi antinarkoba melalui kawih sinom dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan di lingkungan pendidikan.

“Insyaallah mudah-mudahan ini bisa kita jadikan sebagai bagian dari muatan lokal di sekolah masing-masing,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti peran keluarga dan sekolah dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Langkah pencegahan harus dimulai dengan mengelola dua faktor utama yang kerap mendorong anak muda mencoba hal-hal berisiko, yakni rasa ingin tahu dan tekanan pergaulan atau fear of missing out (FOMO).

“Hal pertama yang mesti dilakukan dalam menanggapi masalah ini di kerangka pencegahan dini adalah bagaimana kita bisa mengendalikan rasa ingin tahu para remaja. Nomor dua, peer pressure atau tidak mau ketinggalan dengan orang lain. Jadi ada dua, rasa ingin tahu dan FOMO,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, kedua faktor tersebut sebenarnya dapat menjadi potensi positif apabila diarahkan pada hal-hal yang membangun, seperti prestasi dan pengembangan diri. Namun, tanpa pengawasan yang baik, rasa ingin tahu dan FOMO juga dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba.

“Para orang tua di keluarga terutama itu jadi gerbang pertama untuk bisa mengendalikan rasa ingin tahu dan juga FOMO dari anak-anak kita,” tuturnya.

Ia mencontohkan, rasa ingin tahu sering kali muncul karena ajakan atau pengaruh lingkungan pergaulan. Sedangkan FOMO membuat sebagian remaja takut dianggap berbeda ketika menolak ajakan negatif dari teman sebayanya.

“Ketika FOMO nanti kan enggak enak dibilangin, ‘Ah payah lu enggak ngerokok, ah payah lu enggak pakai’. Nah itu yang harus dikelola dengan sangat baik, baik oleh keluarga maupun oleh sekolah. Itu tantangan terbesarnya,” kata Farhan.

Ajang yang berlangsung secara daring sejak 10 hingga 31 Agustus 2026 tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sebanyak 182 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat turut ambil bagian dan mengikuti proses seleksi hingga terpilih finalis terbaik yang tampil pada babak grand final.

Selain memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat, kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar, pemuda, dan masyarakat untuk menyampaikan pesan antinarkoba melalui kreativitas seni tradisional.

Pada akhir acara, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyerahkan langsung piala dan hadiah kepada para pemenang. Untuk kategori pelajar, juara pertama diraih Muhammad Rafi Putra Pangestu, disusul Asep Tatang Hidayat (peringkat kedua) dan Griselda Martatila Putri (peringkat ketiga).

Sementara pada kategori umum, Wendy Widya Rahayu berhasil meraih juara pertama, diikuti Eva Purnama Dewi (peringkat) kedua dan Destiana Erlinda Dewi (peringkat ketiga).

Tags: Badan Narkotika Nasionalbnnkota bandungnarkoba

Related Posts

sentra keramik

Indeks Harga Produsen Umum 9 Sektor Triwulan III-2026 Naik 1,50 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA- Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan III-2026 naik 1,50 persen terhadap triwulan II-2026 (q-to-q) dan naik...

sumber bahan pangan jagung.(Image: Pixabay)

Luas Panen Jagung Pipilan September 2026 Turun 3,59 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA - Luas panen jagung pipilan pada September 2026 mencapai 0,21 juta hektare, mengalami penurunan seluas 0,01 juta hektare atau...

Turis asing atau wisman menikmati keindahan Bromo.(Foto: Dok. Kemenpar)

Kunjungan Wisman di Indonesia September 2026 Turun 10,79 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA - Kunjungan wisman di Indonesia September 2026, mencapai 1,43 juta kunjungan. Jumlah ini turun sebesar 10,79 persen dibandingkan Agustus...

Industri pengolahan.(Foto: Dok. Kemenkeu)

HPB Umum Nasional Oktober 2026 Naik 7 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARYA - Oktober 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 7,00 persen terhadap...

Panen padi serentak

Luas Panen Padi September 2026 Turun 19,40 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA - Luas panen padi September 2026 sebesar 0,91 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,22 juta hektare atau 19,40 persen...

Petani melakukan penanaman benih padi secara langsung. Gubernur terpilih Dedi Mulyadi akan memperketat alih fungsi lahan guna mendukung swasembada pangan. (dok. Istimewa),nilai tukar petani

NTP Indonesia Oktober 2026 Naik 1,13 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA - NTP Indonesia Oktober 2026 sebesar 132,60 atau naik 1,13 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.