• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 6 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Mungkin Tak Lama Lagi, BRIN Bisa Bikin Material Pemurnian Uranium untuk Energi Nuklir

Editor
Rabu, 06 Mei 2026 - 04:41
(Foto: Humas BRIN)

(Foto: Humas BRIN)

Indonesia memiliki potensi besar bahan baku nuklir, salah satunya berasal dari pasir monasit – limbah hasil penambangan timah. Namun, tantangan utama terletak pada pemisahan uranium dan thorium yang bercampur dengan logam tanah jarang.

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pengembangan teknologi bahan bakar nuklir berbasis sumber daya lokal. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh peneliti Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif BRIN, Ade Saputra dan tim, yang mengembangkan material adsorben inovatif untuk pemurnian uranium.

RelatedPosts

Marbot Masjid Ditemukan Tewas Penuh Luka di Purwakarta

Bupati Garut Soroti Pajak Hotel dan Restoran

BRIN Gelar Pameran Inovasi dan Teknologi di Istana Kepresidenan

Ade mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar bahan baku nuklir, salah satunya berasal dari pasir monasit – limbah hasil penambangan timah. Namun, tantangan utama terletak pada pemisahan uranium dan thorium yang bercampur dengan logam tanah jarang.

“Jika pemisahan ini berhasil, kita tidak hanya menyelesaikan masalah limbah radioaktif, tetapi juga memperoleh logam tanah jarang yang bersih serta bahan bakar nuklir dari sumber domestik,” katanya, saat diwawancara Tim Humas BRIN, Selasa (5 Mei 2026) dikutip laman BRIN.

Menurutnya, kebutuhan energi yang terus meningkat, serta komitmen Indonesia menuju net zero emission, menempatkan energi nuklir sebagai salah satu opsi strategis. Dalam konteks ini, penguasaan teknologi hulu khususnya pemurnian bahan bakar menjadi kunci penting.

Riset yang dilakukan Ade dan tim menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan tersebut. Tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga pada efisiensi proses dan keberlanjutan lingkungan. “Penyiapan bahan bakar nuklir merupakan fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan operasional pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) ke depan,” ujarnya.

Inovasi utama riset ini adalah pengembangan Covalent Organic Framework (COF) tersulfonasi sebagai material adsorben. COF dikenal sebagai material berstruktur kristalin dengan stabilitas tinggi terhadap kondisi ekstrem, seperti keasaman tinggi dan radiasi.

Material ini dirancang secara spesifik untuk meningkatkan selektivitas terhadap uranium. Dengan pendekatan tersebut, tim berhasil menghasilkan COF-SO₃H yang mampu mengadsorpsi uranium dengan kapasitas tinggi, bahkan dalam kondisi larutan sangat asam yang menyerupai kondisi nyata pengolahan pasir monasit.

Lebih dari itu, material ini menunjukkan ketahanan penggunaan berulang hingga beberapa siklus, sehingga berpotensi menekan biaya operasional dalam aplikasi industri.

Selain material, aspek metode sintesis juga menjadi perhatian penting. Tim mengembangkan pendekatan dissolution-precipitation yang lebih efisien dibanding metode konvensional. Metode ini dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan ke skala besar karena waktu sintesis yang lebih singkat serta penggunaan pelarut yang lebih ramah lingkungan.

Tantangan Riset

Meski demikian, perjalanan riset tidak lepas dari tantangan. “Kami sempat mengalami berbagai kegagalan dalam sintesis, namun dari situ kami melakukan modifikasi hingga akhirnya berhasil mengembangkan metode yang sesuai,” ungkap Ade.

Riset ini memiliki dampak strategis yang luas. Selain meningkatkan efisiensi proses pemurnian uranium, pendekatan berbasis adsorpsi menggunakan COF juga mampu mengurangi limbah cair radioaktif dibanding metode konvensional.

Dengan demikian, teknologi ini tidak hanya menjawab kebutuhan industri energi, tetapi juga mendukung prinsip ramah lingkungan dalam pengelolaan bahan radioaktif.

Lebih jauh, penguasaan teknologi ini membuka peluang pemanfaatan sumber daya mineral nasional secara optimal. Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya tersebut untuk kepentingan energi domestik.

Ke depan, pengembangan riset ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan bahan baku prekursor COF dan keterbatasan fasilitas karakterisasi material radioaktif.

Untuk itu, tim menargetkan pengembangan skala produksi yang lebih besar serta pengujian sistem secara kontinyu pada skala pilot. Kolaborasi dengan industri dan mitra internasional juga menjadi langkah penting dalam mempercepat hilirisasi teknologi.

Riset ini menjadi salah satu langkah awal menuju penguasaan teknologi bahan bakar nuklir secara mandiri di Indonesia. Dalam jangka panjang, kemampuan ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi nuklir yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

“Harapannya, teknologi ini dapat menjadi bagian dari solusi dalam mendukung kemandirian energi nasional,” pungkas Ade.

Tags: BRINNuklir Indonesiauranium

Related Posts

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Marbot Masjid Ditemukan Tewas Penuh Luka di Purwakarta

Editor
6 Agustus 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Seorang marbot masjid ditemukan tewas penuh luka di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Korban yang temukan di halaman masjid, diduga...

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kabupaten Garut))

Bupati Garut Soroti Pajak Hotel dan Restoran

Editor
6 Agustus 2026

Bupati Garut menyoroti besarnya potensi penerimaan daerah dari sektor pajak hotel dan restoran seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi...

BRIN, Minyak kayu putih

BRIN Gelar Pameran Inovasi dan Teknologi di Istana Kepresidenan

Editor
6 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA – BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional menggelar Pameran Inovasi dan Teknologi di Istana Kepresidenan pada Kamis...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol,POJK,perbankan

Aset Industri Keuangan Syariah Tahun 2025 Capai Rp3.131,02 triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Editor
6 Agustus 2026

Aset industri keuangan syariah nasional pada tahun 2025 mencapai Rp3.131,02 triliun terdiri dari aset perbankan syariah Rp1.067,73 triliun aset pasar...

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton.(Foto:Istimewa).

Kasus Penebangan Pohon di Kota Bandung, Polisi Belum Terima Laporan

Editor
6 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polrestabes Bandung, Jawa Barat, belum menerima laporan terkait kasus penebangan pohon di Jalan LL. RE. Martadinata (Jalan Riau), Kota...

Ilustrasi korban tindak kekerasan.(Foto:Istimewa).

Anak Pejabat di Lampung Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan di Bandung

Editor
6 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Anak pejabat di Lampung ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan di Kota Bandung, Jawa Barat. Pelaku dilaporkan korban, yang merupakan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat