• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 16 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Memperjuangkan Seni Budaya Indonesia di Tengah Gempuran K-Pop

Editor
Rabu, 25 Desember 2024 - 04:48

SATUJABAR, BANDUNG – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) mendorong kemajuan seni dan budaya Indonesia serta mengapresiasi prestasi yang telah diraih oleh para pejuang seni dan budaya Indonesia di tengah gempuran budaya luar, seperti K-Pop, meskipun dengan sarana dan prasarana yang sangat minim. Hal tersebut disampaikan Anggota Komite III DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti pada saat kunjungan reses di Sanggar Seni dan Budaya Paksi Padjadjaran, Cibereum, Cimahi, Jabar, Rabu (25/12).

Ia menyampaikan rasa bangganya terhadap sekitar 50 anak dan remaja, yang merupakan para pelajar SD, SMP, dan SMA di sanggar tersebut, yang lebih memilih untuk aktif melestarikan budaya Indonesia, khususnya Jabar, dibanding anak-anak seusia mereka yang banyak menggandrungi budaya luar.

RelatedPosts

Polres Cimahi Gulung Puluhan Anggota Geng Motor Aniaya dan Rampas Sepeda Motor

Benarkah Pulau Umang di Banten Dijual? Ini Penjelasan Pemerintah

Penyelundup Ratusan Satwa Langka Segera Diproses Hukum, Diancam 15 Tahun Penjara

“Alhamdulillah saya bangga, megapresiasi, dan mendukung terhadap kegiatan adik-adik yang sangat produktif mengisi waktunya dengan hal-hal positif untuk melestarikan seni dan budaya asli Indonesia, khususnya seni dan budaya Sunda,” ujar Agita melalui keterangan resmi.

Sanggar Paksi Padjadjaran ini telah melakukan pentas seni tari, gamelan, dan karawitan di berbagai event dari mulai tingkat RT, Kota, hingga provinsi, seperti kegiatan di Kantor Gubernur Jabar dan Dago Bandung, dengan bantuan pengajar dari Universitas Pendidikan Indonesia. Sanggar ini juga menjuarai berbagai festival seni dan budaya, dan yang terbaru mereka menjadi Juara di tingkat Provinsi Jabar, pada sebuah kejuaraan di Kabupaten Subang, 21 Desember lalu, dengan mengirimkan 30 peserta. Untuk Kategori SD, sanggar ini meraih Juara 1 dan 2, kategori SMP Juara 2, dan kategori SMA Juara 2.

“Selamat kepada para Juara 1 dan 2, tapi yang belum juara bukan berarti tidak bagus. Semuanya pasti bagus, ada waktunya nanti adik-adik dapat meraihnya. Semangat terus dan tingkatkan prestasinya,” ungkap Agita.

Sayangnya prestasi yang baik tersebut tidak diraih dengan sarana dan prasarana yang layak. Sanggar ini menempati sebuah bangunan kecil, terbuat dari bambu dan papan kusam, yang berdiri di pojok lapangan olahraga yang biasa digunakan masyarakat. Status kepemilikan lahannya adalah milik sebuah perusahaan.

“Kami belum punya lokasi. Sementara izin dulu pake lahan punya pabrik. Ini pun kalau tidak hujan bisa latihan di luar (di lapangan), tapi kalau hujan terpaksa hanya bisa latihan di dalam dengan ruangan yang sangat sempit,” ujar Ketua RT 003, RW 027, Kelurahan Cibereum, Kecamatan Cimahi Selatan, Lili Kusnadi, sebagai Pembina Sanggar.

“Kalau bisa, inginnya sih pasang kaca di setiap dinding untuk memudahkan latihan tari. Lantainya juga kalau bisa pakai vinil, kalau sekarang kan masih pakai semen yang kadang-kadang ada batu kerikilnya bikin kaki sakit. Sanggarnya juga perlu dicat supaya nggak kusam, dan atapnya perlu diperbaiki karena kadang bocor jika hujan,” sambung Kemas Firdaus, Pembina Sanggar lainnya.

Masalah lainnya disampaikan Ubay, penanggung jawab karawitan. Menurutnya, suara latihan karawitan sering dirasa mengganggu warga, terlebih dilakukan saat malam hari. Untuk itu, meurut Ubay, idealnya perlu adanya ruangan kedap suara.

Suara berisik juga dihasilkan saat latihan gamelan, sebagaimana disampaikan Ketua sanggar Rizwan. Selain itu, gamelan juga bermasalah dengan nadanya yang sumbang.

“Gamelan ada tapi sumbang dan suaranya berisik. Latihan kan malam setelah kami dan para pengajar pulang kuliah, pulang kerja, anak-anak sudah pulang sekolah juga. Jadi perlu ruangan kedap suara. Kalau tari kan speaker cukup satu saja, tapi kalau karawitan dan gamelan nggak bisa. Padahal musik dan tari kan harus diasah terus, kalau jarang latihan akan lupa,” ungkapnya.

Selain masalah fasilitas, lanjut Rizwan, sanggar ini juga menemui masalah lain, yaitu legalisasi. Menurutnya, legalisasi sanggar ini baru sampai di kecamatan.

“Kalau legalisasinya mau masuk ke Kota Cimahi harus pakai notaris, dan syarat pendirian sanggar harus punya lahan sendiri. Sementara ini lahan sekarang hak guna pakai, jadi tidak bisa diproses sampai ke Kota Cimahi,” ungkap Rizwan.

Sementara itu, Nurul sebagai perwakilan RW, yang juga merupakan pengurus PKK dan Posyandu mengapresiasi dan mendukung pula kegiatan sanggar ini di lingkungannya.

“Bangga dengan Paksi Pajajaran dan ini sangat berkaitan dengan tugas PKK, salah satunya pola asuh anak dan remaja, dan ini bisa menghindari pergaulan bebas. Masa remaja kan cenderung kepo, ingin tau, dengan adanya kegiatan di sanggar ini bisa kita arahkan ke hal positif, yang ternyata berprestasi. Jarang saat ini anak muda yang mau melestarikan budaya kita, malah banyak yang lebih milih (budaya luar, seperti) K-Pop,” tutur Nurul.

“Saya sebagai guru olahraga, tari itu sama seperti olahraga dengan banyaknya aktivitas gerak bisa menjaga kesehatan tubuh. Penyakit-penyakit yang dulu hanya untuk Lansia, seperti darah tinggi, kolestrol, gula, sekarang sudah bisa ke anak muda juga. Jadi salah satu antisipasinya dengan gerakan olah raga, termasuk tari, daripada diam saja di rumah bermain gadget, menonton Drakor,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Misbah selaku perwakilan RW lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap sanggar tersebut.

“Kami pengurus wilayah sangat mendukung kegiatan sanggar ini. saya bangga anak-anak dan remaja mengisi kegiatan dengan positif, yang kami dukung untuk menyiapkan generasi emas 2045. Walaupun penyelenggaraan masih jauh dari sejahtera, tapi saya berharap sanggar ini bisa jadi influencer bagi wilayah-wilayah lain,” jelasnya.

Menanggapi masukan para warga tersebut, Agita menyatakan, berbagai aspirasi yang masuk ditampung dan akan didiskusikan dengan pemerintah terkait. Ia juga berniat ingin membantu beberapa perbaikan.

“Semangat dalam berlatih adik-adik, semangat juga para pelatihnya. Tidak lupa perlu dukungan orang tua. Mudah-mudahan sanggar ini semakin berkembang, semakin banyak anggotanya. Mudah-mudahan ke depannya segera ada perbaikan fasilitas, tempat, dan legalitas. Mudah-mudahan para warga semua disini juga selalu support dan tidak merasa terganggu dengan adanya suara latihan dari sanggar ini,” pungkas Agita.

Tags: AgitaDPD RIPaksi

Related Posts

Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurullah Adi Putra.(Foto:Istimewa).

Polres Cimahi Gulung Puluhan Anggota Geng Motor Aniaya dan Rampas Sepeda Motor

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, CIMAHI--Polres Cimahi, Jawa Barat, berhasil menggulung puluhan anggota geng motor yang terlibat dalam aksi penganiayaan dan perampasan sepeda motor...

(Foto: Dok KKP)

Benarkah Pulau Umang di Banten Dijual? Ini Penjelasan Pemerintah

Editor
16 April 2026

Kementerian Kelautan dan Perikanan bergerak cepat menindaklanjuti isu penjualan Pulau Umang serta tidak memberikan ruang kompromi terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang...

Pengamanan satwa langka (Foto: Dok. Gakkum Kemenhut)

Penyelundup Ratusan Satwa Langka Segera Diproses Hukum, Diancam 15 Tahun Penjara

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera resmi melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus penyelundupan ratusan satwa...

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Dukung Sarimukti Jadi PSEL

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyepakati pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Sarimukti Kabupaten...

Ilustrasi mayat korban.(Foto:Istimewa).

Wanita Lansia di Subang Ditemukan Tewas Terikat, Uang Puluhan Juta dan Perhiasan Raib

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, SUBANG--Seorang wanita lanjut usia (lansia) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ditemukan tewas dalam kondisi kedua tangan dan kakinya terikat...

Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian satpam dan siswi SMAN 1 Banjaran yang terseret arus Sungai Cibanjaran.(Foto:Istimewa).

Satpam dan Siswi SMAN 1 Banjaran Bandung Tewas Terseret Arus Sungai

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Berupaya menyelamatkan siswi yang terseret arus sungai, seorang satpam sekolah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ikut hanyut. Kedua korban...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.