• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Selaras Arah Transformasi Danantara, Jasa Marga Kokohkan Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Editor
Rabu, 15 Juli 2026 - 03:02
Jalan Tol Prosiwangi Jasa Marga.(Foto: Dok. Jasa Marga)

Jalan Tol Prosiwangi Jasa Marga.(Foto: Dok. Jasa Marga)

SATUJABAR, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi bisnis untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Marga mengakselerasi pergeseran strategi dari orientasi pertumbuhan usaha berbasis infrastruktur (growth-oriented) menuju penciptaan nilai berkelanjutan (value-oriented).

Transformasi tersebut dijalankan untuk memastikan seluruh aset, layanan, dan jaringan jalan tol Jasa Marga Group tidak hanya mendukung pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat yang semakin luas bagi pengguna jalan, masyarakat, investor, dunia usaha, dan negara.

RelatedPosts

Karhutla 2026: Hotspot Turun Jadi 96 Titik

Menpora Erick Sebut Tantangan Masa Depan Pemuda Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

76% Penumpang Whoosh Bayar Pakai QR Code

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan bahwa transformasi menjadi fondasi perusahaan dalam memperkuat daya saing perusahaan melalui tata kelola yang baik, inovasi, digitalisasi, pengembangan kapabilitas organisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan.

“Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset atau panjang jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat dan negara. Karena itu, setiap aset, inovasi, dan kilometer jalan tol harus dikelola secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui prinsip Know Your Customer,” ujar Rivan melalui keterangannya Rabu 15 Juli 2026.

Pergeseran orientasi tersebut juga diperkuat melalui perubahan paradigma dari infra as a structure menjadi infra as a culture atau infraculture. Melalui pendekatan ini, Jasa Marga tidak hanya membangun dan mengoperasikan jalan tol, tetapi juga mengembangkan ekosistem infrastruktur transportasi yang mampu memperkuat konektivitas, menggerakkan perekonomian, dan meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan.

“Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasa Marga memberikan manfaat yang lebih besar dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Inilah semangat infraculture yang terus kami bangun,” jelas Rivan.

Sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menguasai 42% pangsa pasar panjang jalan tol komersial yang telah beroperasi atau sepanjang 1.294 km. Dengan pengalaman selama lebih dari empat dekade, Jasa Marga saat ini mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang jalan 1.736 km. Jasa Marga saat ini menjadi tulang punggung konektivitas nasional yang melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari.

Skala pengelolaan tersebut mendorong Jasa Marga untuk terus memperkuat customer experience dalam seluruh proses bisnis. Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan layanan berbasis teknologi, peningkatan keandalan operasional, serta penguatan kualitas interaksi dengan pengguna jalan.

Salah satu implementasinya dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang mendukung pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, serta pengambilan keputusan secara real-time. Kehadiran JMTC memberikan dampak positif langsung bagi pengguna jalan, yang kini dapat merasa lebih aman dan nyaman sepanjang perjalanan karena seluruh kondisi dan data lalu lintas di lajur tol telah terintegrasi secara menyeluruh demi mempercepat waktu respons tindakan serta penanganan kendala darurat di lapangan.

Di kesempatan terpisah, akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi dan praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali hadir sebagai narasumber dalam acara Expert Sharing Session yang diselenggarakan di JMTC, pada Rabu (01/07) lalu. Kedua tokoh nasional tersebut membedah strategi mendalam mengenai tema “Up_scaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected Mobility Ecosystems”.

“Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi ke dalam sebuah ekosistem dan saat ini yang dilakukan Jasa Marga sudah sangat baik. Jasa Marga telah memiliki command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi sebagai inovasi layanan digital. Pengembangan teknologi ini harus diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini merupakan warisan bagi generasi yang akan datang,” jelas Prof. Mohammed Ali Berawi.

Di samping mengoptimalkan JMTC, Jasa Marga terus meningkatkan layanan personalisasi untuk menjawab kebutuhan dan harapan pengguna jalan melalui aplikasi Travoy. Seluruh informasi yang dikelola JMTC juga dapat diakses pengguna jalan melalui aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV. Hingga awal Juli 2026, jumlah pengunduh aplikasi Travoy telah mencapai lebih dari 1,3 juta dengan monthly active user pada bulan Juli 2027 dengan lebih dari 130 ribu user.

“Pendekatan digital era baru saat ini ikut mengubah cara masyarakat mengambil keputusan hingga melahirkan ekspektasi pelayanan berbeda yang bertujuan untuk memberikan experience yang lebih baik. Jasa Marga menyempurnakannya menjadi strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik, salah satunya melalui aplikasi Travoy,” ujar Prof. Rhenald Kasali.

Selain itu, Jasa Marga mentransformasikan layanan pusat panggilan dengan mengubah nomor Call Center dari 14080 menjadi 133 yang memperoleh predikat Exceptional dan peringkat pertama dalam ajang Contact Center Service Excellence Award 2025.

Jasa Marga juga merejuvenasi rest area sehingga tidak hanya sebagai tempat singgah (transit area), tetapi menjadi destinasi (destination area) yang menghadirkan pengalaman perjalanan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha. “Rest area harus berkembang menjadi bagian dari ekosistem perjalanan yang memberikan pengalaman, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat keterlibatan masyarakat di sepanjang koridor jalan tol,” ujar Rivan.

Seluruh transformasi tersebut turut ditopang oleh kinerja keuangan positif yang berhasil dibukukan Jasa Marga pada awal tahun 2026. Pada Kuartal I 2026, Jasa Marga mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4% dibandingkan dengan Kuartal I Tahun 2025. Capaian ini didukung penuh oleh kontribusi Pendapatan Tol senilai Rp4,7 triliun serta Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp397,6 miliar, yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 9,4% dan 24,4% dari periode sebelumnya. Di samping itu, EBITDA Perseroan tercatat kuat sebesar Rp3,4 triliun, meningkat 10,7% secara year-on-year dengan margin EBITDA yang terjaga ketat di level 66,1%.

Di sisi lain, Jasa Marga terus melanjutkan pembangunan sejumlah jalan tol strategis yang masih berada dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan, meliputi Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Jakarta–Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban. Empat ruas di antaranya, selain Jalan Tol Akses Patimban, telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif pada periode Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Pengoperasian jalur fungsional ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat dengan menghadirkan pilihan alternatif rute baru untuk mengurai titik yang berpotensi mengalami kepadatan, memangkas waktu tempuh perjalanan, serta mempermudah akses konektivitas menuju pariwisata daerah. Kehadiran jalan tol fungsional juga berkontribusi langsung dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar koridor tol selama masa libur panjang.

Pengembangan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya Jasa Marga untuk mewujudkan setiap kilometer jalan tol menghadirkan perjalanan yang lancar, aman dan nyaman bagi pengguna jalan, meningkatkan konektivitas, mempermudah distribusi logistik, membuka akses pertumbuhan wilayah, mendukung peningkatan pariwisata daerah serta memperkuat daya saing nasional. “Inilah ukuran keberhasilan transformasi Jasa Marga sebagai perusahaan yang terus bertumbuh, kokoh, dan mampu menciptakan nilai berkelanjutan,” tutup Rivan.

Tags: Jasa Marga

Related Posts

Pemasangan papan peringatan cegah karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Karhutla 2026: Hotspot Turun Jadi 96 Titik

Editor
1 November 2026

JAKARTA - Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional kembali menurun. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga...

Menpora Erick saat menjadi narasumber Beyond Professional Youth Con (BPYC) di Chillax, Jakarta, Minggu (1/11).(foto:Andre/kemenpora.go.id)

Menpora Erick Sebut Tantangan Masa Depan Pemuda Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Editor
1 November 2026

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menyebut bahwa tantangan yang dihadapi oleh generasi muda...

Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.(Foto: Humas KCIC)

76% Penumpang Whoosh Bayar Pakai QR Code

Editor
1 November 2026

JAKARTA - Sebanyak 76% penggunaan tiket saat proses boarding Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari–September 2026 dilakukan melalui tiket digital...

Jalan tol Jasa Marga.(Foto: Humas Jasa Marga)

Pendapatan Usaha Jasa Marga Tumbuh 7,9%, Kuartal III 2026

Editor
1 November 2026

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III 2026, didukung oleh kontribusi...

Memasuki Musim Penghujan, Ratusan TPS di Majalengka Rawan Bencana

Musim Hujan 2026/2027: BNPB Terbitkan Delapan Langkah Kesiapsiagaan

Editor
1 November 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan delapan langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi musim hujan 2026/2027. Langkah tersebut mencakup pemetaan...

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cimayor Sumedang

Selamatkan Ayam Piaraan, Pria ASN di Bandung Tewas di Tangan Pencuri

Editor
1 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pria aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas di tangan pencuri saat berusaha mempertahankan ayam...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.