• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 17 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Malam Taptu Penuh Cahaya di Kuningan, Kobarkan Semangat Perjuangan

Editor
Senin, 17 Agustus 2026 - 06:19
Upacara Taptu di Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Upacara Taptu di Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

KUNINGAN – Malam menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kuningan, Minggu malam (16/8/2026), kembali diselimuti semangat kebangsaan. Nyala obor dan lampion mengiringi langkah peserta dalam rangkaian Upacara Taptu dan Pawai Obor, menghadirkan suasana yang bukan hanya meriah, tetapi juga sarat makna.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H. secara resmi melepas barisan pawai. Dari kursi kehormatan, hadir pula Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., jajaran Forkopimda, Sekda Kuningan, para kepala perangkat daerah, serta tokoh masyarakat. Kehadiran para pejabat bersama masyarakat menjadi gambaran nyata semangat persatuan di momen bersejarah ini.

RelatedPosts

Gempa NTT: Korban Meninggal Dunia 53 Orang

Gempa NTT: 86% BTS Sudah Pulih, Sisanya Pemulihan

Harga Referensi Ekspor Emas Periode II Agustus 2026 Naik

Di tengah cahaya malam yang menghiasi ruas jalan utama Kuningan, peserta dari berbagai unsur berjalan bersama. TNI, Polri, ASN, pelajar, perangkat daerah, BUMD, hingga elemen masyarakat menyatu dalam satu barisan.

Tidak ada sekat di antara seragam dan usia. Semua membawa pesan yang sama: kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi semangat yang harus terus dinyalakan.

Dari sisi jalan, masyarakat turut menyaksikan. Sebagian mengabadikan momen dengan telepon genggam, sebagian lainnya memberikan tepuk tangan dan sorakan ketika rombongan melintas.

Upacara Taptu di Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)
Upacara Taptu di Kabupaten Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Kuningan seakan memiliki cara sendiri untuk menyambut hari bersejarah. Bukan dengan kemewahan, melainkan dengan cahaya kecil yang ketika dinyalakan bersama-sama berubah menjadi pemandangan besar yang menggetarkan.

Taptu memiliki akar tradisi yang kuat dalam rangkaian peringatan kemerdekaan. Barisan yang berjalan tertib dengan iringan musik dan cahaya obor menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.

Bagi generasi sekarang, nyala obor menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan dengan mengangkat senjata. Di zaman yang berbeda, perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, pengabdian, inovasi, menjaga persatuan, serta memberikan karya terbaik bagi masyarakat dan daerah.

Semangat itulah yang terus relevan di tengah perjalanan Kuningan membangun daerah.

Pawai obor juga memperlihatkan wajah lain dari Kabupaten Kuningan. Pemerintah, aparat keamanan, pelajar dan masyarakat berada dalam satu barisan yang sama.

Di bawah kepemimpinan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani SH., M.Kn semangat kebersamaan menjadi bagian penting dalam membangun daerah.

Kemerdekaan, dalam konteks pembangunan hari ini, bukan hanya tentang mengenang apa yang telah dilakukan para pahlawan, tetapi juga tentang memastikan generasi penerus memiliki masa depan yang lebih baik.

Rangkaian malam peringatan kemerdekaan kemudian bergerak menuju suasana yang lebih khidmat.

Setelah riuh pawai dan gemerlap cahaya obor, suasana berganti menjadi hening dalam Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan.

Di tempat para pejuang bersemayam, seluruh peserta diajak kembali mengingat harga yang harus dibayar untuk sebuah kemerdekaan.

Tidak ada sorak-sorai. Tidak ada kemeriahan.

Yang tersisa hanyalah keheningan, doa dan penghormatan.

Di sana, nama-nama para pahlawan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari pengorbanan, keberanian dan keteguhan hati.

Malam itu, obor mungkin akan padam ketika rangkaian kegiatan berakhir.

Lampion akan kembali disimpan. Jalan-jalan Kuningan kembali seperti biasa.

Tetapi semangat yang dibawa dari pawai itu diharapkan tidak ikut padam.

Sebab, 81 tahun Indonesia merdeka bukan hanya tentang menghitung perjalanan waktu. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah tentang bagaimana setiap generasi meneruskan perjuangan sesuai zamannya.

Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas generasi hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan karya, persatuan dan pengabdian.

Dan malam ini, dari ribuan langkah yang bergerak bersama serta cahaya obor yang menyala di sepanjang jalan, Kuningan kembali mengirimkan satu pesan sederhana. Kemerdekaan boleh bertambah usia, tetapi semangatnya tidak boleh pernah tua.

Selamat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!

 

Sumber: Humas Pemkab Kuningan

Tags: Upacara Taptu Kuningan

Related Posts

Kerusakan bangunan rumah warga yang terdampak Gempa NTT M7,7 di Kabupaten Ende. (Foto: BPBD Kabupaten Ende)

Gempa NTT: Korban Meninggal Dunia 53 Orang

Editor
17 Agustus 2026

Gempa NTT menyebabkan 53 orang meninggal dunia dengan sebaran di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4...

transformasi digital

Gempa NTT: 86% BTS Sudah Pulih, Sisanya Pemulihan

Editor
16 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan dukacita untuk para korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur...

bak emas,hilirisasi emas, bank emas ciptakan lapangan kerja,harga patokan ekspor,harga referensi ekspor

Harga Referensi Ekspor Emas Periode II Agustus 2026 Naik

Editor
16 Agustus 2026

JAKARTA - Harga Referensi Ekspor Emas periode II Agustus 2026 mengalami kenaikan terdorong permintaan. Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan...

Bala bantuan untuk korban Gempa NTT.(Foto: Setneg)

Gempa NTT: Pemerintah Pastikan Bantuan Logistik ke Pelosok

Editor
16 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah memastikan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur...

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., (topi rompi tundra) bersama Menko PMK Pratikno (topi kemeja putih rompi hitam) saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai, yang terdampak gempabumi M 7,7 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)

Gempa NTT: BNPB Dirikan Rumah Sakit Lapangan

Editor
16 Agustus 2026

MANGGARAI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan pembangunan rumah sakit lapangan sebagai langkah kedaruratan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap...

Dermana rusak akibat gempa NTT.(Foto: Ditjen Hubla Kemenhub)

Gempa NTT: Ditjen Hubla Kemenhub Terus Cek Infrastruktur Pelabuhan

Editor
16 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap kondisi infrastruktur transportasi laut di...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Ahadiat Hotel & Bungalow Bandung