• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 9 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Lembah Aviary Paseban Megamedung Diresmikan, Ada Apa Saja?

Editor
Rabu, 10 Juni 2026 - 04:14
Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, melakukan kunjungan kerja ke Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk meresmikan Lembah Aviary Paseban, Penangkaran Rusa Timor, serta melepasliarkan dua individu Elang Jawa (Nisaetus bartelsi).(Foto: Humas Kemenhut)

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, melakukan kunjungan kerja ke Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk meresmikan Lembah Aviary Paseban, Penangkaran Rusa Timor, serta melepasliarkan dua individu Elang Jawa (Nisaetus bartelsi).(Foto: Humas Kemenhut)

SATUJABAR, BOGOR – Menteri Kehutanan diwakili oleh Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, melakukan kunjungan kerja ke Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk meresmikan Lembah Aviary Paseban, Penangkaran Rusa Timor, serta melepasliarkan dua individu Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konservasi berbasis bentang alam yang mengintegrasikan pemulihan ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, pendidikan lingkungan, penelitian, serta pemberdayaan masyarakat.

Dua individu Elang Jawa yang dilepasliarkan adalah betina bernama Agni dan jantan bernama Beta. Elang Jawa merupakan satwa endemik Pulau Jawa yang menjadi salah satu spesies prioritas konservasi Indonesia sekaligus indikator penting kesehatan ekosistem hutan pegunungan Jawa.

RelatedPosts

Pariwisata Indonesia Tunjukkan Ketahanan di Tengah Dunia yang Bergejolak

Menperin Sarmuji: Industri Harus Pasok PDB Hingga 25 Persen

Menperin Sarmuji Minta Hari Pelayanan Publik Jadi Dua Kali Seminggu, Kenapa?

Agni berasal dari Lembaga Konservasi (LK) Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) dan Beta berasal dari LK Yayasan Konservasi Cikananga (YCKT) telah menjalani proses rehabilitasi, habituasi, serta evaluasi teknis selama kurang lebih dua tahun enam bulan sebelum dinyatakan layak kembali ke habitat alaminya. Untuk mendukung pemantauan pasca pelepasliaran, individu ini dilengkapi GPS Tracker yang memungkinkan tim konservasi memantau pergerakan, pemanfaatan habitat, dan keberhasilan adaptasinya di alam.

Kementerian Kehutanan menyampaikan apresiasi kepada LK PKEK dan YCKT atas kontribusinya dalam mendukung konservasi Elang Jawa melalui penyelamatan satwa, rehabilitasi, dan peningkatan peluang keberhasilan pelepasliaran. Keberhasilan pelepasliaran satwa liar tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan rehabilitasi dan penangkaran, tetapi juga oleh kesiapan habitat dan dukungan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga habitat serta mencegah berbagai ancaman terhadap satwa liar, termasuk perburuan.

Selain pelepasliaran Elang Jawa, Dirjen KSDAE juga meresmikan Lembah Aviary Paseban yang dikembangkan sebagai fasilitas konservasi ex-situ non-komersial untuk mendukung konservasi burung Indonesia melalui pendidikan lingkungan, penelitian, pengembangbiakan yang bertanggung jawab, serta pelepasliaran kembali ke habitat alaminya.

Rangkaian kegiatan turut ditandai dengan peresmian Penangkaran Rusa Timor sebagai bagian dari pengembangan pusat konservasi satwa dan pendidikan lingkungan di kawasan tersebut. Kedua fasilitas ini dikembangkan dengan prinsip bahwa konservasi ex-situ bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk mendukung pemulihan populasi satwa di alam serta memperkuat fungsi ekosistem.

Inisiatif yang berkembang di kawasan ini dipimpin oleh Yayasan Paseban melalui pendekatan yang mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati, pemulihan ekosistem, pertanian organik berkelanjutan, penelitian, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut berawal dari praktik pertanian organik yang dirintis sekitar enam belas tahun lalu dan kemudian berkembang menjadi gerakan pemulihan bentang alam yang lebih luas.

Dirjen KSDAE, Satyawan menyampaikan arahan Menteri Kehutanan dan apresiasi kepada Yayasan Paseban, BBKSDA Jawa Barat, Perum Perhutani, Lembaga Konservasi, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dan berbagai pihak yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam di Lanskap Megamendung.

“Upaya konservasi memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Apa yang dilakukan di Megamendung menunjukkan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati, pemulihan ekosistem, dan pembangunan yang berkelanjutan dapat berjalan secara selaras,” ujar Satyawan melalui keterangan resmi.

Pembina Yayasan Paseban, Andy Utama, menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan di Megamendung merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan.

“Kami memiliki cita-cita sederhana namun besar, yaitu turut berkontribusi mengembalikan Megamendung sedekat mungkin dengan kondisi ekologisnya sebagaimana pernah dikenal sekitar seratus tahun yang lalu. Mungkin kita tidak dapat mengembalikan masa lalu sepenuhnya, tetapi kita dapat memulihkan fungsi-fungsi ekologisnya, memperkuat habitat satwa liar, menjaga sumber air, dan mewariskan bentang alam yang lebih baik kepada generasi berikutnya,” ujar Andy Utama.

Sementara itu, Penasihat Yayasan Paseban, Wiratno, menekankan pentingnya Megamendung sebagai bagian dari bentang alam yang lebih luas.

“Megamendung memiliki arti yang jauh melampaui batas administratifnya. Kawasan ini merupakan bagian penting dari bentang alam yang terhubung dengan Cagar Biosfer Cibodas dan berperan dalam menjaga fungsi ekologis yang manfaatnya dirasakan hingga wilayah hilir. Di tengah tekanan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan kawasan seperti ini menjadi semakin relevan untuk dijaga,” ujarnya.

Lanskap Megamendung memiliki posisi yang sangat strategis dalam konteks konservasi di Pulau Jawa. Kawasan ini merupakan bagian penting dari bentang alam yang terhubung dengan Cagar Biosfer Cibodas. Dalam konsep cagar biosfer, keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan oleh kawasan inti, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kawasan penyangga dan zona transisi yang menopang keseluruhan sistem ekologis.

Lanskap Megamendung juga masih menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang penting bagi Pulau Jawa. Berbagai hasil pemantauan biodiversitas mencatat keberadaan sejumlah spesies kunci seperti Elang Jawa, Surili Jawa, Owa Jawa, Lutung Jawa, Trenggiling Sunda, Banded Linsang, Garangan, Landak Jawa, serta berbagai jenis burung hutan lainnya. Kehadiran spesies-spesies tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini masih mempertahankan fungsi ekologis yang penting sebagai habitat satwa liar dan refuge area di tengah tingginya tekanan pembangunan di Jawa Barat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagaimana konservasi keanekaragaman hayati, pemulihan ekosistem, pendidikan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan partisipasi multipihak dapat berjalan secara terpadu dalam satu bentang alam yang utuh.

 

Tags: Lembah Aviary PasebanMegamendung

Related Posts

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (8/10/2026).(Foto: Dok. Humas Kemenpar)

Pariwisata Indonesia Tunjukkan Ketahanan di Tengah Dunia yang Bergejolak

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Pariwisata Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan kunjungan wisatawan...

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji.(Foto: Humas Kemenperin)

Menperin Sarmuji: Industri Harus Pasok PDB Hingga 25 Persen

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA – Menperin atau Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan industri manufaktur harus kembali menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia...

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji (tengah) beserta jajaran meninjau Unit Pelayanan Publik (UPP) Kemenperin di Jakarta, Kamis (8/10). Menperin meminta layanan publik Kemenperin dipercepat, termasuk dengan menambah Hari Pelayanan Publik dari sekali menjadi dua kali seminggu.(Foto: Humas Kemenperin)

Menperin Sarmuji Minta Hari Pelayanan Publik Jadi Dua Kali Seminggu, Kenapa?

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji meminta layanan publik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dipercepat, termasuk dengan menambah Hari Pelayanan Publik...

Menteri Perdagangan Budi Santoso beserta jajaran pada pembukaan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi Kamis, (8/10) di Jakarta.(Foto: Humas Kemendag)

Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komiditi, Mendag: Jadilah Nasabah Cerdas

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong masyarakat untuk menjadi nasabah cerdas (smart traders) yang melek digital di bidang perdagangan...

Kepala BRIN Arif Satria.(Foto: Humas BRIN)

BRIN Gandeng Industri Hilirisasi Teknologi Penangkap Karbon Berbasis Mikroalga

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Alam Semesta Integra lakukan hilirisasi teknologi penangkap karbon berbasis mikroalga...

Senior Vice President Business Development Pertamina Ary Kurniawan dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10)(Foto: Dok. Pertamina)

B50 Jadi Langkah Konkret Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Editor
9 Oktober 2026

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) terus mendorong diversifikasi sumber energi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.