JAKARTA – Kuda laut jantan justru menjadi individu yang mengerami dan melahirkan keturunan mereka.
Ya! Tidak seperti dengan kebanyakan hewan, kuda laut memiliki cara reproduksi yang cukup unik. Pada hewan yang termasuk dalam famili Syngathidae ini, telur memang berasal dari betina namun proses mengerami hingga melahirkan justru dilakukan oleh kuda laut jantan melalui kantong pengeraman yang dimilikinya.
Salah satu karakteristik tersebut menjadi keunikan yang dimiliki oleh kuda laut jantan yang dijelaskan dalam materi Teknik Identifikasi Kuda Laut pada Lokakarya yang bertajuk “Penanganan Kuda Laut Hasil Sitaan” yang dilaksanakan di Gedung B.J Habibie di Jakarta pada Kamis (27/8) seperti dikabarkan Humas BRIN.
Dalam pemaparan materi yang dilakukan oleh Project Assistant dari Project Seahorse, Muthya Farah menjelaskan bahwa keberadaan kantong pengeraman menjadi salah satu ciri yang dapat digunakan untuk membedakan kuda laut jantan dan betina. Kuda laut jantan memiliki kantong pengerman di bagian bawah tubuhnya, sedangkan betina tidak memiliki bagian tersebut.
“Jantannya enggak bertelur, Pak. Yang punya telur tuh tetap yang betina. Jadi dia (jantan) melahirkan,” jelas Muthya.
Proses reproduksi kuda laut berlangsung ketika betina mentrasfer telur atau dimasukkan ke dalam kantong pengeraman miliki jantan. Setelah telur berhasil dimasukkan dan sudah berada di dalam kantong tersebut, kuda laut jantan akan mengerami dan menjaga telur hingga waktunya untuk menetas dan anak kuda dilahirkan.
“Bapaknya yang mengerami, menjaga telurnya dan melahirkan,” ujar Muthya.
Bentuk kantong pengeraman juga dapat membantu mengidentifikasi tahap reproduksi kuda laut jantan. Muthya menunjukkan beberapa bentuk kantong pengeraman, mulai dari yang terlihat menonjol ketika berisi telur, hingga yang kempes dan keriput setelah anakan dilahirkan. Kantong pengeraman pada kuda laut jantan juga dapat memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Berbeda dengan kuda laut jantan yang memiliki kantong pengemaran, kuda laut betina justru tidak memiliki kantong pengemaran. Bentuk bagian perutnya cenderung membulat, berbeda dengan jantan yang bentuk bagian bawah tubuhnya lebih landai dan menyambung hingga ke arah ekor. Namun, Muthya menjelaskan bahwa kuda laut jantan yang masih berusia muda dapat memiliki kantong pengemaran yang masih belum terlihat jelas dikarenakan kantongnya yang masih dalam tahap perkembangan.
“Karena (perutnya) masih kempes gitu, dikira tuh betina, padahal jantan. Kita bisa melihat bahwa kalau misalnya kuda laut yang masih anakan ya, masih juvenile biasanya kurang terlihat kantong pengeraman karena masih develop, masih berkembang” jelas Muthya.
Keunikan reproduksi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya memahami morfologi kuda laut dalam proses identifikasi. Lebih lanjut, identifikasi kuda laut dilakukan dengan memperhatikan sejumlah karakter tubuh yang dimiliki, seperti tulang pipi, mahkota pada bagian kepala, dan bentuk tulang hidung.
Fenomena kuda laut jantan yang mengerami dan melahirkan menjadi salah satu keunikan yang dimiliki oleh kuda laut dalam siklus hidupnya. Keunikan yang dimiliki oleh spesies kuda laut tersebut menunjukkan adanya pembagian peran yang khas antara kuda laut jantan dan betina dalam proses reproduksinya.







