• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kopi sebagai Identitas Bangsa: Kementerian Ekraf Dorong Potensi Ekspor Bersama Roemah Koffie

Editor
Rabu, 30 Juli 2025 - 06:50
(Foto: Ekraf)

(Foto: Ekraf)

Kopi sebagai Identitas Bangsa: Kementerian Ekraf Dorong Potensi Ekspor Bersama Roemah Koffie

JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) tengah menjajaki kerja sama dengan Roemah Koffie untuk meningkatkan ekspor subsektor kuliner, khususnya kopi Indonesia. Kolaborasi ini menargetkan pasar luar negeri, dengan fokus pada penguatan rantai nilai kreatif dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

RelatedPosts

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu yang Ditangkap Pemprov DKI

Di Madinah, Ratusan Petugas Haji Langsung Ikuti Bimbingan Teknis

OJK Minta BNI Tuntaskan Penyelesaian Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

“Indonesia punya kopi yang luar biasa, tetapi belum seluruh potensi nilainya dimaksimalkan. Kementerian Ekraf tidak hanya fokus pada aspek ekspor, tetapi juga berupaya memperkuat rantai nilai kreatif—dari peningkatan kapasitas SDM, perluasan akses pasar, hingga pendampingan dalam menciptakan produk turunan seperti merchandise dan storytelling merek yang memperkuat identitas bangsa,” ujar Wakil Menteri Ekraf Irene Umar saat menerima audiensi Roemah Koffie di Autograph Tower, Jakarta, Senin (28/7/2025) melalui keterangan resmi.

Wamen Ekraf menyatakan, Kementerian Ekraf ingin memperkuat subsektor kuliner sebagai the new engine of growth ekonomi nasional. Melalui diskusi ini, Kementerian Ekraf dapat merumuskan kebijakan strategis terkait hilirisasi produk, penetrasi pasar internasional, serta pengembangan potensi kreatif dari hulu ke hilir.

Akademi Kopi hingga Penetrasi Pasar Global

Penjajakan antara Kementerian Ekraf dan Roemah Koffie mencakup beberapa aspek penting: pembentukan akademi kopi sebagai pusat edukasi, aktivasi merek melalui kanal kreatif, dan eksplorasi pasar global lewat jalur promosi dan diplomasi ekonomi. Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Ekraf membuka peluang fasilitasi administratif agar proses pengembangan pasar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Penjajakan ini sejalan dengan program prioritas Sinergi Ekraf dalam Asta Ekraf, kerangka strategis pembangunan ekonomi kreatif nasional. Melalui Sinergi Ekraf, Kementerian Ekraf mendorong kemitraan antarpelaku industri dan kolaborasi antar-jenama untuk memperluas jangkauan produk kreatif Indonesia di pasar global serta membangun ekosistem usaha yang berdaya saing dan saling terhubung.

Aspek penguatan SDM juga menjadi perhatian Roemah Koffie. Felix TJ, CEO Roemah Koffie, menyampaikan keinginan untuk menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan vokasi maupun perguruan tinggi guna menciptakan jalur penyerapan tenaga kerja yang terarah.

“Kami ingin membuka peluang kerja bagi talenta muda lokal, terutama di bidang produksi, pengolahan, dan kreatif. Kalau bisa dijembatani dengan universitas atau politeknik, kami siap memberikan ruang bagi para lulusan untuk berkembang,” ujarnya.

Konektivitas Pendidikan dan Industri

Di sisi lain, penguatan SDM juga menjadi fokus utama melalui pilar Talenta Ekraf. Kementerian Ekraf melihat pentingnya konektivitas antara institusi pendidikan dan industri.

“Akan jauh lebih optimal jika lulusan perguruan tinggi dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja. Di sinilah kami hadir untuk menjembatani dengan industri yang relevan, sejalan dengan visi pembangunan Ekraf yang dimulai dari daerah,” tambah Wamen Ekraf.

Direktur Kuliner Kementerian Ekraf, Andy Ruswar, menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk mendukung langkah ekspor pelaku Ekraf, termasuk melalui koordinasi kebutuhan administratif dan komunikasi dengan jejaring yang relevan di negara tujuan. Dukungan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan pelaku usaha.

Roemah Koffie sendiri berkomitmen mempromosikan kopi sebagai kekuatan budaya yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Felix TJ menempatkan kopi tidak sekadar sebagai komoditas, tetapi juga sarana connecting people—dari petani hingga penikmat. Melalui sinergi bersama Kementerian Ekraf, ia mendorong agar ekosistem kopi Indonesia terus bertumbuh dan saling menguatkan di setiap mata rantainya.

Tags: Ekrafkopirumah koffie

Related Posts

Ikan sapu-sapu.(Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu yang Ditangkap Pemprov DKI

Editor
19 April 2026

Dengan melibatkan 640 personel, jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai sekitar 68.880 ekor dengan total berat 6,98 ton. SATUJABAR,...

(Foto: Dok. Kemenhaj)

Di Madinah, Ratusan Petugas Haji Langsung Ikuti Bimbingan Teknis

Editor
19 April 2026

Keberadaan tenaga pendukung sangat vital dalam mendukung kinerja PPIH secara keseluruhan. SATUJABAR, MADINAH - Tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol

OJK Minta BNI Tuntaskan Penyelesaian Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

Editor
19 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk segera menuntaskan penyelesaian kasus yang dialami...

Unifil.(Foto: Unifil)

Personel UNIFIL Asal Prancis Tewas, Indonesia Sampaikan Dukacita dan Solidaritas

Editor
19 April 2026

Indonesia menyatakan solidaritas bersama Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya. SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati yang...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, program Sapu-sapu Bandung bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ribuan Warga Guyub di Acara Sapu-Sapu Bandung

Editor
19 April 2026

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, program ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan....

Ubi jalar atau singkong.(Image:pexels)

BRIN Genjot Hilirisasi Komoditas Singkong dan Pisang

Editor
19 April 2026

Indonesia merupakan penghasil ubi kayu terbesar kedua di dunia setelah Brazil, dengan produksi mencapai 21 juta ton. Namun, umbi singkong...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.