SATUJABAR, JAKARTA – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka akses pengelolaan dan pemanfaatan Koleksi Ilmiah Fauna Ikan yang berpusat di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Jawa Barat. Para periset, akademisi, dan masyarakat dapat memanfaatkan koleksi tersebut untuk penelitian, pendidikan, serta konservasi keanekaragaman hayati perairan Indonesia.
Langkah strategis ini mengusung semangat transparansi dan efisiensi dengan membuka pintu seluas-luasnya bagi berbagai kalangan untuk memanfaatkan aset ilmiah nasional.
Pelaksana Fungsi Pemrosesan Koleksi Ilmiah KST Cibinong – Kelompok Fauna BRIN, Dody Apriadi Indrakusuma, menjelaskan sarana koleksi ilmiah ini bukan sekadar tempat penyimpanan spesimen, melainkan fasilitas publik dan infrastruktur riset yang dapat dimanfaatkan secara luas.
“Koleksi ilmiah fauna ikan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan riset modern, mulai dari studi taksonomi, sistematika, analisis morfologi, hingga DNA barcoding dan deskripsi spesies ikan baru,” katanya, dalam Webinar Takson 18, Senin (3/8) seperti dikabarkan Humas BRIN.
Saat ini, Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) BRIN mencatat terdapat sekitar 28.000 spesimen fisik ikan yang tersimpan rapi di fasilitas Kompaktus Gedung Kehati C, KST Cibinong. Koleksi ini mencakup berbagai jenis ikan lokal, endemik, spesies baru, hingga spesies langka dan terancam punah dari seluruh wilayah perairan Indonesia.
Pemanfaatan puluhan ribu spesimen ini sangat erat kaitannya dengan kebutuhan penelitian modern. Untuk memfasilitasi kebutuhan yang beragam tersebut, DPKI BRIN menyediakan tiga kategori layanan utama yang dapat diakses oleh publik dan kalangan akademisi.
Layanan pertama adalah Deposito Spesimen, yang memfasilitasi penyerahan material ilmiah dari periset, lembaga iptek, maupun masyarakat sesuai Peraturan BRIN Nomor 8 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Koleksi Ilmiah. Layanan ini sekaligus menjalankan mandat Wajib Serah Wajib Simpan, agar setiap temuan riset terarsip secara aman dan terdata secara nasional.
Kategori kedua adalah Layanan Peminjaman Spesimen, yang memberikan aksesibilitas bagi periset untuk meminjam koleksi fisik guna kebutuhan identifikasi, perbandingan taksonomi, verifikasi hasil penelitian, hingga analisis laboratorium lanjutan.
Kategori ketiga berupa Layanan Kunjungan dan Edukasi, membuka ruang bagi masyarakat umum, pelajar, dan sivitas akademika untuk mengakses data rujukan ilmiah secara langsung. Layanan ini dirancang untuk memperkuat literasi sains masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian biodiversitas perairan Indonesia.
Sejalan dengan komitmen digitalisasi dan transparansi tata kelola riset nasional, seluruh prosedur permohonan layanan, mulai dari pendaftaran peminjaman spesimen, pengajuan kunjungan, hingga penyerahan deposito, kini dapat diakses secara daring atau online.
Masyarakat, akademisi, maupun periset yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai katalog koleksi dan tata cara pengajuan dapat langsung mengunjungi portal resmi DPKI BRIN melalui tautan https://brin.go.id/diri/dpki.







