• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 18 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Dorong Kesadaran Kolektif Wujudkan Ekosistem Industri Batik yang Berkelanjutan

Editor
Selasa, 12 Agustus 2025 - 07:02
Kemenperin Dorong Kesadaran Kolektif Wujudkan Ekosistem Industri Batik yang Berkelanjutan

(Foto: Dok. Kemenperin)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat upaya transformasi industri batik nasional dengan mendorong penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability). Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kesadaran global terhadap isu lingkungan hidup dan tuntutan pasar terhadap produk ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem industri batik yang berkelanjutan secara menyeluruh.

RelatedPosts

Dekranasda Wajib Bangun Kolaborasi Perluas Pasar Produk UMKM

Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Siap Digelar, Bidik 300 Tenant dan 10.000 Pengunjung

Farhan: Ekspor Sepatu Kota Bandung Harus Meningkat

“Industri batik yang berkelanjutan merupakan bentuk kecintaan kita terhadap kekayaan budaya dan alam nusantara. Namun, transformasi menuju industri yang berkelanjutan harus menyentuh berbagai sisi secara terpadu. Untuk itu, kerja sama antarpihak sangat diperlukan,” ujar Reni di Jakarta, Senin (11/8).

Menurutnya, penerapan prinsip keberlanjutan tidak hanya bisa dilakukan dari sisi produksi saja, tetapi juga harus ditunjang oleh regulasi, teknologi, standardisasi, pengurangan dampak lingkungan, serta partisipasi aktif dari konsumen dan masyarakat.

“Transformasi industri ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kesadaran kolektif dari semua pihak untuk mewujudkannya,” tegas Reni.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Ditjen IKMA bekerja sama dengan satuan kerja di lingkungan Kemenperin, asosiasi perajin, kementerian dan lembaga terkait, hingga pelaku usaha batik. Kolaborasi ini bertujuan agar kebijakan yang dirumuskan dapat menyasar langsung kebutuhan di lapangan dan menghasilkan dampak yang nyata.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menambahkan bahwa pihaknya telah mengangkat isu keberlanjutan industri batik melalui diskusi publik dalam rangkaian Gelar Batik Nusantara (GBN) pada akhir Juli 2025.

Talkshow bertajuk “Cinta Wastra Nusantara: Penerapan Keberlanjutan Lingkungan pada Industri Batik” digelar pada 30 Juli–3 Agustus 2025 dan menghadirkan sejumlah pembicara lintas sektor, mulai dari peneliti, pejabat pemerintah, hingga asosiasi pelaku industri.

“Kami ingin membangun perspektif yang holistik terhadap isu ini, dengan mendengarkan pandangan dari berbagai latar belakang,” ujar Budi.

Dalam diskusi tersebut, Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJI) Kerajinan dan Batik, Jonni Afrizon, menekankan pentingnya penggunaan bahan baku alami dan ramah lingkungan dalam produksi batik. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan batik berbahan biodegradable karena kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI), Komarudin Kudiya. Ia menegaskan pentingnya inovasi dalam penggunaan bahan alami, namun tetap memperhatikan keterjangkauan agar dapat diimplementasikan secara luas oleh pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Sementara itu, Achmad Taufik dari Pusat Industri Hijau Kemenperin menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai insentif bagi industri yang menerapkan prinsip hijau, termasuk dukungan fiskal, pelatihan, dan penghargaan bagi pelaku usaha yang berkomitmen pada keberlanjutan.

Dari sisi lingkungan, Marni Sulistyowati dari Kementerian Lingkungan Hidup menekankan pentingnya pengelolaan limbah produksi batik, khususnya air limbah, dengan pendekatan prinsip 3R: reduce, reuse, dan recycle.

Kemenperin berharap, upaya ini dapat menjadi pemicu terciptanya kesadaran kolektif nasional untuk membangun industri batik yang tidak hanya berdaya saing secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan warisan budaya Indonesia.

Tags: IKM Batik

Related Posts

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyambut Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat bersama seluruh Ketua Dekranasda dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam rangka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Dekranasda Wajib Bangun Kolaborasi Perluas Pasar Produk UMKM

Editor
16 September 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai seluruh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten dan kota di Jawa Barat...

Salah satu menu makanan jamaah haji yang bervariasi setiap waktu.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Siap Digelar, Bidik 300 Tenant dan 10.000 Pengunjung

Editor
16 September 2026

MADIUN - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mendorong penyelenggaraan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 menjadi...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, ke salah satu industri sepatu lokal, Fortuna Shoes, di Jalan Soekarno-Hatta, Senin 14 September 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Farhan: Ekspor Sepatu Kota Bandung Harus Meningkat

Editor
14 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan sektor manufaktur dan industri kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus...

Menteri Perdagangan Budi Santoso “Launching Akses Pasar UMKM Pangan Kemasan ke AEON Indonesia” di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, (9/9).(Foto: Dok. Kemendag)

Sepuluh Produk UMKM Pangan Binaan Kemendag Tembus Jaringan Ritel AEON Indonesia

Editor
10 September 2026

TANGERANG – Sepuluh produk pangan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kementerian Perdagangan siap menembus jaringan ritel AEON...

Garut Plaza diharapkan menjadi pendorong ekonomi dan menopang UMKM usai diaktivasi lagi dan menjalani rebranding, ungkap Asisten Daerah II Kabupaten Garut Dedy Mulyadi. Foto: APPSI Kabupaten Garut/Garut Plaza)

Garut Plaza Direbranding, Dorong Ekonomi Daerah dan UMKM

Editor
7 September 2026

GARUT - Garut Plaza diharapkan menjadi pendorong ekonomi dan menopang UMKM usai diaktivasi lagi dan menjalani rebranding. Garut Plaza juga...

Suasana bimtek lebah trigona di Gunungkidul.(Foto: Humas Kemenhut)

Budidaya Lebah Trigona Kemenhut Diikuti Gen Z

Editor
7 September 2026

GUNUNGKIDUL - Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) menggelar Bimbingan Teknis Budidaya dan Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.