• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 7 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Budidaya Lebah Trigona Kemenhut Diikuti Gen Z

Editor
Senin, 07 September 2026 - 08:23
Suasana bimtek lebah trigona di Gunungkidul.(Foto: Humas Kemenhut)

Suasana bimtek lebah trigona di Gunungkidul.(Foto: Humas Kemenhut)

GUNUNGKIDUL – Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) menggelar Bimbingan Teknis Budidaya dan Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah Trigona (Trigona spp.) untuk 35 anak muda atau Generasi Muda Pelestari Hutan (Genries). Sebagaimana diketahui bahwa budidaya lebah Trigona sebagai salah satu forestpreneurship berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

Tak hanya bertujuan keterampilan budidaya saja, tetapi juga kemampuan mengolah produk, mengembangkan usaha, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.

RelatedPosts

1.000 UMKM Urus Sertifikasi Halal, Didampingi Pemkot Kota Bandung

Sentra Tekstil Cigondewah Plus Kuliner Jadi Magnet Wisata

Kemenperin dan BI Percepat Transformasi UMKM Hijau

Kegiatan ini berlangsung pada 4–6 September 2026 tersebut dipusatkan di Wanawiyata Widyakarya Kelompok Tani Hutan (KTH) Madusari, Dusun Ngrandu, Kelurahan Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Sebanyak 35 peserta yang memiliki minat dan/atau telah aktif dalam kewirausahaan kreatif kehutanan mengikuti pembelajaran berbasis praktik langsung di lapangan.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Luckmi Purwandari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Generasi Pelestari Hutan (Genries) melalui pengembangan forest youthpreneurship. Pendekatan tersebut mendorong generasi muda melihat hutan tidak hanya dari sisi ekologis, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya inovasi dan usaha yang berkelanjutan.

“Kami ingin anak muda melihat bahwa menjaga hutan dan membangun kesejahteraan bukanlah dua hal yang terpisah. Keduanya dapat tumbuh bersama. Lebah Trigona menjadi contoh nyata karena membantu penyerbukan dan menjaga kesehatan ekosistem, sekaligus menghasilkan madu, propolis, dan bee pollen yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Luckmi dilansir laman Kemenhut.

Untuk mendorong produk kehutanan agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar, peserta tidak hanya mempelajari teknik budidaya dan pemeliharaan koloni lebah Trigona hingga menghasilkan madu. Mereka juga memperoleh pembekalan mengenai penanganan pascapanen, pengembangan nilai ekonomi produk, branding, serta pemanfaatan media sosial dan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.

Pemilihan Wanawiyata Widyakarya KTH Madusari sebagai lokasi kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung dari praktik pengembangan budidaya lebah madu dan pemanfaatan HHBK di tingkat tapak. KTH Madusari memiliki rekam jejak sebagai pusat pembelajaran lapangan dalam pengembangan budidaya lebah madu serta penguatan usaha berbasis HHBK.

Melalui pembelajaran berbasis praktik tersebut, peserta diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Masing-masing peserta juga diarahkan untuk menyusun Rencana Aksi Usaha (Action Plan) sebagai langkah awal menerapkan dan mengembangkan hasil pembelajaran setelah kegiatan berakhir.

Sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, Pusgenri juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan perangkat daerah, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), penyuluh kehutanan, serta pengelola di tingkat tapak. Kolaborasi ini penting untuk memastikan pembinaan generasi muda dapat berlanjut melalui pendampingan, penguatan jejaring usaha, pengembangan produk, serta perluasan akses pasar.

Sinergi pusat dan daerah tersebut sekaligus diharapkan membangun ekosistem forestpreneurship yang lebih kuat, sehingga generasi muda tidak hanya mampu menghasilkan produk berbasis sumber daya hutan, tetapi juga dapat meningkatkan nilai tambah, membangun merek, memanfaatkan teknologi digital, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Melalui pengembangan forest youthpreneurship, Kementerian Kehutanan berharap semakin banyak generasi muda di DIY melihat sektor kehutanan sebagai ruang masa depan untuk berkarya, berinovasi, dan berwirausaha sekaligus menjaga kelestarian hutan. Budidaya lebah Trigona menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas generasi muda dapat menghubungkan manfaat ekologis dengan penciptaan nilai ekonomi dari sumber daya hutan secara lestari.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Kehutanan untuk memperkuat kontribusi generasi muda dalam mewujudkan pembangunan kehutanan yang menempatkan kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan yang berjalan beriringan, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi hijau Indonesia.

Tags: KemenhutLebah Trigonapeluang usaha

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di acara pemberdayaan UMKM.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

1.000 UMKM Urus Sertifikasi Halal, Didampingi Pemkot Kota Bandung

Editor
3 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan berbagai komunitas pengusaha memperkuat dukungan bagi pelaku...

Sentra Tekstil Cigondewah Plus Kuliner Jadi Magnet Wisata

Editor
30 Agustus 2026

BANDUNG - Sentra Tekstil Cigondewah di Kecamatan Bandung Kulon didorong menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat yang memadukan belanja tekstil, kuliner...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin dan BI Percepat Transformasi UMKM Hijau

Editor
30 Agustus 2026

JAKARTA – Kemenperin atau Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi sektor industri nasional menuju sistem produksi yang lebih efisien, berdaya saing,...

Stan UMKM di Car Free Day Tegar Beriman.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Car Free Day Tegar Beriman Dorong Kinerja UMKM

Editor
29 Agustus 2026

CIBINONG – Car Free Day (CFD) Tegar Beriman tidak hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga dan berekreasi, tetapi juga turut...

Kunjungan DPR ke Kota Bogor terkait pemberdayaan UMKM.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

UMKM Kota Bogor Difasilitasi DPR – Pemkot Bogor

Editor
29 Agustus 2026

Kunjungan DPR tentang akses pembiayaan dan permodalan bagi UMKM serta ekonomi kreatif, terutama bagi para pelaku usaha di Kota Bogor....

Dinas Koperasi dan UKM, terus memperkuat pembinaan dan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendataan sekaligus fasilitasi legalitas usaha.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

UMKM Kabupaten Bogor Dapatkan Legalitas dan Branding

Editor
28 Agustus 2026

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Koperasi dan UKM, terus memperkuat pembinaan dan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.