• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Bersinergi dengan Industri TPT Hadapi Tantangan Global

Editor
Jumat, 18 April 2025 - 09:07
Kemenperin Bersinergi dengan Industri TPT Hadapi Tantangan Global

(Foto: Kemenperin)

BANDUNG – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan membangkitkan kembali kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di tengah tekanan global. Pemerintah menyatakan tidak akan membiarkan sektor ini menghadapi tantangan sendiri, melainkan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan industri.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan kerja ke pameran Inatex – Indo Intertex 2025 di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Dalam kesempatan itu, Menperin menegaskan bahwa pemerintah hadir memberikan berbagai dukungan untuk memperkuat daya saing industri TPT nasional.

RelatedPosts

Tidak Terima Ditegur, Pemuda di Bandung Barat Bacok Pengemudi Ojol

Pengedar Sabu di Sumedang Ditangkap, Modus Mengaku Polisi

Puskemas Bantarujeg Majalalengka Dituduh Tolak Pasien, Dokter Klarifikasi

“Pemerintah tidak akan membiarkan sektor TPT berjalan sendiri. Kami bersama dunia usaha berkomitmen untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada di lapangan,” kata Menperin Agus melalui keterangan resmi.

Untuk mendongkrak kinerja industri TPT, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis, seperti fasilitasi pembiayaan, pelatihan SDM industri, serta penguatan pengawasan impor dan pengendalian produk asing.

“Pasar domestik Indonesia sangat besar, dengan hampir 300 juta penduduk dan kebutuhan sandang tinggi. Melindungi industri TPT lokal berarti melindungi jutaan pekerja di dalamnya. Maka dari itu, kami juga memberikan insentif khusus bagi industri padat karya seperti TPT,” jelas Agus.

Industri TPT dinilai sebagai sektor strategis karena padat karya dan berorientasi ekspor. Pengembangannya telah tercantum dalam berbagai kebijakan nasional, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015, Kebijakan Industri Nasional 2020–2024, dan roadmap Making Indonesia 4.0.

Dalam dialog langsung dengan pelaku industri di lokasi pameran, Menperin menerima berbagai masukan, termasuk keluhan terkait membanjirnya impor pakaian jadi yang menekan daya saing produk dalam negeri. Banyak dari barang impor tersebut disebut berasal dari negara-negara yang terkena dampak perang dagang AS-Tiongkok, dan dialihkan ke pasar negara berkembang seperti Indonesia, termasuk melalui praktik transshipment.

“Praktik impor tidak sehat seperti transshipment harus diawasi dan ditindak tegas. Kami mendorong pengetatan prosedur penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) guna mencegah penyalahgunaan dokumen impor,” tegasnya.

Agus juga menekankan pentingnya peran industri TPT dalam menopang perekonomian nasional melalui ekspor dan penyerapan tenaga kerja.

“Kami berharap industri tekstil tidak hanya mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga tumbuh positif agar dapat memperkuat cadangan devisa dan memanfaatkan bonus demografi secara produktif,” tambahnya.

Kinerja industri TPT pada 2024 menunjukkan tren positif. Sektor ini menjadi kontributor kelima terbesar terhadap ekspor industri manufaktur nasional dengan nilai ekspor mencapai USD 11,96 miliar atau setara 6,08 persen dari total ekspor industri manufaktur. Sementara itu, impor turun sebesar 6,20 persen, mendorong kenaikan neraca perdagangan TPT hingga 20,99 persen.

Hingga Agustus 2024, industri TPT juga telah menyerap sekitar 3,97 juta tenaga kerja, atau 19,9 persen dari total tenaga kerja di sektor manufaktur. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ini tercatat sebesar 4,26 persen secara tahunan.

Dari sisi investasi, sepanjang 2019 hingga triwulan III 2024, sektor TPT mencatat Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp24,44 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD 2,59 miliar dengan total 18.493 proyek. Meskipun mayoritas investasi mengalir ke industri tekstil, sektor pakaian jadi tercatat lebih besar dalam menyerap tenaga kerja.

Tags: Agus Gumiwang KartasasmitakemenperinMenperintekstilTPT

Related Posts

Pemuda di Sukabumi Diringkus Polisi Setelah Terlibat Aksi Pengeroyokan dan Pembacokan

Tidak Terima Ditegur, Pemuda di Bandung Barat Bacok Pengemudi Ojol

Editor
2 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Insiden berdarah melukai seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Korban dibacok pelaku yang tidak...

Kapolres Sumedang, AKBP Reza Ma'ruffi menunjukan barang bukti pengungkapan kasus narkoba jenis sabu, obat keras, hingga minuman keras.(Foto:Istimewa).

Pengedar Sabu di Sumedang Ditangkap, Modus Mengaku Polisi

Editor
2 November 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Seorang pengedar narkoba jenis sabu beroperasi di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ditangkap polisi. Dalam menjakankan bisnis haramnya, pelaku...

Klarifikasi dokter jaga Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengla, atas tuduhan menolak pasien viral di media sosial.(Foto:Istimewa).

Puskemas Bantarujeg Majalalengka Dituduh Tolak Pasien, Dokter Klarifikasi

Editor
2 November 2026

SATUJABAR, MAJALENGKA--Heboh di media sosial, rekaman video seorang pasien yang dinarasikan ditolak berobat di Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat....

Bandung Good Guide,turis,wisman,wisata,jabar

Kunjungan Wisman ke Jabar September 2026 Turun

Editor
2 November 2026

BANDUNG - Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada September 2026 tercatat sebanyak 305 kunjungan, atau turun...

Pelayanan peti kemas di Pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat.(Foto: Istimewa)

Ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 Naik 8,06 Persen

Editor
2 November 2026

BANDUNG - Ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 mencapai USD 31,22 miliar atau naik 8,06 persen dibanding periode yang sama tahun...

inflasi september 2022

Inflasi Jawa Barat pada Oktober 2026 Sebesar 2,90 Persen

Editor
2 November 2026

BANDUNG – Inflasi Jawa Barat pada Oktober 2026 year on year (y-on-y) sebesar 2,90 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK)...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.