• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 1 Februari 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kembali ke Masa Lalu di Alun-Alun Tegalkalong: Semangat Budaya yang Tak Ingin Padam

Editor
Senin, 08 September 2025 - 09:50
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Suara kayu dipukul berdentang. Anak-anak berlarian sambil tertawa riang, bermain egrang dan engkle di pelataran Alun-Alun Tegalkalong, Kecamatan Sumedang Utara. Sementara di sudut lain, seorang ibu tua sedang menjelaskan cara menimba air dari sumur yang dibangun ala zaman dulu.

Suasana itu tak biasa. Seolah waktu berhenti sejenak, lalu memutar balik ke masa ketika teknologi belum menguasai segalanya. Ketika permainan anak-anak bukan layar sentuh, tapi tanah, kayu, dan tawa.

RelatedPosts

Sambangi Bandung, Ustadz Abdul Somad Ajak Wargi Makmurkan Masjid

Fadli Zon Angkat Taufik Ismail Sebagai Penasihat Menteri Kebudayaan Bidang Sastra

Ketika Petugas Kesehatan Hewan Sasar Kucing-kucing Lucu di Ciumbuleuit

Inilah Gelar Budaya bertema “Sumanget Kasumedangan Ngaguar Sajatining Tali Paranti Ti Bihari Ka Kiwari”, sebuah upaya menyambungkan benang budaya dari masa lalu ke masa kini. Sebuah upaya, agar tak semuanya hilang begitu saja tertelan zaman.

 

Rumah Panggung, Leuit, dan Sumur Timbanya… Hidup Kembali

Warga Sumedang tumpah ruah. Ada yang mengenakan pakaian tradisional, ada pula yang datang membawa anak-anak mereka untuk menyaksikan langsung seperti apa kehidupan “baheula”.

Mulai dari bentuk rumah tradisional, leuit (lumbung padi), sumur timba, hingga permainan anak-anak khas Sunda, semuanya hadir dan hidup kembali. Tak hanya sebagai pajangan, tapi benar-benar dimainkan dan dirasakan.

 

Bupati Turun Tangan, Main Beklen dan Nostalgia Masa Kecil

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, hadir dan menyambut hangat acara ini. Ia bahkan sempat ikut bermain bersama anak-anak.

“Ini luar biasa. Anak-anak jadi tahu bagaimana bentuk rumah zaman dulu, makanan, hingga permainan tradisional. Mereka jadi belajar, dan ini penting agar mereka tidak lupa dari mana mereka berasal,” ujar Bupati Dony seperti dilansir laman Pemkab Sumedang.

Bagi Dony, memperkenalkan budaya pada generasi muda bukan hanya soal melestarikan tradisi, tapi juga menyelamatkan anak-anak dari ketergantungan gawai.

“Permainan tradisional seperti egrang, congklak, beklen, itu membuat anak-anak bergerak, tertawa, berpikir. Mereka jadi lebih ceria dan pintar. Ini cara kita menjaga masa depan mereka, dengan memberi ruang pada masa lalu,” tambahnya.

 

Gelar Budaya Bukan Sekadar Panggung Acara

Bukan hanya budaya yang ditampilkan. Gelar Budaya ini juga menjadi ruang kolaborasi antar-instansi. Dinas Kesehatan membuka layanan cek kesehatan gratis, sementara Dinas Pendidikan mengajak siswa sekolah dasar melakukan observasi budaya secara langsung.

“Saya ingin kegiatan seperti ini tidak berdiri sendiri. Harus terintegrasi. Anak-anak bisa belajar, data kesehatan masyarakat juga bisa dikumpulkan. Semua bisa saling mendukung,” tutur Dony.

Anak-anak sekolah tampak antusias mencatat di lembar observasi mereka, mewawancarai pengisi acara, dan mencatat bentuk rumah adat hingga nama permainan yang mereka temui.

 

Menyalakan Obor Budaya di Tegalkalong

Bupati Dony berharap, obor budaya yang dinyalakan di Alun-Alun Tegalkalong ini tidak padam begitu saja. Ia ingin tempat ini menjadi lebih dari sekadar ruang terbuka hijau—tapi juga sebagai pusat edukasi, ekonomi, silaturahmi, dan tentunya budaya.

“Alun-Alun ini bisa menjadi tempat berkumpul yang berdampak positif, bukan cuma tempat nongkrong. Ini bisa meningkatkan indeks kebahagiaan warga. Saya harap, kegiatan seperti ini bisa ditiru di kecamatan lain,” tuturnya penuh harap.

 

Dari Masa Lalu untuk Masa Depan

Hari itu, di bawah sinar matahari sore dan angin yang mengibarkan kain batik di tenda-tenda pameran, Sumedang seolah mengirim pesan: bahwa akar budaya tak boleh putus, dan masa lalu adalah bagian penting dari masa depan.

Anak-anak yang tertawa sambil bermain congklak, orang tua yang tersenyum melihat kembali mainan masa kecil mereka, hingga pemuda yang ikut mengenakan pangsi dan iket kepala—semua menjadi saksi bahwa budaya masih hidup, selama ada yang peduli dan melestarikannya.

 

#SumedangNgaguarBudaya #GelarBudayaTegalkalong #KaulinanBarudak #BudayaSundaHirupKembali

Tags: budaya sumedangbupati sumedangDony Ahmad Munir

Related Posts

Ustadz Abdul Somad. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Sambangi Bandung, Ustadz Abdul Somad Ajak Wargi Makmurkan Masjid

Editor
24 Januari 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Ustadz Abdul Somad mengajak masyarakat Kota Bandung untuk bersama-sama memakmurkan Masjid Raya Bandung (Masjid Alun-alun Bandung) sebagai...

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Budayawan Taufik Ismail. (Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan/Vidhy Fellizano Sfinoza)

Fadli Zon Angkat Taufik Ismail Sebagai Penasihat Menteri Kebudayaan Bidang Sastra

Editor
22 Januari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Kebudayaan  RI, Fadli Zon, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penasihat Menteri kepada sejumlah tokoh senior nasional di...

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung kembali menggelar kegiatan Bangsawan (Bandung Jaga Kesehatan Hewan) di Kantor Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Selasa 20 Januari 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ketika Petugas Kesehatan Hewan Sasar Kucing-kucing Lucu di Ciumbuleuit

Editor
21 Januari 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Selasa 20 Januari 2026, suasana Kantor Kelurahan Ciumbuleuit terlihat sibuk. Bukan saja adanya kerumunan manusia, tetapi juga...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Pagelaran Seni Wanda Sunda di El Hotel Bandung, Sabtu, 17 Januari 2026 malam.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ajakan Wali Kota Bandung Farhan Ajak Warga Jaga Akar Budaya

Editor
19 Januari 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan merayakan akar kebudayaan Kota...

Suasana rumah sakit atau RSUD Kota Bandung. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Cerita Penanganan Medis Abah Ade di RSUD Kota Bandung, Korban Penganiaayaan Bang Jago di Bandung Timur

Editor
15 Januari 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Viral di media sosial seorang kakek bernama Ade Dedi -kerap disapa Abah Ade, tewas setelah mengalami penyiksaan...

Nonton bareng.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Akhir Nobar Persib x Persija yang Berakhir Bahagia Bagi Bobotoh

Editor
12 Januari 2026

Pemerintah Kota Bandung memfasilitasi antusiasme bobotoh dengan menggelar nonton bareng (nobar) serentak di 30 kecamatan. Langkah ini bukan sekadar agenda...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.