SATUJABAR, KARAWANG–Peristiwa kebakaran Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian besar bangunan kantor. Meski menghanguskan sekitar 90 persen bangunan gedung utama, namun tiga rak arsip pertanahan berhasil diselamatkan.
Peristiwa kebakaran Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karawang, terjadi pada Rabu (14/10/2026) malam. Kobaran api yang baru berhasil dipadamkan keesokan harinya, Kamis (15/10/2026), meluluhlantakkan dan mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian besar bangunan kantor.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, peristiwa kebakaran menghanguskan hampir seluruh bagian gedung utama Kantor BPN, mencapai 90 persen. Petugas gabungan masih bisa menyelamatkan tiga rak arsip pertanahan.
“Kalau untuk gedung utama mungkin hampir semuanya ya, mencapai 90 persen. Ada gudang, yakni gudang penyimpanan arsip yang mungkin sekitar 70 persen,” ujar Usep dalam keterangannya kepada wartawan
Usep menjelaskan, petugas BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karawang bekerja keras, sejak Rabu malam, sekitar pukul 22.15 WIB, hingga Kamis pagi, untuk bisa memadamkan kobaran api. Upaya difokuskan mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitar Kantor BPN.
Penanganan dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pihak kepolisian, TNI, Satpol PP, dan unsur terkait lainnya, turun bersama-sama terlibat langsung di lapangan.
“BPBD bersama petugas Damkar, tentunya dari Rabu malam sampai Kamis pagi, bekerja keras, untuk bisa memadamkan api. Alhamdulillah bisa mengamankan beberapa gedung, api bisa dicegah tidak sampai menjalar ke gedung sebelah,” jelas Usep.
Upaya pemadaman di area penyimpanan arsip membutuhkan perhatian khusus. Material di dalamnya, termasuk bahan plastik, dan aluminium composite panel (ACP), membuat penanganan api lebih sulit.
Proses evakuasi terhadap arsip pertanahan tidak bisa dilakukan leluasa, karena kondisi di dalam gedung masih panas. Petugas tidak berani masuk lokasi hingga Kamis pagi, karena hawa di lokasi masih panas.
Usep mengungkapkan, dari peristiwa kebakaran, menyisakan dua bangunan, yakni bangunan di bagian tengah dan bangunan paling belakang. Saat ini Tim Puslabfor Polda Jawa Barat yang diterjunkan, masih melakukan proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.







