SATUJABAR, BANDUNG–Babak baru, kasus penyerangan yang mengakibatkan kematian siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Bandung, bernama Fahdly Arjasubrata. Polrestabes Bandung telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus penyerangan terhadap siswa kelas XI tersebut, yang terjadi di kawasan Cihampelas, Kota Bandung, pada Jum’at (13/03/2026) malam lalu.
Penetapan enam orang tersangka dalam kasus penyerangan yang mengakibatkan kematian Fahdly Arjasubrata, berusia 17 tahun, disampaikan Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton. Korban siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Bandung tersebut, tewas dalam aksi penyerangan saat melintas bersama temannya di kawasan Cihampelas, Kota Bandung, sekitar pukul 22.00 WIB.
“Kami dari Satreskrim Polrestabes Bandung sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka, yang diduga menjadi pelaku berkaitan dengan peristiwa meninggalnya korban anak di bawah umur. Korban siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Bandung (Fahdly Arjasubrata),” ujar Anton kepada wartawan, Selasa (21/04/2026).
Anton mengatakan, keenam tersangka berstatus pelajar. Para tersangka merupakan anak di bawah umur, sehingga dalam proses penanganannya, penyidik Satreskrim melibatkan KPAID, dinas terkait, serta Bapas.
“Para tersangka yang menjadi terduga pelaku, anak masih di bawah umur. Maka, kami berkoordinasi juga pihak-pihak terkait, dengan KPAID, Dinas Sosial, serta Bapas, untuk proses penanganan dan memberikan pendampingan saat mereka menjalani pemeriksaan,” kata Anton.
Sebelumnya, kasus penyerangan yang menewaskan siswa SMAN 5 Bandung, viral di media sosial. Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram, memperlihatkan konvoi sekelompok pemuda mengendarai sepeda motor. Setelah itu, ada satu sepeda motor tergeletak, berikut seorang pemuda yang diketahui sudah tidak bernyawa, di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jum’at (13/03/2026) malam lalu.
Kematian korban yang belakangan diketahui siswa SMAN 5 Bandung, disebutkan terkait aksi penyerangan sekelompok pemuda berboncengan sepeda motor. Siswa SMAN 5 Bandung tersebut, diduga menjadi korban salah sasaran hingga bernasib tragis harus kehilangan nyawa saat dalam perjalanan pulang dari acara buka puasa bersama teman-temannya.







